alexametrics
Friday, August 14, 2020

Baru 26,98 Persen Anggaran Covid-19 Malang Raya Terserap, Sisanya…

- Advertisement -
- Advertisement -

MALANG KOTA – Anggaran untuk penanganan dampak pandemi virus korona (Covid-19) di Malang Raya, yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu cukup besar. Sayangnya, dana yang sudah dikucurkan hingga akhir Juni lalu masih sedikit. Dari penelusuran Jawa Pos Radar Malang, dana yang sudah dikucurkan hanya Rp 211,4 miliar atau 26,98 persen dari total Rp 783,72 miliar. Lantas, sisanya sebesar Rp 572,32 miliar atau 73,02 persen kemana?
Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menjelaskan, anggaran Covid-19 mencapai Rp 210,72 miliar. Rinciannya: Rp 2,15 miliar dari alokasi belanja tidak terduga APBD 2020 dan Rp 83,57 miliar dari refocusing dan realokasi APBD 2020. Ditambah, anggaran pembangunan Malang Creative Center (MCC) sebesar Rp 125 miliar ikut digeser untuk penanggulangan Covid-19. Untuk penyerapan sampai akhir Juni ini baru Rp 85,72 miliar.
Wasto menambahkan, dana yang disiapkan Pemkot Malang masih ada lagi. Yakni, diambil dari dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) 2019. Dari total silpa Rp 743 miliar, dana Rp 259 miliar yang akan dialokasikan untuk penanganan Covid. ”Silpa tak bisa 100 persen digunakan untuk Covid-19. Sebab, ada yang sudah dicairkan di beberapa kegiatan,” terang Wasto.
Menurut Wasto, memang masa penyaluran bantuan sosial itu cukup panjang. Sampai Desember 2020. Sehingga dana yang sudah disediakan di APBD tidak akan dihabis-habiskan saat ini saja.
”Makanya, saya minta badan keuangan dan aset daerah (BKAD) menyisir kegiatan yang sudah selesai, tapi belum dicairkan, wajib dipelototi. Nanti kita hitung ketemunya berapa, ya itu yang dilakukan (ditambahkan),” tambah pejabat asal Gunung Kidul, Jogjakarta, itu.
Penyerapan yang terkesan seret juga terjadi di Pemkab Malang. Dari total anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 471 miliar, baru terserap Rp 100 miliar. Masih ada sisa Rp 371 miliar.
Bupati Malang Drs H M Sanusi menuturkan bahwa dana tersisa itu untuk cadangan sampai tiga bulan ke depan. ”Nanti setelah Covid-19 ini selesai, baru ketahuan sisa pastinya berapa,” ungkap Sanusi kemarin (6/7).
Dia menjelaskan, konsentrasi Pemkab Malang berikutnya adalah peningkatan infrastruktur jalan serta irigrasi menjadi kebutuhan yang paling mendesak saat ini. ”Dan yang paling utama adalah program yang sifatnya bisa mendongkrak perekonomian warga pasca pandemi ini,” ujar Sanusi.
Sementara, penyerapan anggaran dana penanganan dampak Covid-19 di Kota Batu juga rendah. Dari Rp 102 miliar yang disediakan, hanya terserap Rp 25,7 miliar hingga akhir Juni. Masih tersisa Rp 76,3 miliar. Meski begitu, penyaluran bantuan jaring pengaman sosial (JPS) masih berlanjut.
Wali Kota Batu Hj Dra Dewanti Rumpoko MSi menegaskan, ketika Kota Batu masih dalam masa transisi new normal, bantuan JPS masih bisa diberikan. Dan jika masih saja ada dana sisa, maka anggaran akan difokuskan untuk pemulihan ekonomi. Teknisnya bisa dalam bentuk fasilitas seperti pemotongan retribusi kepada para pelaku usaha wisata yang terdampak.
Menurut Dewanti, sisa anggaran nanti akan diatur dinas yang terkait dengan pemulihan ekonomi seperti dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu. Dana sisa itu untuk stimulus bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pedagang kaki lima.
”Kemudian dinas pertanian juga bisa memberdayakan kembali kelompok tani yang ada dan petani, khususnya pertanian bunga yang terdampak, bisa diberikan bantuan seperti bibit, itu yang bisa dilakukan,” kata Dewanti.
Nantinya sebelum perubahan anggaran keuangan (PAK) bulan Juli ini, pihaknya akan meminta dinas-dinas untuk merinci anggaran yang dilakukan refocusing dan realokasi. Dia juga mengatakan untuk kegiatan fisik yang mungkin bisa dan urgen untuk dilakukan pada 2020 ini. ”Contohnya pembangunan gorong-gorong,” kata Dewanti. (san/iik/nug/c2/abm)
Pewarta: Sandra Desi C, Farik Fajarwati, Nugraha Perdana
Foto: Grafis Radar Malang
Editor: Hendarmono Al Sidarto

- Advertisement -

Latest news

Kaget Pengumuman Dimajukan, Peserta SBMPTN Deg-degan

“Deg-degan sampai sekarang. Tahu informasi perubahan dari internet,” kata gadis asal Kelurahan Sawojajar, Kota Malang ini kepada Radar Malang, Kamis (13/8).
- Advertisement -

Layanan Medis Komprehensif RSPH Raih Predikat Terbaik di RMA 2020

Rumah Sakit Prima Husada (RSPH) berhasil menyabet penghargaan sebagai “Type C Hospital with The Most Comprehensive Healthcare Facilities” di Radar Malang Award 2020. Penghargaan diberikan Kamis (13/8) oleh Direktur Radar Malang Kurniawan Muhammad, kepada Komisaris Utama PT Disa Prima Medika (RSHP), dr Sadi Hariono MMRS didampingi Direktur Utama PT Disa Prima Medika Endang Susilowati.

Bawa 32 Tabung Elpiji dan Bensin, Espass Meledak Bakar Pengemudi

Mobil bernopol N 541 DR tersebut tengah mengangkut 32 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 2 buah jeriken berisi bensin.

OJK Malang: Per 30 Juli, Kredit 282.510 Nasabah Direstrukturisasi

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri merinci, dari total nilai restrukturisasi kredit tersebut, industri perbankan di wilayah kerja OJK Malang menyasar 85.402 debitor dengan total baki debet sebesar Rp 8,58 triliun.

Related news

OJK Malang: Per 30 Juli, Kredit 282.510 Nasabah Direstrukturisasi

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri merinci, dari total nilai restrukturisasi kredit tersebut, industri perbankan di wilayah kerja OJK Malang menyasar 85.402 debitor dengan total baki debet sebesar Rp 8,58 triliun.

Pacu DPK, BNI Syariah Geber Program Merdeka Berhasanah

Bersamaan dengan euforia perayaan kemerdekaan RI ke-75, BNI Syariah memberikan apresiasi kepada para nasabah melalui program terbaru bernama Merdeka ber-Hasanah. Program menabung berhadiah ini berlaku sejak 10 Agustus lalu hingga 21 Agustus mendatang.

Bank Bukopin Hadirkan Program Deposito Merdeka Seru

JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun, Bank Bukopin menghadirkan program khusus. Yakni produk Deposito Merdeka Seru dengan special rate hingga 7,5%.

Siap-Siap, NJOP Kawasan Bisnis, Industri, dan Perkantoran Dinaikkan

Kawasan yang akan disasar kenaikan NJOP terutama di lokasi tertentu (non permukiman), seperti kawasan bisnis, industri, niaga, komersial, perdagangan, dan perkantoran.
- Advertisement -