alexametrics
21.6 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Simpanan Tak Layak Bayar Didominasi Bunga Diatas Bunga Penjaminan

MALANG—Prosentase simpanan dana di bank yang dinyatakan tak layak bayar oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saat banknya dilikuidasi didominasi kasus bunga yang melebihi bunga tingkat penjaminan LPS.

Sekretaris LPS, Dimas Yuliharso, mengatakan terdapat Rp370,28 miliar (18 persen) milik 18.089 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T).

“Persentase paling besar dari simpanan yang tidak layak bayar, yakni sebesar Rp284,97 miliar (77 persen) disebabkan karena bunga simpanan yang diterima nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan LPS,” katanya  pada UKW Angkatan 37 dan 38 PWI Malang Raya, Jumat (3/12/2021).

Berdasarkan data klaim penjaminan per Oktober 2021, total simpanan atas bank yang dilikuidasi LPS per Oktober 2021 ialah Rp2,06 triliun. Dari total simpanan tersebut, terdapat Rp1,69 triliun (82%) yang dinyatakan layak bayar dan telah dibayarkan LPS kepada 263.533 nasabah bank. Dan terdapat Rp370,28 miliar (18%) milik 18.089 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T).

Sebagai informasi, persentase paling besar dari simpanan yang tidak layak bayar yakni sebesar Rp284,97 (77%) disebabkan karena bunga simpanan yang diterima nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.

Nasabah diharapkan cermat terhadap tawaran cashback atau pemberian uang tunai. Berdasarkan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan (PLPS) Nomor 2/PLPS/2010 Pasal 42 ayat 2 menyatakan bahwa pemberian uang dalam rangka penghimpunan dana juga termasuk komponen perhitungan bunga. Jika perhitungan cashback dan bunga yang diberikan melebihi tingkat bunga penjaminan maka simpanan tidak dijamin LPS. (*/mas)

MALANG—Prosentase simpanan dana di bank yang dinyatakan tak layak bayar oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saat banknya dilikuidasi didominasi kasus bunga yang melebihi bunga tingkat penjaminan LPS.

Sekretaris LPS, Dimas Yuliharso, mengatakan terdapat Rp370,28 miliar (18 persen) milik 18.089 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T).

“Persentase paling besar dari simpanan yang tidak layak bayar, yakni sebesar Rp284,97 miliar (77 persen) disebabkan karena bunga simpanan yang diterima nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan LPS,” katanya  pada UKW Angkatan 37 dan 38 PWI Malang Raya, Jumat (3/12/2021).

Berdasarkan data klaim penjaminan per Oktober 2021, total simpanan atas bank yang dilikuidasi LPS per Oktober 2021 ialah Rp2,06 triliun. Dari total simpanan tersebut, terdapat Rp1,69 triliun (82%) yang dinyatakan layak bayar dan telah dibayarkan LPS kepada 263.533 nasabah bank. Dan terdapat Rp370,28 miliar (18%) milik 18.089 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T).

Sebagai informasi, persentase paling besar dari simpanan yang tidak layak bayar yakni sebesar Rp284,97 (77%) disebabkan karena bunga simpanan yang diterima nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.

Nasabah diharapkan cermat terhadap tawaran cashback atau pemberian uang tunai. Berdasarkan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan (PLPS) Nomor 2/PLPS/2010 Pasal 42 ayat 2 menyatakan bahwa pemberian uang dalam rangka penghimpunan dana juga termasuk komponen perhitungan bunga. Jika perhitungan cashback dan bunga yang diberikan melebihi tingkat bunga penjaminan maka simpanan tidak dijamin LPS. (*/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/