alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

BI Malang Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang Terus Menguat

MALANG KOTA – Kondisi ekonomi Kota Malang berangsur membaik meski paparan Covid-19 varian Omicron tiada tanda-tanda berhenti. Sejumlah kalangan yakin, pemulihan ekonomi akan terus berajut dengan sejumlah fakta tren positifnya. Termasuk kian melandainya kasus harian Covid-19 untuk jenis Omicron.

Mengacu pada angka inflasi Year on Year (YoY), Bank Indonesia kantor Perwakilan Malang memproyeksi jika pertumbuhan perekonomian Kota Malang membaik tahun 2021 pada rentang 3,4 persen hingga 4,14 persen. Itu pun setelah mengalami kontraksi sebesar -2,26 persen pada tahun 2020.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Samsun Hadi. (ist)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Samsun Hadi menyatakan, perbaikan ekonomi  didorong oleh percepatan vaksinasi dan pembukaan sektor prioritas secara bertahap. “Sektor perdagangan dan pariwisata juga mulai kembali menggeliat pasca pelonggaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan standar prokes (protokol kesehatan) yang memadai,” ujar Samsun.

Meskipun pada awal tahun 2022 kasus Covid-19 varian Omicron menyebar di Kota Malang, Bank Indonesia Malang optimistis pertumbuhan ekonomi Kota Malang terus menguat di rentang 5,09 persen hingga 5,89 persen (YoY). “Optimisme ini didorong oleh adanya pengendalian kasus Covid-19 melalui percepatan vaksin booster,” terang Samsun.  Sejumlah aksi penggalangan vaksin booster memang dilakukan di Kota Malang. Seperti di mal Malang Town Square (Matos) dan Arena Bermain Anak Prokids akhir Februari lalu.

Terkait prospek ekonomi Malang, peneliti senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) Joko Budi Santoso SE ME menyatakan, inflasi di bulan Februari 2022 terlihat lebih landai dibandingkan capaian inflasi di bulan Januari. “Meskipun begitu, tetap harus ada pengendalian inflasi. Ini penting dilakukan agar moment pemulihan ekonomi 2021 yang membaik tetap berlanjut di 2022,” ujar Joko.

Menurut Joko, optimisme pemulihan ekonomi yang sudah mulai terbangun jangan sampai tergerus oleh inflasi yang menyebabkan “overhead” pada mesin pertumbuhan ekonomi. Di tahun 2021, mesin pertumbuhan ekonomi Kota Malang sudah mengindikasikan adanya pemulihan. Hal ini ditunjukkan dengan tumbuhnya sektor perdagangan dan transportasi pada kisaran 8 persen serta industri pengolahan yang tumbuh 3,05 persen. “Capaian ini akan berkelanjutan jika pemerintah mampu meredam dan mengendalikan penyebaran varian Omicron.

Selain itu progres vaksin booster juga menjadi kunci dan status pandemi segera bergeser ke endemik,” kata Joko. Tentunya, hal ini juga perlu diperkuat pula dengan kebijakan pendukung seperti keberlanjutan insentif fiskal seperti diskon dan penundaan pembayaran pajak, subsidi upah, dan bantuan usaha mikro. Satu hal yang tak kalah penting adalah penguatan daya beli masyarakat dengan berbagai program jaring pengaman sosial.

Percepatan penyaluran BNPT, dana desa dan BLT me[1]njadi kunci penggerak perekonomian daerah karena 67,77 persen perekonomian Kota Malang dipengaruhi sektor konsumsi rumah tangga. Lebih lanjut Joko memaparkan bahwa optimisme pemulihan ekonomi di awal tahun 2022 ditunjukan dengan geliat pariwisata.

Indikasi ini ditunjukkan dengan tingkat okupansi hotel yang relatif baik, yaitu pada kisaran 43-44 persen di bulan Januari, meskipun capaian ini tidak setinggi bulan Desember 2021. “Hal ini dapat dimaklumi, mengingat selama Januari lalu tidak ada libur akhir pekan yang panjang, pendidikan sudah mulai berjalan, dan aktivitas bisnis serta pemerintahan yang memanfaatkan fasilitas hotel masih sangat minim,” kata dia. (rb5/nay)

MALANG KOTA – Kondisi ekonomi Kota Malang berangsur membaik meski paparan Covid-19 varian Omicron tiada tanda-tanda berhenti. Sejumlah kalangan yakin, pemulihan ekonomi akan terus berajut dengan sejumlah fakta tren positifnya. Termasuk kian melandainya kasus harian Covid-19 untuk jenis Omicron.

Mengacu pada angka inflasi Year on Year (YoY), Bank Indonesia kantor Perwakilan Malang memproyeksi jika pertumbuhan perekonomian Kota Malang membaik tahun 2021 pada rentang 3,4 persen hingga 4,14 persen. Itu pun setelah mengalami kontraksi sebesar -2,26 persen pada tahun 2020.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Samsun Hadi. (ist)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Samsun Hadi menyatakan, perbaikan ekonomi  didorong oleh percepatan vaksinasi dan pembukaan sektor prioritas secara bertahap. “Sektor perdagangan dan pariwisata juga mulai kembali menggeliat pasca pelonggaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan standar prokes (protokol kesehatan) yang memadai,” ujar Samsun.

Meskipun pada awal tahun 2022 kasus Covid-19 varian Omicron menyebar di Kota Malang, Bank Indonesia Malang optimistis pertumbuhan ekonomi Kota Malang terus menguat di rentang 5,09 persen hingga 5,89 persen (YoY). “Optimisme ini didorong oleh adanya pengendalian kasus Covid-19 melalui percepatan vaksin booster,” terang Samsun.  Sejumlah aksi penggalangan vaksin booster memang dilakukan di Kota Malang. Seperti di mal Malang Town Square (Matos) dan Arena Bermain Anak Prokids akhir Februari lalu.

Terkait prospek ekonomi Malang, peneliti senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) Joko Budi Santoso SE ME menyatakan, inflasi di bulan Februari 2022 terlihat lebih landai dibandingkan capaian inflasi di bulan Januari. “Meskipun begitu, tetap harus ada pengendalian inflasi. Ini penting dilakukan agar moment pemulihan ekonomi 2021 yang membaik tetap berlanjut di 2022,” ujar Joko.

Menurut Joko, optimisme pemulihan ekonomi yang sudah mulai terbangun jangan sampai tergerus oleh inflasi yang menyebabkan “overhead” pada mesin pertumbuhan ekonomi. Di tahun 2021, mesin pertumbuhan ekonomi Kota Malang sudah mengindikasikan adanya pemulihan. Hal ini ditunjukkan dengan tumbuhnya sektor perdagangan dan transportasi pada kisaran 8 persen serta industri pengolahan yang tumbuh 3,05 persen. “Capaian ini akan berkelanjutan jika pemerintah mampu meredam dan mengendalikan penyebaran varian Omicron.

Selain itu progres vaksin booster juga menjadi kunci dan status pandemi segera bergeser ke endemik,” kata Joko. Tentunya, hal ini juga perlu diperkuat pula dengan kebijakan pendukung seperti keberlanjutan insentif fiskal seperti diskon dan penundaan pembayaran pajak, subsidi upah, dan bantuan usaha mikro. Satu hal yang tak kalah penting adalah penguatan daya beli masyarakat dengan berbagai program jaring pengaman sosial.

Percepatan penyaluran BNPT, dana desa dan BLT me[1]njadi kunci penggerak perekonomian daerah karena 67,77 persen perekonomian Kota Malang dipengaruhi sektor konsumsi rumah tangga. Lebih lanjut Joko memaparkan bahwa optimisme pemulihan ekonomi di awal tahun 2022 ditunjukan dengan geliat pariwisata.

Indikasi ini ditunjukkan dengan tingkat okupansi hotel yang relatif baik, yaitu pada kisaran 43-44 persen di bulan Januari, meskipun capaian ini tidak setinggi bulan Desember 2021. “Hal ini dapat dimaklumi, mengingat selama Januari lalu tidak ada libur akhir pekan yang panjang, pendidikan sudah mulai berjalan, dan aktivitas bisnis serta pemerintahan yang memanfaatkan fasilitas hotel masih sangat minim,” kata dia. (rb5/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/