alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Dilarang Pakai Plastik Sekali Pakai, Begini Respon UMKM

MALANG KOTA – Pemerintah Kota Malang resmi mengeluarkan SE Nomor 8 Tahun 2021 mengenai pengurangan sampah plastik. Salah satu isi peraturan tersebut, yakni larangan penggunaan wadah plastik sekali pakai.

Menanggapi peraturan itu, salah satu pelaku UMKM yang bergerak dalam bidang minuman kemasan memberikan pandangannya.

“Kalau selaku pelaku usaha sih, sebenernya manut manut saja ada peraturan itu, yang penting kan masyarakatnya mengetahui (peraturan itu) dan sadar dulu. Kalau masyarakatnya selaku konsumen belum tahu dan belum sadar, kami selaku yang jual juga serba salah.” kata Rizky Chandra, Pemilik Hicups, kepada Radar Malang Selasa (9/3).

“Misalnya begini, kami sudah tidak menyediakan wadah plastik atau semacamnya, tetapi yang beli belum tahu ada peraturan tersebut, terus akhirnya gak jadi beli. Kami dapat untung darimana? Apalagi pandemi seperti saat ini. Terjual saja sudah Alhamdulillah,” tambah dia.

Rizky mengatakan, semuanya akan lebih mudah jika masyarakat terlebih dahulu memahami pentingnya mengurangi sampah plastik. “Kalau masyarakatnya sudah sadar dan peduli dengan sendirinya, otomatis kalau mau jajan atau mau beli makanan atau minuman pasti bawa tempat sendiri. Kami selaku yang jual juga malah senang, dagangannya tetap laku, tetapi juga bisa berkontribusi untuk mengurangi sampah plastik,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai penggunaan kemasan lain pengganti plastik yang ramah lingkungan. Pihaknya mengaku masih sulit menggunakan kemasan tersebut, dikarenakan harganya yang belum terjangkau.

“Kemasan ramah lingkungan kita tahu harganya masih mahal belum terjangkau. Misalnya kalau mau dibandingkan dengan produk kami, minuman dengan harga hanya Rp 10 ribu. Kalau kemasannya saja harganya sudah setengah, kita dapat untungnya dari mana?. Kami berharap ada solusi dari pemerintah, kalau bisa menyediakan kemasan yang ramah lingkungan dengan harga yang terjangkau,” pungkas Rizky.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Pemerintah Kota Malang resmi mengeluarkan SE Nomor 8 Tahun 2021 mengenai pengurangan sampah plastik. Salah satu isi peraturan tersebut, yakni larangan penggunaan wadah plastik sekali pakai.

Menanggapi peraturan itu, salah satu pelaku UMKM yang bergerak dalam bidang minuman kemasan memberikan pandangannya.

“Kalau selaku pelaku usaha sih, sebenernya manut manut saja ada peraturan itu, yang penting kan masyarakatnya mengetahui (peraturan itu) dan sadar dulu. Kalau masyarakatnya selaku konsumen belum tahu dan belum sadar, kami selaku yang jual juga serba salah.” kata Rizky Chandra, Pemilik Hicups, kepada Radar Malang Selasa (9/3).

“Misalnya begini, kami sudah tidak menyediakan wadah plastik atau semacamnya, tetapi yang beli belum tahu ada peraturan tersebut, terus akhirnya gak jadi beli. Kami dapat untung darimana? Apalagi pandemi seperti saat ini. Terjual saja sudah Alhamdulillah,” tambah dia.

Rizky mengatakan, semuanya akan lebih mudah jika masyarakat terlebih dahulu memahami pentingnya mengurangi sampah plastik. “Kalau masyarakatnya sudah sadar dan peduli dengan sendirinya, otomatis kalau mau jajan atau mau beli makanan atau minuman pasti bawa tempat sendiri. Kami selaku yang jual juga malah senang, dagangannya tetap laku, tetapi juga bisa berkontribusi untuk mengurangi sampah plastik,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai penggunaan kemasan lain pengganti plastik yang ramah lingkungan. Pihaknya mengaku masih sulit menggunakan kemasan tersebut, dikarenakan harganya yang belum terjangkau.

“Kemasan ramah lingkungan kita tahu harganya masih mahal belum terjangkau. Misalnya kalau mau dibandingkan dengan produk kami, minuman dengan harga hanya Rp 10 ribu. Kalau kemasannya saja harganya sudah setengah, kita dapat untungnya dari mana?. Kami berharap ada solusi dari pemerintah, kalau bisa menyediakan kemasan yang ramah lingkungan dengan harga yang terjangkau,” pungkas Rizky.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/