alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Mobil Baru Lebih Murah, Transaksi Mobkas Turun hingga 40 Persen

RADAR MALANG – Turunnya harga mobil baru karena ada insentif PPnBM membuat pasar mobil bekas ikut kena dampaknya. Penjualan mobil melorot sejak kebijakan keringanan pajak tahap I berlaku bulan Maret lalu.

Hal itu terihat dari hasil survey salah satu pemain mobil bekas, OLX Autos pada periode April–Mei. Hasilnya, diskon PPnBM mengubah perilaku dan demand konsumen mobil bekas. ”Transaksi mobil bekas mengalami penurunan sekitar 35 sampai 40 persen,” ujar Director of Insights OLX Indonesia Jefferson Kuesar.

Sebanyak 10 persen calon pembeli mobil bekas mengaku tergiur membeli mobil baru saja. Itu membuat para penjual mobil bekas kemudian mempercepat penjualan agar harga tidak keburu turun signifikan.
“Diler mobil bekas juga mulai mengurangi pembelian stok. Mereka memperluas media penjualan dan juga mengurangi harga jual,” tambah Jefferson.

Survei OLX Autos juga menunjukkan penggunaan mobil pribadi pada kuartal I 2021 meningkat. Dari 33 persen pada masa sebelum pandemi Covid-19, menjadi 41 persen.

Survei itu membuat OLX Autos yakin pasar mobil bekas akan pulih lagi, bahkan membesar. “Masyarakat membutuhkan transportasi yang lebih aman dengan harga terjangkau,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur dan founder Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan, relaksasi PPnBM bukan satu-satunya faktor yang akan memulihkan kinerja otomotif.

“Insentif terbaik justru bukan PPnBM. Insentif terbaik adalah vaksinasi dan penurunan kasus harian Covid-19. Karena kuncinya adalah mobilitas,” terangnya.

Bhima menyebut, penanganan pandemi yang baik dan vaksinasi yang optimal akan membawa sentimen positif bagi semua sektor. Tanpa insentif PPnBM pun, menurut dia, pemulihan akan terjadi asal pandemi terkendali.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Turunnya harga mobil baru karena ada insentif PPnBM membuat pasar mobil bekas ikut kena dampaknya. Penjualan mobil melorot sejak kebijakan keringanan pajak tahap I berlaku bulan Maret lalu.

Hal itu terihat dari hasil survey salah satu pemain mobil bekas, OLX Autos pada periode April–Mei. Hasilnya, diskon PPnBM mengubah perilaku dan demand konsumen mobil bekas. ”Transaksi mobil bekas mengalami penurunan sekitar 35 sampai 40 persen,” ujar Director of Insights OLX Indonesia Jefferson Kuesar.

Sebanyak 10 persen calon pembeli mobil bekas mengaku tergiur membeli mobil baru saja. Itu membuat para penjual mobil bekas kemudian mempercepat penjualan agar harga tidak keburu turun signifikan.
“Diler mobil bekas juga mulai mengurangi pembelian stok. Mereka memperluas media penjualan dan juga mengurangi harga jual,” tambah Jefferson.

Survei OLX Autos juga menunjukkan penggunaan mobil pribadi pada kuartal I 2021 meningkat. Dari 33 persen pada masa sebelum pandemi Covid-19, menjadi 41 persen.

Survei itu membuat OLX Autos yakin pasar mobil bekas akan pulih lagi, bahkan membesar. “Masyarakat membutuhkan transportasi yang lebih aman dengan harga terjangkau,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur dan founder Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan, relaksasi PPnBM bukan satu-satunya faktor yang akan memulihkan kinerja otomotif.

“Insentif terbaik justru bukan PPnBM. Insentif terbaik adalah vaksinasi dan penurunan kasus harian Covid-19. Karena kuncinya adalah mobilitas,” terangnya.

Bhima menyebut, penanganan pandemi yang baik dan vaksinasi yang optimal akan membawa sentimen positif bagi semua sektor. Tanpa insentif PPnBM pun, menurut dia, pemulihan akan terjadi asal pandemi terkendali.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru