alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Persiapan Uang Lebaran, BI Malang Sediakan Rp 4,5 Triliun

MALANG KOTA – Masa penukaran uang baru dibuka Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Malang mulai kemarin (3/5). Sesuai rencana, tahap penukaran uang yang banyak dicari masyarakat untuk persiapan lebaran itu akan dibuka selama 5 hari saja. Tepatnya sampai Jumat depan (7/5).

Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho mengatakan bila penukaran uang baru itu dapat dilakukan di beberapa titik. Ditotal olehnya, ada 84 titik perbankan dan 38 titik bank perkreditan rakyat (BPR) di Malang Raya yang bisa dimanfaatkan warga untuk menukarkan uang. Di momen jelang Lebaran tahun ini, total pihaknya telah menyiapkan uang kartal senilai Rp 4,511 triliun untuk kebutuhan penukaran. ”Pada tahun ini kami prediksi mengalami peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya Rp 3,072 triliun,” ujar Azka kepada Jawa Pos Radar Malang saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (3/5).

Penyediaan nominal itu diperhitungkan melalui estimasi kenaikan jumlah permintaan kebutuhan uang pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Dana tersebut dipersiapkan oleh BI Malang untuk penarikan oleh perbankan, kegiatan kas keliling wholesale kepada BPR di wilayah Malang, serta penukaran kepada stakeholder dan instansi atau lembaga negara yang menjadi mitra kerja BI.

Azka juga merinci bila masyarakat dapat menukarkan uangnya ke pecahan Rp 1.000 hingga Rp 20 ribu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa ketentuan yang diberlakukan. Yakni minimal menukarkan uang untuk satu pak pada setiap pecahannya. Misalnya pecahan seribu maka dalam satu pak berisi total Rp 100 ribu. Dari pantauan BI Malang, terlihat ada peningkatan penukaran pada uang pecahan kecil (UPK) sebesar Rp 0,487 triliun. Jumlah itu menurutnya naik 26,16 persen dibandingkan periode 2020 lalu yang berkisar di angka Rp 0,386 triliun.

Kenaikan itu menurutnya disebabkan beberapa faktor. Seperti tren pertumbuhan uang kartal dan preferensi perbankan menuju pecahan Rp 100 ribu. Lalu, adanya pelonggaran mobilitas masyarakat di tahun ini, dengan tidak adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti tahun lalu.

Berikutnya, kegiatan usaha di masyarakat juga perlahan membaik pasca program vaksinasi. ”Saat ini daya beli masyarakat mulai membaik dengan inflasi Kota Malang tercatat di angka 0,08 persen pada bulan Maret lalu,” tandasnya. (rmc/adn/c1/by)

MALANG KOTA – Masa penukaran uang baru dibuka Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Malang mulai kemarin (3/5). Sesuai rencana, tahap penukaran uang yang banyak dicari masyarakat untuk persiapan lebaran itu akan dibuka selama 5 hari saja. Tepatnya sampai Jumat depan (7/5).

Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho mengatakan bila penukaran uang baru itu dapat dilakukan di beberapa titik. Ditotal olehnya, ada 84 titik perbankan dan 38 titik bank perkreditan rakyat (BPR) di Malang Raya yang bisa dimanfaatkan warga untuk menukarkan uang. Di momen jelang Lebaran tahun ini, total pihaknya telah menyiapkan uang kartal senilai Rp 4,511 triliun untuk kebutuhan penukaran. ”Pada tahun ini kami prediksi mengalami peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya Rp 3,072 triliun,” ujar Azka kepada Jawa Pos Radar Malang saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (3/5).

Penyediaan nominal itu diperhitungkan melalui estimasi kenaikan jumlah permintaan kebutuhan uang pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Dana tersebut dipersiapkan oleh BI Malang untuk penarikan oleh perbankan, kegiatan kas keliling wholesale kepada BPR di wilayah Malang, serta penukaran kepada stakeholder dan instansi atau lembaga negara yang menjadi mitra kerja BI.

Azka juga merinci bila masyarakat dapat menukarkan uangnya ke pecahan Rp 1.000 hingga Rp 20 ribu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa ketentuan yang diberlakukan. Yakni minimal menukarkan uang untuk satu pak pada setiap pecahannya. Misalnya pecahan seribu maka dalam satu pak berisi total Rp 100 ribu. Dari pantauan BI Malang, terlihat ada peningkatan penukaran pada uang pecahan kecil (UPK) sebesar Rp 0,487 triliun. Jumlah itu menurutnya naik 26,16 persen dibandingkan periode 2020 lalu yang berkisar di angka Rp 0,386 triliun.

Kenaikan itu menurutnya disebabkan beberapa faktor. Seperti tren pertumbuhan uang kartal dan preferensi perbankan menuju pecahan Rp 100 ribu. Lalu, adanya pelonggaran mobilitas masyarakat di tahun ini, dengan tidak adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti tahun lalu.

Berikutnya, kegiatan usaha di masyarakat juga perlahan membaik pasca program vaksinasi. ”Saat ini daya beli masyarakat mulai membaik dengan inflasi Kota Malang tercatat di angka 0,08 persen pada bulan Maret lalu,” tandasnya. (rmc/adn/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru