alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

UMKM Shopping Festival Kabupaten Malang 2021

Ragam Oleh-oleh Khas UMKM Kabupaten Malang, Check!

RADAR MALANG – Penasaran dengan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Malang yang bisa menjadi oleh-oleh? Tak perlu bingung. Sebab mulai Senin hari ini (1/11) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Malang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Malang bakal menggelar UMKM Shopping Festival. Acara ini digelar satu bulan penuh hingga 30 November. Program ini merupakan rangkaian hari jadi Kabupaten Malang yang ke-1261 serta membangkitkan perekonomian daerah berbasis kerakyatan.

Berikut beberapa produk unggulan UMKM asal Kabupaten Malang yang bisa Anda jadikan referensi:

  1. Sari Rempah Arjuna

Sari Rempah Arjuna berdiri akhir 2019 (awal covid masuk Indonesia). Produk ini lahir dari tradisi turun temurun. Yakni basic keluarga yang merupakan penjual jamu dengan produk unggulan Jeruk Inggu. Dari sanalah kemudian lahir inovasi produk lain yang lebih praktis dalam bentuk minuman herbal instan. Seperti jahe merah, kunyit asam, temulawak, beras kencur dan wedang uwuh.

Dari sekian banyak produk tersebut, jahe merah instan menjadi best seller hingga kini. Sari Rempah Arjuna terbuat dari bahan segar dan dan berkualitas, tanpa bahan pengawet maupun pemanis buatan. Produk ini tersedia dalam dua macam packaging. Yaitu standing pouch mulai dari ukuran 90 gram hingga 500 gram serta kemasan sachet dengan isi lima sachet per box. Dari lima macam minuman herbal instan tersebut, masing-masing memiliki khasiat tersendiri.

  1. Bladoe Kopi Gunung Kawi
Kopi Bladoe ini merupakan hasil pemberdayaan para petani yang bermukim di lereng Gunung Kawi. (ist)

Kurang lengkap rasanya mengawali hari tanpa secangkir kopi. Tidak hanya di pagi, tengah, ataupun malam hari, kopi selalu mampu mencuri hati para penyukanya. Tak heran jika konsumsi kopi dari hari kehari semakin tinggi. Bisnis kopi bubuk pun memiliki peluang sangat besar. Bahkan dari segi produksi, mengalami kenaikan hingga 5 persen.

Sedangkan konsumen kopi meningkat lebih dari 10 persen. Itupula yang membuat Rahayu Abadi memilih mengembangkan usaha dibidang pengolahan kopi bubuk. Berdiri pada 19 September 2018, Rahayu Abadi selalu membuka pintu untuk bekerja sama denga supplier, mitra bisnis dan pelanggan. Untuk menghasilkan kopi dengan kualitas tinggi, bahan baku diperoleh dari petani sekitar.

Langkah ini sekaligus pemberdayaan para petani yang bermukim di lereng Gunung Kawi. Tumbuh di ketinggian 800 – 1000 meter diatas permukaan laut (mdpl) membuat biji-biji kopi yang dihasilkan tidak hanya berkelas, tetapi juga mempunyai aroma dan cita rasa khas. Dalam satu hari, Rahayu Abadi memproduksi kopi bubuk sebanyak 100 kg atau 2.500 kg per bulan dengan 25 hari kerja. Ada dua merk yang mereka buat, yakni Kopi Bladoe dan Kopi Gunung Kawi.

  1. Kecap Tugu Jawa

Jika Rasa Pilihannya, Kecap Jawa Sehati Pilihannya. Jargon ini menjadi ikon Tugu Jawa dalam menjaga rasa resep warisan para leluhur. Berdiri sejak 2016, Tugu Jawa menggunakan bahan dasar kedelai hitam yang dibland dengan gula merah (gula kelapa) dan rempah-rempah asli nusantara.

Ada tiga varian rasa yang ditawarkan. Yakni manis, pedas manis, dan jamur. Meskipun skala UMKM, kecap Tugu Jawa telah berhasil menembus pasar Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jakarta, Semarang, Depok, dan sebagian besar wilayah Jawa Timur. Memanfaatkan bahan baku lokal tanpa tambahan MSG buatan atau bahan pengawet lainnya membuat kecap ini selalu nomor satu. Bahkan ada kandungan probiotik yang berguna bagi kesehatan dalam setiap tetesnya. Usaha ini pun lahir karena dilatari kepedulian terhadap para petani kedelai lokal yang terpuruk oleh serbuan kedelai impor.

  1. Mak Rum Fruit Chips
Tidak hanya anak-anak, kalangan emak-emak juga menjadikan dua produk dengan label Mak Rum ini sebagai oleh-oleh favorit. (ist)

Siapa yang tidak suka dengan pisang krispi dan buah nangka krispi. Tidak hanya anak-anak saja yang menggilainya, emak-emaknya menjadikan dua produk dengan label Mak Rum itu sebagai oleh-oleh favorit. Pisang krispi dibuat dari buah pisang matang pilihan dengan teknik vacuum fraying membuat teksturnya super kress.

Pengaturan suhu rendah membuat kandungan nutrisinya tetap terjaga. Para reseller suka menyebut namanya dengan rambak pisang, pisang kruwel, hingga pisang keong. Apa pun sebutannya, yang pasti pisang krispi Mak Rum saat ini lagi booming. Begitu pula dengan keripik nangka. Dengan cara pengolahan yang sama membuat buah dengan aroma harum khas ini sangat digemari. Sangat cocok bagi yang senang makan buah tapi malas mengupas. Keripiki buah Buah Mak Rum tidak hanya siap saji, tetapi juga praktis dibawa ke mana saja karena dikemas dalam alumunium foil. Sebuah cara mudah makan buah.

5. Ragam Minuman Herbal Djuduh-Bubuk Koya Ketan

Minuman rempah dan olahan bubuk koya Djuduh ini dijamin higienis karena tanpa bahan pengawet maupun tambahan makanan berbahan kimia sama sekali. (ist)

Usaha olahan minuman rempah dan olahan bubuk koya Djuduh sudah berlangsung cukup lama, 2016 lalu. Awalnya berangkat dari kebutuhan keluarga yang selalu mengkonsumsi jamu rempah untuk kesehatan tubuh. Karena setiap saat membutuhkan, akhirnya terpikirlah membuat olahan rempah sendiri. Tak disangka, hasil buatan tangan itu menarik minat tetangga dan saudara. Begitu pula dengan koya ketan (bubuk kedelai).

Awalnya juga dari berjualan ketan dengan toping bubuk kedelai siap saji yang akhirnya menjadi lini usaha yang memiliki nilai jual lebih. Minuman rempah dan olahan bubuk koya Djuduh ini dijamin higienis karena tanpa bahan pengawet maupun tambahan makanan berbahan kimia sama sekali. Karena diproses secara tradisional, produk-produk Djuduh memiliki cita rasa asli. Minuman rempah yang diproduksi adalah jahe instan, kunyit instan, temulawak instan, kencur instan, hingga kunir asem instan. Fungsinya menghangatkan badan, menambah nafsu makan, dan lainnya. Sedangkan bubuk koya bisa disajikan sebagai toping ketan atau tiwul. (*)

  1. Sinam Coklat
Sinam coklat berdiri sekitar tahun 2019. (ist)

Sinam coklat berdiri sekitar tahun 2019. Bisnis bermula dari kesukaan sang owner dengan makanan super manis dan lezat ini. Melihat pasar yang menjanjikan, terutama anakanak, Sinam dibentuk menjadi ragam karakter semenarik mungkin serta mengikuti tren perkembangan jaman. Mulai karakter film kartun, ragam emoticon, bunga, dan lainnya. Sinam coklat tidak hanya cocok untuk camilan pengusir stress, tetapi juga buah tangan atau hadiah untuk orangorang spesial di sekitar kita.

Pewarta: JPRM – Neny Fitrin

RADAR MALANG – Penasaran dengan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Malang yang bisa menjadi oleh-oleh? Tak perlu bingung. Sebab mulai Senin hari ini (1/11) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Malang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Malang bakal menggelar UMKM Shopping Festival. Acara ini digelar satu bulan penuh hingga 30 November. Program ini merupakan rangkaian hari jadi Kabupaten Malang yang ke-1261 serta membangkitkan perekonomian daerah berbasis kerakyatan.

Berikut beberapa produk unggulan UMKM asal Kabupaten Malang yang bisa Anda jadikan referensi:

  1. Sari Rempah Arjuna

Sari Rempah Arjuna berdiri akhir 2019 (awal covid masuk Indonesia). Produk ini lahir dari tradisi turun temurun. Yakni basic keluarga yang merupakan penjual jamu dengan produk unggulan Jeruk Inggu. Dari sanalah kemudian lahir inovasi produk lain yang lebih praktis dalam bentuk minuman herbal instan. Seperti jahe merah, kunyit asam, temulawak, beras kencur dan wedang uwuh.

Dari sekian banyak produk tersebut, jahe merah instan menjadi best seller hingga kini. Sari Rempah Arjuna terbuat dari bahan segar dan dan berkualitas, tanpa bahan pengawet maupun pemanis buatan. Produk ini tersedia dalam dua macam packaging. Yaitu standing pouch mulai dari ukuran 90 gram hingga 500 gram serta kemasan sachet dengan isi lima sachet per box. Dari lima macam minuman herbal instan tersebut, masing-masing memiliki khasiat tersendiri.

  1. Bladoe Kopi Gunung Kawi
Kopi Bladoe ini merupakan hasil pemberdayaan para petani yang bermukim di lereng Gunung Kawi. (ist)

Kurang lengkap rasanya mengawali hari tanpa secangkir kopi. Tidak hanya di pagi, tengah, ataupun malam hari, kopi selalu mampu mencuri hati para penyukanya. Tak heran jika konsumsi kopi dari hari kehari semakin tinggi. Bisnis kopi bubuk pun memiliki peluang sangat besar. Bahkan dari segi produksi, mengalami kenaikan hingga 5 persen.

Sedangkan konsumen kopi meningkat lebih dari 10 persen. Itupula yang membuat Rahayu Abadi memilih mengembangkan usaha dibidang pengolahan kopi bubuk. Berdiri pada 19 September 2018, Rahayu Abadi selalu membuka pintu untuk bekerja sama denga supplier, mitra bisnis dan pelanggan. Untuk menghasilkan kopi dengan kualitas tinggi, bahan baku diperoleh dari petani sekitar.

Langkah ini sekaligus pemberdayaan para petani yang bermukim di lereng Gunung Kawi. Tumbuh di ketinggian 800 – 1000 meter diatas permukaan laut (mdpl) membuat biji-biji kopi yang dihasilkan tidak hanya berkelas, tetapi juga mempunyai aroma dan cita rasa khas. Dalam satu hari, Rahayu Abadi memproduksi kopi bubuk sebanyak 100 kg atau 2.500 kg per bulan dengan 25 hari kerja. Ada dua merk yang mereka buat, yakni Kopi Bladoe dan Kopi Gunung Kawi.

  1. Kecap Tugu Jawa

Jika Rasa Pilihannya, Kecap Jawa Sehati Pilihannya. Jargon ini menjadi ikon Tugu Jawa dalam menjaga rasa resep warisan para leluhur. Berdiri sejak 2016, Tugu Jawa menggunakan bahan dasar kedelai hitam yang dibland dengan gula merah (gula kelapa) dan rempah-rempah asli nusantara.

Ada tiga varian rasa yang ditawarkan. Yakni manis, pedas manis, dan jamur. Meskipun skala UMKM, kecap Tugu Jawa telah berhasil menembus pasar Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jakarta, Semarang, Depok, dan sebagian besar wilayah Jawa Timur. Memanfaatkan bahan baku lokal tanpa tambahan MSG buatan atau bahan pengawet lainnya membuat kecap ini selalu nomor satu. Bahkan ada kandungan probiotik yang berguna bagi kesehatan dalam setiap tetesnya. Usaha ini pun lahir karena dilatari kepedulian terhadap para petani kedelai lokal yang terpuruk oleh serbuan kedelai impor.

  1. Mak Rum Fruit Chips
Tidak hanya anak-anak, kalangan emak-emak juga menjadikan dua produk dengan label Mak Rum ini sebagai oleh-oleh favorit. (ist)

Siapa yang tidak suka dengan pisang krispi dan buah nangka krispi. Tidak hanya anak-anak saja yang menggilainya, emak-emaknya menjadikan dua produk dengan label Mak Rum itu sebagai oleh-oleh favorit. Pisang krispi dibuat dari buah pisang matang pilihan dengan teknik vacuum fraying membuat teksturnya super kress.

Pengaturan suhu rendah membuat kandungan nutrisinya tetap terjaga. Para reseller suka menyebut namanya dengan rambak pisang, pisang kruwel, hingga pisang keong. Apa pun sebutannya, yang pasti pisang krispi Mak Rum saat ini lagi booming. Begitu pula dengan keripik nangka. Dengan cara pengolahan yang sama membuat buah dengan aroma harum khas ini sangat digemari. Sangat cocok bagi yang senang makan buah tapi malas mengupas. Keripiki buah Buah Mak Rum tidak hanya siap saji, tetapi juga praktis dibawa ke mana saja karena dikemas dalam alumunium foil. Sebuah cara mudah makan buah.

5. Ragam Minuman Herbal Djuduh-Bubuk Koya Ketan

Minuman rempah dan olahan bubuk koya Djuduh ini dijamin higienis karena tanpa bahan pengawet maupun tambahan makanan berbahan kimia sama sekali. (ist)

Usaha olahan minuman rempah dan olahan bubuk koya Djuduh sudah berlangsung cukup lama, 2016 lalu. Awalnya berangkat dari kebutuhan keluarga yang selalu mengkonsumsi jamu rempah untuk kesehatan tubuh. Karena setiap saat membutuhkan, akhirnya terpikirlah membuat olahan rempah sendiri. Tak disangka, hasil buatan tangan itu menarik minat tetangga dan saudara. Begitu pula dengan koya ketan (bubuk kedelai).

Awalnya juga dari berjualan ketan dengan toping bubuk kedelai siap saji yang akhirnya menjadi lini usaha yang memiliki nilai jual lebih. Minuman rempah dan olahan bubuk koya Djuduh ini dijamin higienis karena tanpa bahan pengawet maupun tambahan makanan berbahan kimia sama sekali. Karena diproses secara tradisional, produk-produk Djuduh memiliki cita rasa asli. Minuman rempah yang diproduksi adalah jahe instan, kunyit instan, temulawak instan, kencur instan, hingga kunir asem instan. Fungsinya menghangatkan badan, menambah nafsu makan, dan lainnya. Sedangkan bubuk koya bisa disajikan sebagai toping ketan atau tiwul. (*)

  1. Sinam Coklat
Sinam coklat berdiri sekitar tahun 2019. (ist)

Sinam coklat berdiri sekitar tahun 2019. Bisnis bermula dari kesukaan sang owner dengan makanan super manis dan lezat ini. Melihat pasar yang menjanjikan, terutama anakanak, Sinam dibentuk menjadi ragam karakter semenarik mungkin serta mengikuti tren perkembangan jaman. Mulai karakter film kartun, ragam emoticon, bunga, dan lainnya. Sinam coklat tidak hanya cocok untuk camilan pengusir stress, tetapi juga buah tangan atau hadiah untuk orangorang spesial di sekitar kita.

Pewarta: JPRM – Neny Fitrin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/