alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

Ternak Digital, Program Telkom dalam Penggemukan Sapi Berbasis IoT

Peternak sapi di desa Panggungrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang kini bisa menghirup udara yang sehat dan tidak bau. Pasalnya banyak mereka yang tidak lagi tidur serumah dengan ternak sapinya yang tidak nyaman untuk Kesehatan. Atas keprihatinan itu PT Telkom Indonesia menggandeng SMK Telkom Malang mencetuskan ide Ternak Digital (TeDi). Program inovasi itulah membuat Menteri BUMN Erick Thohir tertarik mengunjungi dan menuliskan apresianya di IG-nya.

Di dalam TeDi itu beberapa ekor sapi milik peternak dikumpulkan, bukan saja dirawat tapi melalui uji berbasis IoT (Internet of Think). “Sebelumnya, para peternak sapi itu tidak bisa pernah mengontrol perkembangan sapinya. Saat di jual, harganya pun murah karena berdasarkan kira-kira, maka yang paling dirugikan adalah peternak.” kata Bupati Malang HM Sanusi bersama Executive Vice President Regional 5 Jatim Balnus Pontjo Suharwono, Sabtu lalu (27/11)

Masyarakat dan peternak sapi di sini, kata Bupati, semula belum banyak yang paham apa itu TeDi. “Setelah dijelaskan bahwa program itu untuk penggemukan sapi dan membuat sapi lebih sehat barulah mereka ‘ngeh’dan merelakan sapinya dititipkan di TeDi.”kata Sanusi sembari tersenyum.

Ia memaklumi bila warganya yang berprofesi peternak sapi sebelumnya enggan dan tidak mau sapinya dimasukkan program IoT. “Karena mendengar nama IoT asumsinya sapinya akan dibuat percobaan atau riset.”kata Sanusi kembali tersenyum.

Pontjo menambahkan, TeDi ini hadir dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan dari peternak dan meningkatkan kualitas dari ternak khususnya sapi, katanya.

Kenapa harus diberikan IoT, karena mudah memantau perkembangan sapi, mudah memberikan jumlah pakan serta mengetahui setiap saat kondisi sapi termasuk harga pokok bila sapi akan dijual kapan pun.

Kehadiran IoT di Kandang Sapi ini juga menjadi terobosan, kolaborasi pentahelix antara pemerintah daerah, industri/pelaku industri, sekolah atau akademis dengan masyarakat khususnya peternak sapi. “Dan diharapkan model seperti ini berlanjut dan juga bisa melibatkan swasta di manapun.”kata Pontjo.

Kehebatan inovasi yang dilakukan Telkom itu membuat kegembiraan tersendiri buat Erick, hingga ia menuliskan apresiasinya di Instagramnya.

“Inilah wujud salah satu transformasi yang dilakukan Telkom Indonesia lewat inovasi TEDI (Ternak Digital). “Diharapkan dengan inovasi TEDI pengelolaan ternak lebih efisien, transparan, professional dan terukur, sehingga bisa memperkuat ketahanan pangan Nasional. Semoga terobosan ini bisa direplikasi ke banyak daerah, agar terbangun ekosistem peternak modern yang dapat memakmurkan peternak Indonesia.” tulisnya di IG-nya

Peternak sapi di desa Panggungrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang kini bisa menghirup udara yang sehat dan tidak bau. Pasalnya banyak mereka yang tidak lagi tidur serumah dengan ternak sapinya yang tidak nyaman untuk Kesehatan. Atas keprihatinan itu PT Telkom Indonesia menggandeng SMK Telkom Malang mencetuskan ide Ternak Digital (TeDi). Program inovasi itulah membuat Menteri BUMN Erick Thohir tertarik mengunjungi dan menuliskan apresianya di IG-nya.

Di dalam TeDi itu beberapa ekor sapi milik peternak dikumpulkan, bukan saja dirawat tapi melalui uji berbasis IoT (Internet of Think). “Sebelumnya, para peternak sapi itu tidak bisa pernah mengontrol perkembangan sapinya. Saat di jual, harganya pun murah karena berdasarkan kira-kira, maka yang paling dirugikan adalah peternak.” kata Bupati Malang HM Sanusi bersama Executive Vice President Regional 5 Jatim Balnus Pontjo Suharwono, Sabtu lalu (27/11)

Masyarakat dan peternak sapi di sini, kata Bupati, semula belum banyak yang paham apa itu TeDi. “Setelah dijelaskan bahwa program itu untuk penggemukan sapi dan membuat sapi lebih sehat barulah mereka ‘ngeh’dan merelakan sapinya dititipkan di TeDi.”kata Sanusi sembari tersenyum.

Ia memaklumi bila warganya yang berprofesi peternak sapi sebelumnya enggan dan tidak mau sapinya dimasukkan program IoT. “Karena mendengar nama IoT asumsinya sapinya akan dibuat percobaan atau riset.”kata Sanusi kembali tersenyum.

Pontjo menambahkan, TeDi ini hadir dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan dari peternak dan meningkatkan kualitas dari ternak khususnya sapi, katanya.

Kenapa harus diberikan IoT, karena mudah memantau perkembangan sapi, mudah memberikan jumlah pakan serta mengetahui setiap saat kondisi sapi termasuk harga pokok bila sapi akan dijual kapan pun.

Kehadiran IoT di Kandang Sapi ini juga menjadi terobosan, kolaborasi pentahelix antara pemerintah daerah, industri/pelaku industri, sekolah atau akademis dengan masyarakat khususnya peternak sapi. “Dan diharapkan model seperti ini berlanjut dan juga bisa melibatkan swasta di manapun.”kata Pontjo.

Kehebatan inovasi yang dilakukan Telkom itu membuat kegembiraan tersendiri buat Erick, hingga ia menuliskan apresiasinya di Instagramnya.

“Inilah wujud salah satu transformasi yang dilakukan Telkom Indonesia lewat inovasi TEDI (Ternak Digital). “Diharapkan dengan inovasi TEDI pengelolaan ternak lebih efisien, transparan, professional dan terukur, sehingga bisa memperkuat ketahanan pangan Nasional. Semoga terobosan ini bisa direplikasi ke banyak daerah, agar terbangun ekosistem peternak modern yang dapat memakmurkan peternak Indonesia.” tulisnya di IG-nya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru