alexametrics
24C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Guru Besar Unisma Bocorkan Peta Perekonomian Jatim di Raker KPEU MUI

PROBOLINGGO – Tak lama setelah melakukan rapat pertama di sekitaran Bandara Juanda, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar rapat kerja (raker). Pembukaan Raker dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo pada Sabtu (3/4) lalu. Hadir dalam kesempatan tersebut, selain para pengurus KPEU, juga tiga tokoh penting di Jawa Timur, yaitu Prof Dr KH Abdul Halim Subahar yang mewakili Ketua Umum MUI Jatim KH A Hasan Mutawakkil Alallah SH MM, Prof Dr Mas’ud Said, Dewan Ahli Gubernur Jawa Timur, dan Arief Wicaksono, Pimdiv Syariah Bank Jatim Syariah.

Dalam kesempatan tersebut Prof Mas’ud membeberkan peta perekonomian Jawa Timur masa kini dan prediksi masa yang akan datang. Guru Besar Universitas Islam Malang (Unisma) itu, data-data penting tersebut belum pernah dia keluarkan sebelumnya.

“Inilah istimewanya KPEU MUI Jawa Timur. Bisa mendapatkan data-data secret dalam kesempatan pertama,” kata Prof Mas’ud sambil berkelakar.

Usai pembukaan, para tokoh dan pengurus KPEU sowan ke ndalem KH Zuhri Zaini, tokoh sepuh pengasuh Pondok Nurul Jadid. Setelah mendapatkan wejangan dan doa restu dari Kiai Zuhri, para pengurus menuju pantai Duta untuk naik boat menuju pantai Pasir Putih. Di sanalah mereka akan melakukan raker selama dua hari.

Bahkan setelah pembahasan materi Raker dan peninjauan lokasi yang bakal menjadi bidang garap pertama selesai, mereka dijamu di salah satu rumah makan di kota Situbondo, milik salah seorang alumni Pondok Nurul Jadid. Rumah Makan Mak Lika, nama rumah makan tersebut, menyediakan menu favorit gulai kepala ikan kakap, pepes bandeng tanpa duri, dan kare rajungan.

“Ini benar-benar Raker yang luar biasa. Ada diskusi perencanaan programnya, ada wisata baharinya, ada peninjauan lokasi obyek, ada wisata kulinernya. Lengkap sudah,” kata M Subhan, salah seorang pengurus KPEU MUI yang mengikuti seluruh rangkaian acara Raker.(*)

PROBOLINGGO – Tak lama setelah melakukan rapat pertama di sekitaran Bandara Juanda, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar rapat kerja (raker). Pembukaan Raker dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo pada Sabtu (3/4) lalu. Hadir dalam kesempatan tersebut, selain para pengurus KPEU, juga tiga tokoh penting di Jawa Timur, yaitu Prof Dr KH Abdul Halim Subahar yang mewakili Ketua Umum MUI Jatim KH A Hasan Mutawakkil Alallah SH MM, Prof Dr Mas’ud Said, Dewan Ahli Gubernur Jawa Timur, dan Arief Wicaksono, Pimdiv Syariah Bank Jatim Syariah.

Dalam kesempatan tersebut Prof Mas’ud membeberkan peta perekonomian Jawa Timur masa kini dan prediksi masa yang akan datang. Guru Besar Universitas Islam Malang (Unisma) itu, data-data penting tersebut belum pernah dia keluarkan sebelumnya.

“Inilah istimewanya KPEU MUI Jawa Timur. Bisa mendapatkan data-data secret dalam kesempatan pertama,” kata Prof Mas’ud sambil berkelakar.

Usai pembukaan, para tokoh dan pengurus KPEU sowan ke ndalem KH Zuhri Zaini, tokoh sepuh pengasuh Pondok Nurul Jadid. Setelah mendapatkan wejangan dan doa restu dari Kiai Zuhri, para pengurus menuju pantai Duta untuk naik boat menuju pantai Pasir Putih. Di sanalah mereka akan melakukan raker selama dua hari.

Bahkan setelah pembahasan materi Raker dan peninjauan lokasi yang bakal menjadi bidang garap pertama selesai, mereka dijamu di salah satu rumah makan di kota Situbondo, milik salah seorang alumni Pondok Nurul Jadid. Rumah Makan Mak Lika, nama rumah makan tersebut, menyediakan menu favorit gulai kepala ikan kakap, pepes bandeng tanpa duri, dan kare rajungan.

“Ini benar-benar Raker yang luar biasa. Ada diskusi perencanaan programnya, ada wisata baharinya, ada peninjauan lokasi obyek, ada wisata kulinernya. Lengkap sudah,” kata M Subhan, salah seorang pengurus KPEU MUI yang mengikuti seluruh rangkaian acara Raker.(*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru