alexametrics
22 C
Malang
Friday, 27 May 2022

2021, Penyaluran Kredit Kota Malang Lampaui Nasional

MALANG KOTA – Mulai membaiknya sektor ekonomi di Malang raya diwarnai tren positif penyaluran kredit baru yang mengalami peningkatan. Bahkan pertumbuhannya mencapai 3,47 persen, melampaui angka nasional.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan, hingga bulan September lalu, terjadi peningkatan kredit di masyarakat sebesar 3,47 persen. Angka itu tumbuh jauh lebih tinggi dari kondisi nasional yakni hanya 2,21 persen. Artinya, persentase pertumbuhannya jauh lebih tinggi dari nasional. “Kami harap ini membawa dampak bagi membaiknya perekonomian daerah,” ungkapnya.

Sementara untuk dana dari pihak ketiga yang dihimpun dari perbankan mencapai 10,44 persen. “Ini menunjukkan aktivitas intermediasi perbankan ke masyarakat berjalan dengan cukup baik,” katanya.

Hal ini juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang juga menunjukkan trend positif. Misalnya, permintaan Kredit pelaku UMKM di Malang raya yang terus mengalami peningkatan.

Secara umum, Sugiarto melanjutkan, share kredit kepada UMKM di Kota Malang tercatat 33 persen dari total penyaluran kredit perbankan di Kota Malang. Artinya, masih tersedia ruang cukup lebar bagi perbankan di Kota Malang untuk melakukan penyaluran kredit kepada UMKM melalui kredit program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro.

Akan tetapi, menurut dia, masih belum pulihnya aktivitas masyarakat pasca pembatasan mobilitas sejak hari raya Idul Fitri lalu berdampak pada rendahnya permintaan kredit oleh pelaku UMKM. Di lain pihak, perbankan juga masih fokus menyelesaikan restrukturisasi kredit dalam membantu debitur UMKM yang eksisting agar memiliki ruang gerak untuk pulih dari dampak pandemi ini. “Tetapi potensi pertumbuhan kredit kepada pelaku UMKM di Kota Malang masih cukup bagus untuk digarap oleh perbankan,” ungkapnya.

Jika dilihat data dari bulan ke bulan, Sugiarto menyebutkan, permintaan kredit oleh pelaku UMKM di tahun 2020 secara bulanan menunjukkan pertumbuhan positif. Namun angkanya mulai melambat di triwulan 4 tahun 2020 dan triwulan 1 tahun 2021. Sedangkan pada triwulan 2 tahun 2021, dia menyampaikan bila permintaan kredit kembali menunjukkan arah positif secara bulanan.

“Karena momen Lebaran, tapi kembali turun di akhir Juni 2021 karena terdampak PPKM Darurat,” ungkapnya.

Meski pandemi Covid-19 masih memiliki dampak pelemahan ekonomi, namun semua insan lembaga jasa keuangan memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Pihaknya berharap kasus Covid-19 segera bisa ditekan terus dengan menerapkan protokol kesehatan yang benar. “Sehingga kegiatan ekonomi juga terus membaik,” pungkasnya. (ulf/nay/rmc)

MALANG KOTA – Mulai membaiknya sektor ekonomi di Malang raya diwarnai tren positif penyaluran kredit baru yang mengalami peningkatan. Bahkan pertumbuhannya mencapai 3,47 persen, melampaui angka nasional.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan, hingga bulan September lalu, terjadi peningkatan kredit di masyarakat sebesar 3,47 persen. Angka itu tumbuh jauh lebih tinggi dari kondisi nasional yakni hanya 2,21 persen. Artinya, persentase pertumbuhannya jauh lebih tinggi dari nasional. “Kami harap ini membawa dampak bagi membaiknya perekonomian daerah,” ungkapnya.

Sementara untuk dana dari pihak ketiga yang dihimpun dari perbankan mencapai 10,44 persen. “Ini menunjukkan aktivitas intermediasi perbankan ke masyarakat berjalan dengan cukup baik,” katanya.

Hal ini juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang juga menunjukkan trend positif. Misalnya, permintaan Kredit pelaku UMKM di Malang raya yang terus mengalami peningkatan.

Secara umum, Sugiarto melanjutkan, share kredit kepada UMKM di Kota Malang tercatat 33 persen dari total penyaluran kredit perbankan di Kota Malang. Artinya, masih tersedia ruang cukup lebar bagi perbankan di Kota Malang untuk melakukan penyaluran kredit kepada UMKM melalui kredit program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro.

Akan tetapi, menurut dia, masih belum pulihnya aktivitas masyarakat pasca pembatasan mobilitas sejak hari raya Idul Fitri lalu berdampak pada rendahnya permintaan kredit oleh pelaku UMKM. Di lain pihak, perbankan juga masih fokus menyelesaikan restrukturisasi kredit dalam membantu debitur UMKM yang eksisting agar memiliki ruang gerak untuk pulih dari dampak pandemi ini. “Tetapi potensi pertumbuhan kredit kepada pelaku UMKM di Kota Malang masih cukup bagus untuk digarap oleh perbankan,” ungkapnya.

Jika dilihat data dari bulan ke bulan, Sugiarto menyebutkan, permintaan kredit oleh pelaku UMKM di tahun 2020 secara bulanan menunjukkan pertumbuhan positif. Namun angkanya mulai melambat di triwulan 4 tahun 2020 dan triwulan 1 tahun 2021. Sedangkan pada triwulan 2 tahun 2021, dia menyampaikan bila permintaan kredit kembali menunjukkan arah positif secara bulanan.

“Karena momen Lebaran, tapi kembali turun di akhir Juni 2021 karena terdampak PPKM Darurat,” ungkapnya.

Meski pandemi Covid-19 masih memiliki dampak pelemahan ekonomi, namun semua insan lembaga jasa keuangan memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Pihaknya berharap kasus Covid-19 segera bisa ditekan terus dengan menerapkan protokol kesehatan yang benar. “Sehingga kegiatan ekonomi juga terus membaik,” pungkasnya. (ulf/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/