alexametrics
22.1 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

UMKM Shopping Festival Kabupaten Malang 2021

Produk UMKM Unggulan Kabupaten Malang, Check di Sini

MALANG – Kabupaten Malang memiliki produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bisa menjadi pilihan. Baik, fashion, handycraft, hingga kuliner. Sejak Senin (1/11) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Malang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Malang menggelar UMKM Shopping Festival. Acara ini digelar satu bulan penuh hingga 30 November. Program ini merupakan rangkaian hari jadi Kabupaten Malang yang ke-1261 serta membangkitkan perekonomian daerah berbasis kerakyatan.

Selain digelar secara offline, event ini juga dilaksanakan secara online di pamerpamer.com

Penasaran dengan produk unggulan di Kabupaten Malang? Berikut beberapa item yang bisa anda temui di UMKM Shopping Festival:

1. Alya Bordir Computer

Alya Bordir Computer, didirikan pada 2010 oleh Siti Nur Aliyah. UMKM dari Desa Sumberdem, Gunung Kawi ini menggunakan bahan katun pilihan untuk baju koko dan kaos seragam yang diproduksi. Desainnya pun rata-rata custom dari pelanggan. Meski begitu, inovasi terus dilakukan. Salah satunya, membuat produk khas bertemakan Telo Gunung Kawi yang diaplikasikan pada tote bag, kaos, hiasan dinding serta baju koko. Menggunakan merk Sinual, Alya Bordir optimistis bisa menembus pasar lebih luas lagi. Terutama sebagai oleh-oleh khas Gunung Kawi.

Produk-produk Alya Bordir memiliki keunggulan jahitan rumahan dikombinasikan bordir komputer, sehingga tak hanya kuat, tetapi juga tahan lama. Produksinya tidak hanya satuan, bisa pula dalam partai besar tanpa mengurangi kualitas produk.

Hadirnya Alya Bordir memudahkan masyarakat dalam menggunakan jasa bordir komputer tanpa harus jauh-jauh ke kota. Selain itu bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Sehingga mindset tinggal di desa bukan lagi sebuah hambatan untuk terus berkarya. (*)

2. Batik Samiadji

Ada satu misi yang diusung Griya Batik Samiaji dalam menekuni usaha ini. Yakni melestarikan budaya, khususnya Jawa. Karena itu, motif-motif yang dipilih pun lebih banyak didominasi oleh unsur budaya. Salah satunya topeng malangan. Ada pula motif desain tumbuhan dan hewan. Selain batik tulis, Griya Batik Samiadji juga memproduksi batik cap dengan pewarnaan sintetis dan warna alami ramah lingkungan yang tidak akan luntur.

Ukuran kain batik umumnya panjang 2,25 meter dan lebar 1,15 meter atau sesuai pesanan. Sangat cocok sebagai bahan kemeja, blues, maupun bawahan. (*)

3. Santana Collection

Usaha yang dirintis sejak sepuluh tahun lalu ini fokus pada sprei, set sarung bantal kursi, hingga baby set. Menggunakan bahan katun lokal, katun jepang dan king koil, membuat produk-produk Santana Collection sangat lembut. Keunggulan lain, semua barang bisa dipesan sesuai keinginan customer. Baik model maupun motif warnanya.

Para wanita dan ibu rumah tangga yang suka mempercantik tampilan ruangan, tidak salah jika memilih koleksi-koleksi Santana. Apalagi, hasil jahitannya tidak hanya rapi, tapi juga presisi, karena sebelum memilih motif, Santana membantu konsumen cara mengukur sprei yang benar alias anti geser. Tidak heran setelah pesan perdana, mereka akan repeat order. Santana Collection telah menjadi kebutuhan ibu-ibu dan wanita muda. (*)

4. Karang Wijaya Batik

Batik Karang Wijaya (ist)

Batik-batik Karang Wijaya merupakan hasil produksi dari tangan-tangan terampil para ibu-ibu yang berada di lingkungan tempat usaha ini. Yakni di wilayah Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji. Karena memang Batik Karang Wijaya lahir dari rumah produksi bernama Wong Kreatif. Tujuan awalnya pun mengajak kaum perempuan agar memiliki daya saing dan mandiri.

Selain batik tulis, dibuat pula batik cap, dan tie day. Beberapa hasilnya berupa shibori, craft, dan baju-baju. Untuk harga, berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 225 ribu. (*)

MALANG – Kabupaten Malang memiliki produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bisa menjadi pilihan. Baik, fashion, handycraft, hingga kuliner. Sejak Senin (1/11) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Malang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Malang menggelar UMKM Shopping Festival. Acara ini digelar satu bulan penuh hingga 30 November. Program ini merupakan rangkaian hari jadi Kabupaten Malang yang ke-1261 serta membangkitkan perekonomian daerah berbasis kerakyatan.

Selain digelar secara offline, event ini juga dilaksanakan secara online di pamerpamer.com

Penasaran dengan produk unggulan di Kabupaten Malang? Berikut beberapa item yang bisa anda temui di UMKM Shopping Festival:

1. Alya Bordir Computer

Alya Bordir Computer, didirikan pada 2010 oleh Siti Nur Aliyah. UMKM dari Desa Sumberdem, Gunung Kawi ini menggunakan bahan katun pilihan untuk baju koko dan kaos seragam yang diproduksi. Desainnya pun rata-rata custom dari pelanggan. Meski begitu, inovasi terus dilakukan. Salah satunya, membuat produk khas bertemakan Telo Gunung Kawi yang diaplikasikan pada tote bag, kaos, hiasan dinding serta baju koko. Menggunakan merk Sinual, Alya Bordir optimistis bisa menembus pasar lebih luas lagi. Terutama sebagai oleh-oleh khas Gunung Kawi.

Produk-produk Alya Bordir memiliki keunggulan jahitan rumahan dikombinasikan bordir komputer, sehingga tak hanya kuat, tetapi juga tahan lama. Produksinya tidak hanya satuan, bisa pula dalam partai besar tanpa mengurangi kualitas produk.

Hadirnya Alya Bordir memudahkan masyarakat dalam menggunakan jasa bordir komputer tanpa harus jauh-jauh ke kota. Selain itu bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Sehingga mindset tinggal di desa bukan lagi sebuah hambatan untuk terus berkarya. (*)

2. Batik Samiadji

Ada satu misi yang diusung Griya Batik Samiaji dalam menekuni usaha ini. Yakni melestarikan budaya, khususnya Jawa. Karena itu, motif-motif yang dipilih pun lebih banyak didominasi oleh unsur budaya. Salah satunya topeng malangan. Ada pula motif desain tumbuhan dan hewan. Selain batik tulis, Griya Batik Samiadji juga memproduksi batik cap dengan pewarnaan sintetis dan warna alami ramah lingkungan yang tidak akan luntur.

Ukuran kain batik umumnya panjang 2,25 meter dan lebar 1,15 meter atau sesuai pesanan. Sangat cocok sebagai bahan kemeja, blues, maupun bawahan. (*)

3. Santana Collection

Usaha yang dirintis sejak sepuluh tahun lalu ini fokus pada sprei, set sarung bantal kursi, hingga baby set. Menggunakan bahan katun lokal, katun jepang dan king koil, membuat produk-produk Santana Collection sangat lembut. Keunggulan lain, semua barang bisa dipesan sesuai keinginan customer. Baik model maupun motif warnanya.

Para wanita dan ibu rumah tangga yang suka mempercantik tampilan ruangan, tidak salah jika memilih koleksi-koleksi Santana. Apalagi, hasil jahitannya tidak hanya rapi, tapi juga presisi, karena sebelum memilih motif, Santana membantu konsumen cara mengukur sprei yang benar alias anti geser. Tidak heran setelah pesan perdana, mereka akan repeat order. Santana Collection telah menjadi kebutuhan ibu-ibu dan wanita muda. (*)

4. Karang Wijaya Batik

Batik Karang Wijaya (ist)

Batik-batik Karang Wijaya merupakan hasil produksi dari tangan-tangan terampil para ibu-ibu yang berada di lingkungan tempat usaha ini. Yakni di wilayah Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji. Karena memang Batik Karang Wijaya lahir dari rumah produksi bernama Wong Kreatif. Tujuan awalnya pun mengajak kaum perempuan agar memiliki daya saing dan mandiri.

Selain batik tulis, dibuat pula batik cap, dan tie day. Beberapa hasilnya berupa shibori, craft, dan baju-baju. Untuk harga, berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 225 ribu. (*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/