alexametrics
21.3 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Dukung Ekonomi Kreatif, Pemkot Target 1 Coworking Space 1 Kecamatan

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya mendukung dan mendorong ekonomi kreatif (ekraf). Salah satunya yakni dengan menyusun rencana penambahan coworking space. Hal ini dilatarbelakangi proporsi penduduk Kota Malang yang terdiri dari 50,65 persen generasi milenial dan generasi Z. Selain itu juga terdapat lebih dari 100 start-up yang berkembang di Kota Pendidikan ini.

Wali Kota Malang Sutiaji pun telah menuang potensi tersebut dalam misi kedua rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023.

“Misi tersebut adalah mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterpaduan serta menjadi bagian dari semangat The Future of Malang, yaitu Malang Creative dan Malang 4.0,” terang Sutiaji dalam acara Ngopi Ker (Ngobrol Penuh Inspirasi) secara virtual beberapa waktu lalu.

Untuk menunjang potensi ekraf, pemkot melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) berupaya menambah fasilitas coworking space bagi para pelaku industri kreatif. Coworking space, merupakan ruang kerja bersama yang dapat digunakan baik oleh orang-orang yang bekerja sendiri atau untuk komunitas.

Coworking space ini muncul sebagai alternatif dari ruang di gedung perkantoran yang relatif mahal. Kebutuhan atas ruang kerja ini muncul karena banyak bisnis start-up dan semakin diminatinya freelancer job,” ujar Kepala Disporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni.

“Serta untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif dengan kesempatan untuk berkolaborasi dan melakukan inovasi yang bertujuan untuk mendorong pergerakan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Saat ini, sudah ada empat lokasi coworking space di Kota Malang. Pertama di Stadion Gajayana Lantai 3 yang diperuntukan sektor foto/video dan seni musik (MMI). Sementara yang kedua terletak di Jalan Hamid Rusdi, Kelurahan Bunulrejo yang diperuntukkan bagi kegiatan seni pertunjukan, seni kriya dan seni budaya.

Selanjutnya, coworking space yang ketiga berada di GOR Ken Arok di Jalan Mayjen Sungkono. Tempat tersebut diperuntukkan bagi kegiatan seni rupa dan seni lukis, seni kriya dan seni pertunjukan. Dan coworking space yang keempat berada di Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun. Tempat tersebut digunakan untuk kegiatan seni pertunjukan dan kriya.

“Rencana pengembangan ke depan adalah menambah satu lokasi baru di Kecamatan Lowokwaru, sehingga target satu kecamatan satu coworking space dapat tercapai,” sambung Ida.

Ditanya soal kendala, Ida menyebut bahwa belum adanya tenaga yang standby di setiap lokasi menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus mereka tuntaskan. Selain itu, mapping peruntukkan coworking space juga belum bisa mencakup semua subsektor.

Karenanya, pihak disporapar kini tengah menggeber kolaborasi dengan perangkat daerah lain serta komunitas-komunitas kreatif yang ada di Kota Malang.

 

Pewarta: Andika Satria Perdana (cj7)

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya mendukung dan mendorong ekonomi kreatif (ekraf). Salah satunya yakni dengan menyusun rencana penambahan coworking space. Hal ini dilatarbelakangi proporsi penduduk Kota Malang yang terdiri dari 50,65 persen generasi milenial dan generasi Z. Selain itu juga terdapat lebih dari 100 start-up yang berkembang di Kota Pendidikan ini.

Wali Kota Malang Sutiaji pun telah menuang potensi tersebut dalam misi kedua rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023.

“Misi tersebut adalah mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterpaduan serta menjadi bagian dari semangat The Future of Malang, yaitu Malang Creative dan Malang 4.0,” terang Sutiaji dalam acara Ngopi Ker (Ngobrol Penuh Inspirasi) secara virtual beberapa waktu lalu.

Untuk menunjang potensi ekraf, pemkot melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) berupaya menambah fasilitas coworking space bagi para pelaku industri kreatif. Coworking space, merupakan ruang kerja bersama yang dapat digunakan baik oleh orang-orang yang bekerja sendiri atau untuk komunitas.

Coworking space ini muncul sebagai alternatif dari ruang di gedung perkantoran yang relatif mahal. Kebutuhan atas ruang kerja ini muncul karena banyak bisnis start-up dan semakin diminatinya freelancer job,” ujar Kepala Disporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni.

“Serta untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif dengan kesempatan untuk berkolaborasi dan melakukan inovasi yang bertujuan untuk mendorong pergerakan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Saat ini, sudah ada empat lokasi coworking space di Kota Malang. Pertama di Stadion Gajayana Lantai 3 yang diperuntukan sektor foto/video dan seni musik (MMI). Sementara yang kedua terletak di Jalan Hamid Rusdi, Kelurahan Bunulrejo yang diperuntukkan bagi kegiatan seni pertunjukan, seni kriya dan seni budaya.

Selanjutnya, coworking space yang ketiga berada di GOR Ken Arok di Jalan Mayjen Sungkono. Tempat tersebut diperuntukkan bagi kegiatan seni rupa dan seni lukis, seni kriya dan seni pertunjukan. Dan coworking space yang keempat berada di Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun. Tempat tersebut digunakan untuk kegiatan seni pertunjukan dan kriya.

“Rencana pengembangan ke depan adalah menambah satu lokasi baru di Kecamatan Lowokwaru, sehingga target satu kecamatan satu coworking space dapat tercapai,” sambung Ida.

Ditanya soal kendala, Ida menyebut bahwa belum adanya tenaga yang standby di setiap lokasi menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus mereka tuntaskan. Selain itu, mapping peruntukkan coworking space juga belum bisa mencakup semua subsektor.

Karenanya, pihak disporapar kini tengah menggeber kolaborasi dengan perangkat daerah lain serta komunitas-komunitas kreatif yang ada di Kota Malang.

 

Pewarta: Andika Satria Perdana (cj7)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/