KOTA BATU- Menjelang tahun ajaran baru 2020/2021 pada 13 Juli depan, jumlah nasabah di Pegadaian Kota Batu yang melakukan transaksi gadai mayoritas dilakukan oleh emak-emak atau ibu rumah tangga dan emas sebagai barang gadai.
Pimpinan Cabang Pegadaian Tlogomas Supriyadi mengungkapkan, jumlah nasabah di pegadaian Kota Batu yang melakukan transaksi gadai di kisaran 75-100 orang per hari. “Mayoritas memang dari sektor ibu rumah tangga,” kata Supriyadi.
Sejauh ini, lanjut dia, peningkatan transaksi di pegadaian terjadi pada produk Kredit Cepat Aman (KCA). Sedangkan barang yang ditukarkan didominasi oleh perhiasan emas yakni mencapai 95 persen.
“Banyaknya kebutuhan untuk anak sekolah pada tahun ajaran baru membuat beberapa warga Kota Batu memilih menggadaikan barang berharganya. Hal itu yang menjadi penyebab meningkatnya jumlah outstanding loan (OSL) atau penyaluran pinjaman di pegadaian,” kata Supriyadi.
Menurut dia, peningkatan OSL menjelang tahun ajaran baru memang kerap terjadi, terlebih saat ini juga tengah diserang pandemi Covid-19. Sehingga, tidak mengherankan jika peningkatannya mencapai hingga 20 persen.
Pimpinan yang juga membawahi Unit Pegadaian di Kota Batu itu menambahkan, meski tengah diberlakukan belajar dari rumah atau daring, namun biaya sekolah tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Mungkin untuk kebutuhan sekolah dan kebutuhan harian,” tebaknya.
Apalagi, dia melanjutkan, tingkat perekonomian di tengah pandemi ini juga menurun. Oleh karena itu, kemungkinan besar mereka memilih untuk menukarkan barang atau perhiasan yang dimiliki dengan uang dalam waktu tertentu.
Terlebih, Supri juga membeberkan, harga emas yang memang selalu fluktuatif, beberapa waktu lalu juga sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan. “Jadi nominal yang mereka dapatkan juga akan lebih banyak,” ucapnya.
Namun, sebaliknya, untuk gadai menggunakan jaminan BPKB atau sertifikat justru terjadi penurunan.
Pewarta : Ulfa Afrian
Foto : Ulfa Afrian
Editor: Hendarmono Al Sidarto