alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Investasi Kota Batu Andalkan PMDN

KOTA BATU-Pulihnya iklim investasi juga dirasakan Kota Batu sejak tahun lalu. Meskipun hanya bersumber dari penanaman modal dalam negeri (PMDN), total investasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp 3,3 triliun dengan realisasi sebesar Rp 849,6 miliar. Nilai ini meningkat dibanding 2020 yang terkumpul investasi sebesar Rp 928 miliar dengan realisasi hanya Rp 152 miliar.

”Untuk data penanaman modal tahun 2022, kami belum bisa mengetahui. Biasanya data tersebut akan turun pada pertengahan bulan berikutnya,” ungkap Kabid Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DMPTSP-TK) Kota Batu Bambang Supriyanto. Meski belum terlihat dengan jelas nilai keseluruhannya, Bambang mengaku sudah ada sekitar 20 perusahaan yang menanamkan modal pada triwulan pertama 2022.

Dia juga berharap tahun ini iklim investasi terus membaik agar target tahunan sebesar Rp 450 miliar bisa kembali dilewati Dia menjelaskan, keberhasilan dalam mencapai target investasi yang sudah ditetapkan adalah pertumbuhan ekonomi. Kondisi itu akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal mereka. Namun ada juga faktor lain yang memengaruhi.

Seperti kemudahan investasi yang diberikan pemerintah daerah, faktor alam, hingga potensi ke depan. ”Misalnya Kota Batu, sudah ada faktor tambahan berupa branding sebagai kota pariwisata yang sudah sangat melekat. Bayangkan, Kota Batu ini luasnya hanya 199,99 kilometer persegi. Ini kan termasuk keadaan yang luar biasa,” serunya.

Dari total luas wilayah Kota Batu itu, 57 persen merupakan daerah hutan yang tidak bisa diutak-atik. Lalu, 23 persen berupa lahan pertanian. Sisanya sebanyak 20 persen adalah lahan permukiman. Yang terakhir itulah sumber utama dalam menarik investor. Karena itu, sektor perumahan dan hotel selalu berada pada posisi teratas dalam hal investasi. Dua sektor itu merupakan penunjang utama kegiatan pariwisata. ”Kalau dirunut, sektor penanaman modal terbesar ada di dunia pariwisata, pertanian, dan UMKM,” tutup dia.(and/fif/fin/fat)

 

KOTA BATU-Pulihnya iklim investasi juga dirasakan Kota Batu sejak tahun lalu. Meskipun hanya bersumber dari penanaman modal dalam negeri (PMDN), total investasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp 3,3 triliun dengan realisasi sebesar Rp 849,6 miliar. Nilai ini meningkat dibanding 2020 yang terkumpul investasi sebesar Rp 928 miliar dengan realisasi hanya Rp 152 miliar.

”Untuk data penanaman modal tahun 2022, kami belum bisa mengetahui. Biasanya data tersebut akan turun pada pertengahan bulan berikutnya,” ungkap Kabid Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DMPTSP-TK) Kota Batu Bambang Supriyanto. Meski belum terlihat dengan jelas nilai keseluruhannya, Bambang mengaku sudah ada sekitar 20 perusahaan yang menanamkan modal pada triwulan pertama 2022.

Dia juga berharap tahun ini iklim investasi terus membaik agar target tahunan sebesar Rp 450 miliar bisa kembali dilewati Dia menjelaskan, keberhasilan dalam mencapai target investasi yang sudah ditetapkan adalah pertumbuhan ekonomi. Kondisi itu akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal mereka. Namun ada juga faktor lain yang memengaruhi.

Seperti kemudahan investasi yang diberikan pemerintah daerah, faktor alam, hingga potensi ke depan. ”Misalnya Kota Batu, sudah ada faktor tambahan berupa branding sebagai kota pariwisata yang sudah sangat melekat. Bayangkan, Kota Batu ini luasnya hanya 199,99 kilometer persegi. Ini kan termasuk keadaan yang luar biasa,” serunya.

Dari total luas wilayah Kota Batu itu, 57 persen merupakan daerah hutan yang tidak bisa diutak-atik. Lalu, 23 persen berupa lahan pertanian. Sisanya sebanyak 20 persen adalah lahan permukiman. Yang terakhir itulah sumber utama dalam menarik investor. Karena itu, sektor perumahan dan hotel selalu berada pada posisi teratas dalam hal investasi. Dua sektor itu merupakan penunjang utama kegiatan pariwisata. ”Kalau dirunut, sektor penanaman modal terbesar ada di dunia pariwisata, pertanian, dan UMKM,” tutup dia.(and/fif/fin/fat)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/