alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Hermawan Kartajaya Bagikan Tips Marketing 2021, Kuasai Social Culture

MALANG KOTA – Iklim usaha terus berubah, strategi harus berganti. Itulah yang disampaikan oleh Hermawan Kartajaya dalam Webinar “Re Thinking The Competition” Kamis (8/4) malam.

Salah satunya berkaitan dengan social culture. “Kalau dulu ke pemerintah dahulu baru public relation ke masyarakat, sekarang di balik,” kata dia.

Ia mencontohkan ojek online, Gojek. Polemik kehadiran Gojek saat kali pertama muncul bisa diselesaikan dengan manis oleh strategi public relation yang baik.

“Itu disukai orang, tapi sampai sekarang masih bingung itu transportasi apa dan sempat dimusuhi. Nah, di situ peran public relation untuk menjelaskan dengan benar agar semua pihak tahu,” tambahnya.

Hermawan juga mengatakan, bahwa masih ada persepsi yang salah soal marketing. Menurutnya, penjualan, iklan dan komunikasi bukanlah inti utama. “Memahami dulu keadaan sekitar, value-nya bagaimana yang berlaku, itu dulu,” kata dia.

Setidaknya ada teknologi, ekonomi market, political legal dan social value yang menjadi nilai. Namun semuanya harus berujung pada kemaslahatan manusia.

“Teknologi mutakhir tidak dipakai, value Anda tidak bisa naik. Tapi ingat market itu manusia, yang artinya harus berguna untuk kemaslahatan manusia, kalau tidak ya tidak akan diterima,” kata dia.

Ia menyontohkan, teknologi mutakhir digunakan untuk kejahatan, bukan untuk kemaslahatan umat, maka secara otomatis hal tersebut akan ditolak oleh social culture.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Iklim usaha terus berubah, strategi harus berganti. Itulah yang disampaikan oleh Hermawan Kartajaya dalam Webinar “Re Thinking The Competition” Kamis (8/4) malam.

Salah satunya berkaitan dengan social culture. “Kalau dulu ke pemerintah dahulu baru public relation ke masyarakat, sekarang di balik,” kata dia.

Ia mencontohkan ojek online, Gojek. Polemik kehadiran Gojek saat kali pertama muncul bisa diselesaikan dengan manis oleh strategi public relation yang baik.

“Itu disukai orang, tapi sampai sekarang masih bingung itu transportasi apa dan sempat dimusuhi. Nah, di situ peran public relation untuk menjelaskan dengan benar agar semua pihak tahu,” tambahnya.

Hermawan juga mengatakan, bahwa masih ada persepsi yang salah soal marketing. Menurutnya, penjualan, iklan dan komunikasi bukanlah inti utama. “Memahami dulu keadaan sekitar, value-nya bagaimana yang berlaku, itu dulu,” kata dia.

Setidaknya ada teknologi, ekonomi market, political legal dan social value yang menjadi nilai. Namun semuanya harus berujung pada kemaslahatan manusia.

“Teknologi mutakhir tidak dipakai, value Anda tidak bisa naik. Tapi ingat market itu manusia, yang artinya harus berguna untuk kemaslahatan manusia, kalau tidak ya tidak akan diterima,” kata dia.

Ia menyontohkan, teknologi mutakhir digunakan untuk kejahatan, bukan untuk kemaslahatan umat, maka secara otomatis hal tersebut akan ditolak oleh social culture.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru