alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Gojek Jalin Sinergi dengan Sampoerna untuk Indonesia Melalui BEDO

RADAR MALANG – Gojek, super app terbesar di Asia Tenggara terus berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam menggerakan geliat perekonomian, khususnya di sektor UMKM kuliner dengan berkolaborasi dan bergotong royong dengan para pihak.

Bersama dengan BEDO – Business Support Organization (BSO) nirlaba yang mendukung UKM di Indonesia yang menjadi mitra dari Sampoerna untuk Indonesia, menjalin sinergi untuk memberikan promo diskon ongkos kirim (ongkir) sebesar Rp 15 ribu bagi ratusan gerai kuliner UMKM terpilih di Surabaya, Malang dan Denpasar bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Denpasar.

Mitra UMKM yang dapat ikut berpartisipasi dalam program ini di antaranya adalah para merchant kuliner di ekosistem GoFood yang memiliki omzet penjualan GoFood di bawah Rp 30 juta per bulan, berlokasi di Surabaya, Malang dan Denpasar, telah mendaftarkan diri di tautan registrasi yang disediakan serta mengikuti pelatihan dan berkomitmen mengikuti program hingga selesai.

Beberapa manfaat yang akan diperoleh oleh mitra UMKM yang mengikuti program ini diantaranya mendapatkan dukungan subsidi ongkos kirim layanan GoFood pada periode program selama dua minggu, menjadi bagian dari komunitas UMKM BEDO dan Sampoerna untuk Indonesia yang nantinya dapat berkesempatan menjadi prioritas untuk mengikuti program-program Sampoerna untuk Indonesia ke depannya.

(ist)

Rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran program seperti Temu Merchant Virtual pada Rabu (2/6) lalu yang dihadiri oleh Emil Dardak – Wakil Gubernur Jatim, Boy Arno – Head Public Policy & Government Relation Gojek area Jatim & Bali Nusra, Arga – Manager Regional Engagement & Sustainability PT HM Sampoerna, Rosada Talib dan Jeff Kristianto dari BEDO, pelatihan merchant (11 & 21/6) dan GoFood Banner akan muncul di aplikasi Gojek selama periode program (7-20/6).

Boy Arno – Head Public Policy & Government Relation Gojek area Jatim & Bali Nusra mengatakan, pihaknya menyambut gembira sinergi yang dilakukan oleh Gojek dan Sampoerna untuk Indonesia melalui BEDO ini. Hal ini merupakan wujud nyata terhadap dukungan kepada UMKM khususnya yang bergiat dalam usaha kuliner sekaligus mendukung upaya Pemerintah khususnya Pemprov Jatim untuk terus menggeliatkan sektor ekonomi.

“Dengan program Promo Ongkos Kirim (Ongkir) Rp 15,000 ini, masyarakat dapat menikmati makanan dan minuman dengan harga yang lebih terjangkau dan meningkatkan permintaan untuk produk UMKM kuliner lokal. Begitu pula dengan mitra merchant dan mitra driver kami turut mendapatkan dampak positif dari program ini,” kata dia.

Sementara itu, Rosada Talib dari BEDO menjelaskan, program ini sejalan dengan misi organisasi dalam membantu mengembangkan usaha para pelaku UMKM binaan.

“Kami berharap program ini dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka, serta masyarakat luas,” kata Rosada.

Emil Dardak, Wakil Gubernur Jatim dalam Temu Merchant Virtual yang lalu menegaskan, senang mengikuti acara Merchant Virtual Gathering ini. “Apalagi saya dengar ada satu program yang memberikan insentif kepada UKM-UKM terpilih, ratusan malah di Surabaya, Malang dan Denpasar,” kata dia.

“Senang bisa menjadi bagian dari inisiatif yang baik ini dari Gojek, BEDO dan Sampoerna untuk Indonesia ini. Sebagaimana kita ketahui, di Jatim industri makanan & minuman ini menyumbang kontribusi terbesar di sektor ini yang tentunya sangat berhubungan dengan UMKM di hilirnya. Meski terdampak, terbukti mengalami proses transformasi yang luar biasa selama pandemik Covid-19 ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Emil menambahkan, di Jatim sendiri 50% dari 40,67 juta (sensus penduduk 2020) penduduknya merupakan generasi millennial dan Gen-Z yang melek digital dan tidak terlepas dari digital lifestyle.

“Oleh karena itu, bagaimana sosmed, e-commerce, marketplace termasuk Gojek ini yang menjadi super apps/platform bisa mendorong promosi karena saya dengar ada GoFood banner dimana Gojek bukan hanya mempromosikan produknya, tapi juga mempromosikan tawaran-tawaran merchant yang ada di sana,” jelas Emil.

“Semua pihak harus bisa memotret selera pasar, dimana hari ini kita terus berinovasi baik dari sisi produk & promonya. Di sisi lain kita juga mempelajari apa yang dilakukan oleh kompetitor kita & berinovasi lah kita disana sehingga target penjualannya jadi lebih jelas,” tegasnya.

Ia berharap, melalui kerjasama tersebut, bisa lebih dan lebih lagi untuk memperhatikan masalah hygiene dengan terus adaptif, inovatif dan kolaboratif agar UMKM dapat terus bertahan sebagaimana yang dilakukan oleh Gojek, BEDO dan Sampoerna untuk Indonesia hari ini.

Penulis: Defi Maria

RADAR MALANG – Gojek, super app terbesar di Asia Tenggara terus berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam menggerakan geliat perekonomian, khususnya di sektor UMKM kuliner dengan berkolaborasi dan bergotong royong dengan para pihak.

Bersama dengan BEDO – Business Support Organization (BSO) nirlaba yang mendukung UKM di Indonesia yang menjadi mitra dari Sampoerna untuk Indonesia, menjalin sinergi untuk memberikan promo diskon ongkos kirim (ongkir) sebesar Rp 15 ribu bagi ratusan gerai kuliner UMKM terpilih di Surabaya, Malang dan Denpasar bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Denpasar.

Mitra UMKM yang dapat ikut berpartisipasi dalam program ini di antaranya adalah para merchant kuliner di ekosistem GoFood yang memiliki omzet penjualan GoFood di bawah Rp 30 juta per bulan, berlokasi di Surabaya, Malang dan Denpasar, telah mendaftarkan diri di tautan registrasi yang disediakan serta mengikuti pelatihan dan berkomitmen mengikuti program hingga selesai.

Beberapa manfaat yang akan diperoleh oleh mitra UMKM yang mengikuti program ini diantaranya mendapatkan dukungan subsidi ongkos kirim layanan GoFood pada periode program selama dua minggu, menjadi bagian dari komunitas UMKM BEDO dan Sampoerna untuk Indonesia yang nantinya dapat berkesempatan menjadi prioritas untuk mengikuti program-program Sampoerna untuk Indonesia ke depannya.

(ist)

Rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran program seperti Temu Merchant Virtual pada Rabu (2/6) lalu yang dihadiri oleh Emil Dardak – Wakil Gubernur Jatim, Boy Arno – Head Public Policy & Government Relation Gojek area Jatim & Bali Nusra, Arga – Manager Regional Engagement & Sustainability PT HM Sampoerna, Rosada Talib dan Jeff Kristianto dari BEDO, pelatihan merchant (11 & 21/6) dan GoFood Banner akan muncul di aplikasi Gojek selama periode program (7-20/6).

Boy Arno – Head Public Policy & Government Relation Gojek area Jatim & Bali Nusra mengatakan, pihaknya menyambut gembira sinergi yang dilakukan oleh Gojek dan Sampoerna untuk Indonesia melalui BEDO ini. Hal ini merupakan wujud nyata terhadap dukungan kepada UMKM khususnya yang bergiat dalam usaha kuliner sekaligus mendukung upaya Pemerintah khususnya Pemprov Jatim untuk terus menggeliatkan sektor ekonomi.

“Dengan program Promo Ongkos Kirim (Ongkir) Rp 15,000 ini, masyarakat dapat menikmati makanan dan minuman dengan harga yang lebih terjangkau dan meningkatkan permintaan untuk produk UMKM kuliner lokal. Begitu pula dengan mitra merchant dan mitra driver kami turut mendapatkan dampak positif dari program ini,” kata dia.

Sementara itu, Rosada Talib dari BEDO menjelaskan, program ini sejalan dengan misi organisasi dalam membantu mengembangkan usaha para pelaku UMKM binaan.

“Kami berharap program ini dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka, serta masyarakat luas,” kata Rosada.

Emil Dardak, Wakil Gubernur Jatim dalam Temu Merchant Virtual yang lalu menegaskan, senang mengikuti acara Merchant Virtual Gathering ini. “Apalagi saya dengar ada satu program yang memberikan insentif kepada UKM-UKM terpilih, ratusan malah di Surabaya, Malang dan Denpasar,” kata dia.

“Senang bisa menjadi bagian dari inisiatif yang baik ini dari Gojek, BEDO dan Sampoerna untuk Indonesia ini. Sebagaimana kita ketahui, di Jatim industri makanan & minuman ini menyumbang kontribusi terbesar di sektor ini yang tentunya sangat berhubungan dengan UMKM di hilirnya. Meski terdampak, terbukti mengalami proses transformasi yang luar biasa selama pandemik Covid-19 ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Emil menambahkan, di Jatim sendiri 50% dari 40,67 juta (sensus penduduk 2020) penduduknya merupakan generasi millennial dan Gen-Z yang melek digital dan tidak terlepas dari digital lifestyle.

“Oleh karena itu, bagaimana sosmed, e-commerce, marketplace termasuk Gojek ini yang menjadi super apps/platform bisa mendorong promosi karena saya dengar ada GoFood banner dimana Gojek bukan hanya mempromosikan produknya, tapi juga mempromosikan tawaran-tawaran merchant yang ada di sana,” jelas Emil.

“Semua pihak harus bisa memotret selera pasar, dimana hari ini kita terus berinovasi baik dari sisi produk & promonya. Di sisi lain kita juga mempelajari apa yang dilakukan oleh kompetitor kita & berinovasi lah kita disana sehingga target penjualannya jadi lebih jelas,” tegasnya.

Ia berharap, melalui kerjasama tersebut, bisa lebih dan lebih lagi untuk memperhatikan masalah hygiene dengan terus adaptif, inovatif dan kolaboratif agar UMKM dapat terus bertahan sebagaimana yang dilakukan oleh Gojek, BEDO dan Sampoerna untuk Indonesia hari ini.

Penulis: Defi Maria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru