alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Dukung PEN, OJK Dorong Penyaluran KUR Pertanian di Kabupaten Malang

KABUPATEN – Sektor pertanian mempunyai daya ungkit yang tinggi dalam ekosistem dari hulu ke hilir dalam ikatan rantai nilai, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan ekspor. Hal inilah yang menjadi latar belakang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendukung penuh upaya kolaboratif pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga dalam penyaluran dan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sabtu lalu (4/9), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso didampingi Bupati Malang HM Sanusi serta Direktur Bisnis UMKM PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Muhammad Iqbal melakukan peninjauan atas pelaksanaan KUR di Kluster Pertanian Alpukat Pameling di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Kunjungan tersebut sekaligus dalam rangka perluasan akses keuangan untuk mendorong pemulihan ekonomi di Kabupaten Malang terutama sektor unggulan yaitu pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Wimboh berdialog langsung dengan perwakilan gapoktan (gabungan kelompok tani) dan perwakilan PT Pameling Raja Nusantara (Paranusa). Ini untuk mendengarkan secara langsung perkembangan serta kendala-kendala yang dihadapi di lapangan terkait dengan implementasi kebijakan stimulus dikeluarkan OJK dan pemerintah dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kabupaten Malang.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis penyaluran KUR kepada kelompok tani Sumber Rejeki dari Desa Pujon dan Gapoktan Nakulo dari desa Wonorejo dengan masing-masing kredit KUR sebesar Rp 50 juta per petani. Sampai dengan Agustus 2021, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. telah menyalurkan KUR sebesar Rp 4.2 miliar kepada 4 poktan/gapoktan.

Sementara itu, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam pemulihan ekonomi nasional. “Kami juga terus mendorong industri jasa keuangan berinovasi dan memberi layanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut Sugiarto menjelaskan, hingga 31 Agustus 2021, bank Himbara di Kabupaten Malang telah menyalurkan KUR senilai Rp 2,10 triliun kepada 52.018 debitur. Bank BRI memimpin dengan penyaluran Rp 1,2 triliun dari 37.394 debitur. Diikuti BNI dengan Rp 514 miliar dari 7.804 debitur dan Mandiri dengan Rp 370,87 miliar dari 6.820 debitur.

“Percepatan dan perluasan akses pembiayaan bukanlah satu-satunya masalah dalam penyaluran KUR sektor pertanian. Permasalahan utamanya ada pada penilaian kelayakan usaha yang harus komprehensif. Risiko tersebut perlu dimitigasi, baik secara individu maupun kelompok, sehingga bisa menghasilkan nilai ekonomi,” papar Sugiarto.

Untuk meningkatkan akses pembiayaan perbankan kepada para petani, OJK mengupayakan agar diperbanyak pembentukan klaster pertanian dengan menciptakan ekosistem di kalangan petani yang mempermudah proses pengajuan, pencairan dan penjaminan kredit, hingga pemasaran produk pertanian. Selain itu, kendala dalam penyaluran KUR klaster pertanian yaitu skim pembiayaan KUR tenor-nya tidak sesuai dengan kebutuhan masa tanam petani.

“Pembentukan  kluster pertanian akan mendorong penyaluran KUR Sektor pertanian lantaran akan dapat menghilangkan hambatan-hambatan yang selama ini dihadapi para petani sehingga pada akhirnya akan terwujud suatu ekosistem pertanian dari hulu ke hilir yang terintegrasi, sehingga akan meningkatkan kepercayaan bank untuk menyalurkan kredit kepada para petani,” tandasnya. (dik/rmc)

KABUPATEN – Sektor pertanian mempunyai daya ungkit yang tinggi dalam ekosistem dari hulu ke hilir dalam ikatan rantai nilai, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan ekspor. Hal inilah yang menjadi latar belakang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendukung penuh upaya kolaboratif pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga dalam penyaluran dan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sabtu lalu (4/9), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso didampingi Bupati Malang HM Sanusi serta Direktur Bisnis UMKM PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Muhammad Iqbal melakukan peninjauan atas pelaksanaan KUR di Kluster Pertanian Alpukat Pameling di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Kunjungan tersebut sekaligus dalam rangka perluasan akses keuangan untuk mendorong pemulihan ekonomi di Kabupaten Malang terutama sektor unggulan yaitu pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Wimboh berdialog langsung dengan perwakilan gapoktan (gabungan kelompok tani) dan perwakilan PT Pameling Raja Nusantara (Paranusa). Ini untuk mendengarkan secara langsung perkembangan serta kendala-kendala yang dihadapi di lapangan terkait dengan implementasi kebijakan stimulus dikeluarkan OJK dan pemerintah dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kabupaten Malang.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis penyaluran KUR kepada kelompok tani Sumber Rejeki dari Desa Pujon dan Gapoktan Nakulo dari desa Wonorejo dengan masing-masing kredit KUR sebesar Rp 50 juta per petani. Sampai dengan Agustus 2021, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. telah menyalurkan KUR sebesar Rp 4.2 miliar kepada 4 poktan/gapoktan.

Sementara itu, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam pemulihan ekonomi nasional. “Kami juga terus mendorong industri jasa keuangan berinovasi dan memberi layanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut Sugiarto menjelaskan, hingga 31 Agustus 2021, bank Himbara di Kabupaten Malang telah menyalurkan KUR senilai Rp 2,10 triliun kepada 52.018 debitur. Bank BRI memimpin dengan penyaluran Rp 1,2 triliun dari 37.394 debitur. Diikuti BNI dengan Rp 514 miliar dari 7.804 debitur dan Mandiri dengan Rp 370,87 miliar dari 6.820 debitur.

“Percepatan dan perluasan akses pembiayaan bukanlah satu-satunya masalah dalam penyaluran KUR sektor pertanian. Permasalahan utamanya ada pada penilaian kelayakan usaha yang harus komprehensif. Risiko tersebut perlu dimitigasi, baik secara individu maupun kelompok, sehingga bisa menghasilkan nilai ekonomi,” papar Sugiarto.

Untuk meningkatkan akses pembiayaan perbankan kepada para petani, OJK mengupayakan agar diperbanyak pembentukan klaster pertanian dengan menciptakan ekosistem di kalangan petani yang mempermudah proses pengajuan, pencairan dan penjaminan kredit, hingga pemasaran produk pertanian. Selain itu, kendala dalam penyaluran KUR klaster pertanian yaitu skim pembiayaan KUR tenor-nya tidak sesuai dengan kebutuhan masa tanam petani.

“Pembentukan  kluster pertanian akan mendorong penyaluran KUR Sektor pertanian lantaran akan dapat menghilangkan hambatan-hambatan yang selama ini dihadapi para petani sehingga pada akhirnya akan terwujud suatu ekosistem pertanian dari hulu ke hilir yang terintegrasi, sehingga akan meningkatkan kepercayaan bank untuk menyalurkan kredit kepada para petani,” tandasnya. (dik/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/