alexametrics
21.1 C
Malang
Saturday, 2 July 2022

Tak Terpengaruh Pandemi, Indeks Keyakinan Konsumen Tumbuh

MALANG KOTA – Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terus membaik di triwulan III tahun ini. Hal ini terlihat dari hasil Survey Konsumen yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) triwulan III 2020 meningkat 3,25 dibandingkan triwulan II. Yakni sebesar 81,92, dibandingkan sebelumnya 78,60. Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan menjelaskan bahwa peningkatan IKK tersebut sejalan dengan peningkatan pada komponen indeks pembentuknya, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) pada triwulan III 2020 masing-masing sebesar 49,00 dan 114,83.

“Membaiknya keyakinan konsumen pada triwulan III tahun ini didorong oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi. Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini cenderung lebih baik dibandingkan persepsi pada triwulan sebelumnya, meskipun masih berada di zona pesimis,” ujar Azka.

Hal tersebut disebabkan oleh membaiknya persepsi terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama atau durable goods. Sementara itu, perbaikan ekspektasi konsumen ditopang oleh meningkatnya keyakinan terhadap perkiraan kondisi kegiatan usaha pada 6 bulan yang akan datang dibandingkan saat ini.

Sementara itu, terkait dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja KPw BI Malang, peningkatan kinerja ekonomi antara lain diperkirakan berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran yang meningkat seiring dengan optimisme peningkatan pada tingkat konsumsi masyarakat.

Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) KPw Bank Indonesia Malang mengindikasikan bahwa pada triwulan III 2020 terdapat kenaikan omzet secara total dari seluruh pedagang besar dan eceran dengan growth omzet mencapai 14,70% (qtq) lebih tinggi dibandingkan dengan growth omzet triwulan II 2020 sebesar -46,40% (qtq).

“Jenis usaha dengan pertumbuhan omzet tertinggi pada triwulan III 2020 adalah suku cadang dan aksesori yakni sebesar 39 persen, lalu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 34 persen, disusul oleh kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya sebesar 32 persen,” paparnya.

Pewarta: Arlita Ulya

MALANG KOTA – Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terus membaik di triwulan III tahun ini. Hal ini terlihat dari hasil Survey Konsumen yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) triwulan III 2020 meningkat 3,25 dibandingkan triwulan II. Yakni sebesar 81,92, dibandingkan sebelumnya 78,60. Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan menjelaskan bahwa peningkatan IKK tersebut sejalan dengan peningkatan pada komponen indeks pembentuknya, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) pada triwulan III 2020 masing-masing sebesar 49,00 dan 114,83.

“Membaiknya keyakinan konsumen pada triwulan III tahun ini didorong oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi. Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini cenderung lebih baik dibandingkan persepsi pada triwulan sebelumnya, meskipun masih berada di zona pesimis,” ujar Azka.

Hal tersebut disebabkan oleh membaiknya persepsi terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama atau durable goods. Sementara itu, perbaikan ekspektasi konsumen ditopang oleh meningkatnya keyakinan terhadap perkiraan kondisi kegiatan usaha pada 6 bulan yang akan datang dibandingkan saat ini.

Sementara itu, terkait dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja KPw BI Malang, peningkatan kinerja ekonomi antara lain diperkirakan berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran yang meningkat seiring dengan optimisme peningkatan pada tingkat konsumsi masyarakat.

Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) KPw Bank Indonesia Malang mengindikasikan bahwa pada triwulan III 2020 terdapat kenaikan omzet secara total dari seluruh pedagang besar dan eceran dengan growth omzet mencapai 14,70% (qtq) lebih tinggi dibandingkan dengan growth omzet triwulan II 2020 sebesar -46,40% (qtq).

“Jenis usaha dengan pertumbuhan omzet tertinggi pada triwulan III 2020 adalah suku cadang dan aksesori yakni sebesar 39 persen, lalu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 34 persen, disusul oleh kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya sebesar 32 persen,” paparnya.

Pewarta: Arlita Ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/