alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Tren Rumah Bergeser, Tampil Beda Makin Jadi Lifestyle

MALANG – Tren desain rumah terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Hunian lantas tak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sudah menjadi lifestyle. Termasuk detail bagian rumah juga mengalami pergeseran fungsi dan peruntukan.

Hal itu diulas Abadi Mahardika ST dari IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Malang di acara digitalk BNI Griya Digitex Property Selasa (2/2). Dia menjelaskan, tren hunian terus mengalami pergeseran, mulai dari bentuk rumah, penempatan dan penambahan ruang hingga material bangunan yang digunakan.

Dia menambahkan, banyak orang memiliki rumah yang unik serta berbeda dengan tetangganya. ”Kalo dianatomikan rumah itu seperti tubuh manusia, kepala manusia menjadi sebuah atap, di era sekarang ini banyak rumah yang tidak punya atap contohnya rumah kotak, tapi ya sah-sah saja,” katanya.

Jika rumah standar hanya memiliki ruang tamu, ruang tidur, dapur, kamar mandi, kini mulai banyak yang mendesain rumah dengan menambah rooftop. ”Saat ini mendesain rumah dengan memiliki rooftop di lantai 3 pasti digunakan untuk area kumpul keluarga. Jika sebelumnya kumpul keluarga di dalam rumah, saat ini kumpul keluarga pasti di luar ya di rooftop itu,” tambahnya.

Sebelum membuat rumah, masyarakat memiliki banyak referensi dari internet dan jalan-jalan keluar negeri. Dimana bangunan yang dilihat tidak sesuai dengan model rumah biasanya dan material yang digunakan juga berkembang. ”Saat ini vendor material itu semakin berkembang dan mendukung para arsitek,” katanya.

Salah satu contohnya yaitu roster bangunan. Jika dulu posisi roster hanya untuk pembatas, saat ini sebagai bahan utama dalam pembuatan rumah. Dan tentu roster semakin berkembang dengan berbagai bentuk yang menarik.

Pewarta: Roisyatul Mufidah

MALANG – Tren desain rumah terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Hunian lantas tak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sudah menjadi lifestyle. Termasuk detail bagian rumah juga mengalami pergeseran fungsi dan peruntukan.

Hal itu diulas Abadi Mahardika ST dari IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Malang di acara digitalk BNI Griya Digitex Property Selasa (2/2). Dia menjelaskan, tren hunian terus mengalami pergeseran, mulai dari bentuk rumah, penempatan dan penambahan ruang hingga material bangunan yang digunakan.

Dia menambahkan, banyak orang memiliki rumah yang unik serta berbeda dengan tetangganya. ”Kalo dianatomikan rumah itu seperti tubuh manusia, kepala manusia menjadi sebuah atap, di era sekarang ini banyak rumah yang tidak punya atap contohnya rumah kotak, tapi ya sah-sah saja,” katanya.

Jika rumah standar hanya memiliki ruang tamu, ruang tidur, dapur, kamar mandi, kini mulai banyak yang mendesain rumah dengan menambah rooftop. ”Saat ini mendesain rumah dengan memiliki rooftop di lantai 3 pasti digunakan untuk area kumpul keluarga. Jika sebelumnya kumpul keluarga di dalam rumah, saat ini kumpul keluarga pasti di luar ya di rooftop itu,” tambahnya.

Sebelum membuat rumah, masyarakat memiliki banyak referensi dari internet dan jalan-jalan keluar negeri. Dimana bangunan yang dilihat tidak sesuai dengan model rumah biasanya dan material yang digunakan juga berkembang. ”Saat ini vendor material itu semakin berkembang dan mendukung para arsitek,” katanya.

Salah satu contohnya yaitu roster bangunan. Jika dulu posisi roster hanya untuk pembatas, saat ini sebagai bahan utama dalam pembuatan rumah. Dan tentu roster semakin berkembang dengan berbagai bentuk yang menarik.

Pewarta: Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru