alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Kemenperin Bantah Gula Rafinasi Langka di Jatim

RADAR MALANG – Isu langkanya gula rafinasi kembali muncul. Para pelaku usaha kecil dan menengah di Jawa Timur terutama yang bergerak di sektor industri makanan dan minuman sulit mendapat gula rafinasi. Namun kabar itu ditampik oleh Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih.

Menurut Gati, kabar tersebut tidak tepat. Pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada seluruh asosiasi pelaku usaha di Jatim. Namun, tak ada satupun pelaku usaha yang mendukung kabar kelangkaan itu. “Saya tanya sama asosiasi. Mereka jawab: nggak ada apa-apa,” jelas Gati Jumat (9/7) dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, isu kelangkaan tersebut seperti mengulang kabar yang sama pada Maret 2021. Saat itu, dikabarkan juga kalau industri kecil dan menengah Jawa Timur sulit mendapatkan gula rafinasi. Setelah dicek, Gati menegaskan kalau kabar itu tidak benar.

”Maret pernah ada isu seperti ini. Kami sudah cek, dan koordinasi. Kalau ada kelangkaan, mereka pasti telepon, atau lapor saya,” terangnya.

Gati menjelaskan, kalau memang ada kelangkaan, bakal diikuti dengan laporan resmi ke Kemenperin. Begitu dapat laporan, Kemenperin langsung merespons untuk membantu.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman juga senada dengan Gati. Dia mengakut tak menerima laporan dari pelaku usaha yang sulit mendapat gula rafinasi. “Stok cukup. Tak ada info ke Gapmmi tentang kekurangan gula,” urainya.

Sumber: JawaPos.Com

RADAR MALANG – Isu langkanya gula rafinasi kembali muncul. Para pelaku usaha kecil dan menengah di Jawa Timur terutama yang bergerak di sektor industri makanan dan minuman sulit mendapat gula rafinasi. Namun kabar itu ditampik oleh Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih.

Menurut Gati, kabar tersebut tidak tepat. Pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada seluruh asosiasi pelaku usaha di Jatim. Namun, tak ada satupun pelaku usaha yang mendukung kabar kelangkaan itu. “Saya tanya sama asosiasi. Mereka jawab: nggak ada apa-apa,” jelas Gati Jumat (9/7) dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, isu kelangkaan tersebut seperti mengulang kabar yang sama pada Maret 2021. Saat itu, dikabarkan juga kalau industri kecil dan menengah Jawa Timur sulit mendapatkan gula rafinasi. Setelah dicek, Gati menegaskan kalau kabar itu tidak benar.

”Maret pernah ada isu seperti ini. Kami sudah cek, dan koordinasi. Kalau ada kelangkaan, mereka pasti telepon, atau lapor saya,” terangnya.

Gati menjelaskan, kalau memang ada kelangkaan, bakal diikuti dengan laporan resmi ke Kemenperin. Begitu dapat laporan, Kemenperin langsung merespons untuk membantu.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman juga senada dengan Gati. Dia mengakut tak menerima laporan dari pelaku usaha yang sulit mendapat gula rafinasi. “Stok cukup. Tak ada info ke Gapmmi tentang kekurangan gula,” urainya.

Sumber: JawaPos.Com

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/