alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

KB Bukopin Konsisten Lanjutkan Agenda Transformasi New Normal

RADAR MALANG – Lebih satu tahun sudah pandemi Covid-19 melanda dunia. Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, pandemi telah menyebabkan krisis di berbagai bidang. Hal ini telah membuat masyarakat harus terbiasa dengan banyak kebiasaan baru (new normal). Dimana berjarak menjadi sesuatu yang biasa dalam interaksi.

Sebagai bagian dari industri perbankan, KB Bukopin juga berusaha merekonstruksi bisnis setelah mengalami perubahan pengendalian dan sebagai upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19. Setelah menyandang nama baru pasca pengumuman publik 23 Februari 2021, KB Bukopin terus melakukan pembenahan dan bertransformasi untuk mencapai target besar di 2025.

Tentu saja, hal ini didukung penuh oleh Pemegang Saham Pengendali, KB Kookmin Bank dan ultimate shareholder KB Financial Group. “Sebetulnya momen krisis di tahun 2020 menjadi momentum tepat bagi kami melakukan transformasi secara total,” jelas Rivan Purwantono, Presiden Direktur KB Bukopin, di Jakarta.

KB Bukopin sedang melakukan penyesuaian strategi pasca KB Kookmin Bank resmi menjadi PSP dengan kepemilikan mayoritas 67 persen pada September 2020. ”Perbaikan kita lakukan di seluruh lini, seluruh manajemen dan karyawan terlibat dan memegang peranan penting dalam transformasi ini. Belum lagi kita juga didampingi tim KB Kookmin Bank yang membantu penerapan standar grup KB, sehingga ke depannya kita menjadi jauh lebih kuat,” ujar Rivan.

Terkait kinerja keuangan Rivan menjelaskan pelambatan bisnis di KB Bukopin pun tidak bisa dihindari karena terdampak pandemi Covid-19. Restrukturisasi kredit tercatat mencapai Rp 24 triliun, sekitar 30 persen dari total kredit yang disalurkan bank.
Dalam kondisi penuh kehati-hatian tersebut, Perseroan memilih fokus pada perbaikan aset eksisting dan sangat selektif dalam penyaluran kredit, Kondisi tersebut menurut Rivan, berdampak pada total asset yang secara year on year terjadi penurunan sekitar 19 persen.

Dari sisi profitabilitas, Perseroan melanjutkan komitmen mitigasi risiko kredit sehingga pembentukan CKPN ditingkatkan hingga mencapai Rp 4,7 triliun atau naik 175 persen dibandingkan Desember 2019. Hal ini berdampak pada penurunan CAR, namun demikian penguatan modal sudah menjadi komitmen dari Pemegang Saham Pengendali-KB Kookmin Bank.
Seperti diketahui, transformasi dimulai sejak September 2020 lalu dengan berbagai inisiatif dan inovasi yang membantu recovery dan improvement berbagai aspek Perseroan.

Di sisi bisnis, misalnya, KB Bukopin telah menjalankan strategi Good Bank yang fokus pada perluasan bisnis dengan kualitas aset yang baik dan stabil, seperti kredit pensiunan, strategic partnership untuk memperluas bisnis retail untuk produk KPR, multifinance, credit card, payroll, termasuk perluasan market ke Korean link business, dan lainnya.

Terkait kesiapan digital banking, Perseroan tengah mematangkan strategi jangka pendek seperti integrasi aplikasi Wokee dengan tabungan Siaga, pengaktifan QR code, simplikasi proses KYC, cardless withdrawal, dan lainnya. Sedangkan transformasi digital untuk jangka panjang dilanjutkan hingga KB Bukopin memiliki sistem yang canggih dan cepat seperti halnya KB Kookmin Bank, yang sistem IT-nya dikembangkan sendiri dan akan diadaptasi oleh perseroan.

“Transformasi total ini terus berlanjut dengan dilakukan bersama manajemen dan karyawan KB Bukopin, dan kami terus melakukan inovasi untuk percepatan perbaikan kinerja. Dengan semangat ini, kami percaya kami bisa menjadi Bintang Finansial Indonesia,” tutup Rivan.

Seperti diketahui, PT Bank KB Bukopin Tbk (Bank Bukopin) adalah perusahaan bidang perbankan yang didirikan 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia. Bank Bukopin tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 dengan kode emiten BBKP.

Bank KB Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen konsumer dan UKM serta didukung oleh segmen komersial. Sesuai dengan misi “Memahami dan Memberi Solusi kepada Nasabah” Bank KB Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI dan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital.  Seperti aplikasi Bukopin Mobile dan aplikasi perbankan digital Wokee.

Per 31 Maret lalu, saham Bank Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank 67 persen, PT Bosowa Corporindo 10,03 persen, Negara Republik Indonesia 3,18 persen dan masyarakat mencapai 19,78 persen.

Pada 23 Februari 2021, setelah mendapatkan persetujuan OJK, perseroan mengumumkan perubahan nama dan logo baru dari PT Bank Bukopin Tbk menjadi PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin) dengan mengusung tagline ”Bersama, Kita Bintang Finansial-nya”

Bank KB Bukopin beroperasi di 25 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 162 kantor kas, 9 kantor fungsional, 25 payment point, dan 850 unit ATM, serta tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama.

Pewarta: Ferdi Satria

RADAR MALANG – Lebih satu tahun sudah pandemi Covid-19 melanda dunia. Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, pandemi telah menyebabkan krisis di berbagai bidang. Hal ini telah membuat masyarakat harus terbiasa dengan banyak kebiasaan baru (new normal). Dimana berjarak menjadi sesuatu yang biasa dalam interaksi.

Sebagai bagian dari industri perbankan, KB Bukopin juga berusaha merekonstruksi bisnis setelah mengalami perubahan pengendalian dan sebagai upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19. Setelah menyandang nama baru pasca pengumuman publik 23 Februari 2021, KB Bukopin terus melakukan pembenahan dan bertransformasi untuk mencapai target besar di 2025.

Tentu saja, hal ini didukung penuh oleh Pemegang Saham Pengendali, KB Kookmin Bank dan ultimate shareholder KB Financial Group. “Sebetulnya momen krisis di tahun 2020 menjadi momentum tepat bagi kami melakukan transformasi secara total,” jelas Rivan Purwantono, Presiden Direktur KB Bukopin, di Jakarta.

KB Bukopin sedang melakukan penyesuaian strategi pasca KB Kookmin Bank resmi menjadi PSP dengan kepemilikan mayoritas 67 persen pada September 2020. ”Perbaikan kita lakukan di seluruh lini, seluruh manajemen dan karyawan terlibat dan memegang peranan penting dalam transformasi ini. Belum lagi kita juga didampingi tim KB Kookmin Bank yang membantu penerapan standar grup KB, sehingga ke depannya kita menjadi jauh lebih kuat,” ujar Rivan.

Terkait kinerja keuangan Rivan menjelaskan pelambatan bisnis di KB Bukopin pun tidak bisa dihindari karena terdampak pandemi Covid-19. Restrukturisasi kredit tercatat mencapai Rp 24 triliun, sekitar 30 persen dari total kredit yang disalurkan bank.
Dalam kondisi penuh kehati-hatian tersebut, Perseroan memilih fokus pada perbaikan aset eksisting dan sangat selektif dalam penyaluran kredit, Kondisi tersebut menurut Rivan, berdampak pada total asset yang secara year on year terjadi penurunan sekitar 19 persen.

Dari sisi profitabilitas, Perseroan melanjutkan komitmen mitigasi risiko kredit sehingga pembentukan CKPN ditingkatkan hingga mencapai Rp 4,7 triliun atau naik 175 persen dibandingkan Desember 2019. Hal ini berdampak pada penurunan CAR, namun demikian penguatan modal sudah menjadi komitmen dari Pemegang Saham Pengendali-KB Kookmin Bank.
Seperti diketahui, transformasi dimulai sejak September 2020 lalu dengan berbagai inisiatif dan inovasi yang membantu recovery dan improvement berbagai aspek Perseroan.

Di sisi bisnis, misalnya, KB Bukopin telah menjalankan strategi Good Bank yang fokus pada perluasan bisnis dengan kualitas aset yang baik dan stabil, seperti kredit pensiunan, strategic partnership untuk memperluas bisnis retail untuk produk KPR, multifinance, credit card, payroll, termasuk perluasan market ke Korean link business, dan lainnya.

Terkait kesiapan digital banking, Perseroan tengah mematangkan strategi jangka pendek seperti integrasi aplikasi Wokee dengan tabungan Siaga, pengaktifan QR code, simplikasi proses KYC, cardless withdrawal, dan lainnya. Sedangkan transformasi digital untuk jangka panjang dilanjutkan hingga KB Bukopin memiliki sistem yang canggih dan cepat seperti halnya KB Kookmin Bank, yang sistem IT-nya dikembangkan sendiri dan akan diadaptasi oleh perseroan.

“Transformasi total ini terus berlanjut dengan dilakukan bersama manajemen dan karyawan KB Bukopin, dan kami terus melakukan inovasi untuk percepatan perbaikan kinerja. Dengan semangat ini, kami percaya kami bisa menjadi Bintang Finansial Indonesia,” tutup Rivan.

Seperti diketahui, PT Bank KB Bukopin Tbk (Bank Bukopin) adalah perusahaan bidang perbankan yang didirikan 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia. Bank Bukopin tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 dengan kode emiten BBKP.

Bank KB Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen konsumer dan UKM serta didukung oleh segmen komersial. Sesuai dengan misi “Memahami dan Memberi Solusi kepada Nasabah” Bank KB Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI dan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital.  Seperti aplikasi Bukopin Mobile dan aplikasi perbankan digital Wokee.

Per 31 Maret lalu, saham Bank Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank 67 persen, PT Bosowa Corporindo 10,03 persen, Negara Republik Indonesia 3,18 persen dan masyarakat mencapai 19,78 persen.

Pada 23 Februari 2021, setelah mendapatkan persetujuan OJK, perseroan mengumumkan perubahan nama dan logo baru dari PT Bank Bukopin Tbk menjadi PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin) dengan mengusung tagline ”Bersama, Kita Bintang Finansial-nya”

Bank KB Bukopin beroperasi di 25 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 162 kantor kas, 9 kantor fungsional, 25 payment point, dan 850 unit ATM, serta tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama.

Pewarta: Ferdi Satria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru