alexametrics
20.6 C
Malang
Tuesday, 16 August 2022

BNI Syariah Malang Salurkan 1000 Masker Ke IIBS Tazkia Malang

KOTA MALANG – BNI Syariah Cabang Malang melakukan langkah aktif untuk membantu memperlambat laju penularan Covid-19 di masyarakat. Kemarin (10/9), BNI Syariah mendistribusikan masker sebanyak 1000 unit kepada International Islamic Boarding School Tazkia Malang.

“Ini merupakan langkah BNI Syariah untuk membantu memutus mata rantai Covid-19 sehingga dampak kesehatan bisa berkurang dan ekonomi bisa segera bangkit lagi,” terang Branch Manager BNI Syariah Malang, Zaenal Abidin.

Dalam kesempatan tersebut, BNI Syariah juga menggelar seminar online bertajuk Panduan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pondok Pesantren. Dalam seminar yang menghadirkan dokter dari Tazkia Medical Center, dr Merlita Hebrani M.Biomed, para peserta mendapatkan informasi terkait prosedur kesehatan Covid di pondok pesantren, termasuk mengenali jenis-jenis tes deteksi covid di masyarakat.

“Salah satu tes Covid yang marak sat ini adalah rapid tes. Kemudian jika kemudian tes rapid positif, apa yang harus dilakukan?,” ucap dokter Merlita dengan nada bertanya.

Merlita menjelaskan, rapid test bekerja sebagai alat untuk screening, bukan untuk mendiagnosa Covid-19. Di alat rapid test, terdapat tiga indikator, yaitu C, IgG dan IgM. IgM merupakan antibodi yang terbentuk pada faseb akut dan menandakan infeksi sedang terjadi. Sementara igG merupakan antibodi yang terbentuk pada fase kronis yang menandakan infeksi sudah terjadi dalam waktu yang lama.

“IgM maupun IgG reaktif tidak selalu positif Covid, sedangkan IgM maupun IgG non reaktif tidak selalu negatif Covid,” jelas dia.

Ia menjelaskan, jika seseorang mendapatkan hasil rapid reaktif, maka yang harusnya dilakukan adalah segera melapor ke petugas kesehatan terdekat. Sementara jika nonreaktif, seseorang harus tetap waspada dan melaksanakan protokol kesehatan.

“Jika reaktif, jangan cemas. Karena hal tersebut bukan aib. Dan jangan memberikan stigma bagi orang dengan rapid reaktif,” tegas dia kepada peserta seminar.

Adapun langkah pertama yang harus dilakukan Ketika mendapati hasil rapid positif, Merlita menyarankan untuk langsung melakukan isolasi mandiri di rumah, mengajukan tes swab, dan melanjutkan protokol kesehatan, salah satunya menjaga jarak dan memakai masker.

KOTA MALANG – BNI Syariah Cabang Malang melakukan langkah aktif untuk membantu memperlambat laju penularan Covid-19 di masyarakat. Kemarin (10/9), BNI Syariah mendistribusikan masker sebanyak 1000 unit kepada International Islamic Boarding School Tazkia Malang.

“Ini merupakan langkah BNI Syariah untuk membantu memutus mata rantai Covid-19 sehingga dampak kesehatan bisa berkurang dan ekonomi bisa segera bangkit lagi,” terang Branch Manager BNI Syariah Malang, Zaenal Abidin.

Dalam kesempatan tersebut, BNI Syariah juga menggelar seminar online bertajuk Panduan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pondok Pesantren. Dalam seminar yang menghadirkan dokter dari Tazkia Medical Center, dr Merlita Hebrani M.Biomed, para peserta mendapatkan informasi terkait prosedur kesehatan Covid di pondok pesantren, termasuk mengenali jenis-jenis tes deteksi covid di masyarakat.

“Salah satu tes Covid yang marak sat ini adalah rapid tes. Kemudian jika kemudian tes rapid positif, apa yang harus dilakukan?,” ucap dokter Merlita dengan nada bertanya.

Merlita menjelaskan, rapid test bekerja sebagai alat untuk screening, bukan untuk mendiagnosa Covid-19. Di alat rapid test, terdapat tiga indikator, yaitu C, IgG dan IgM. IgM merupakan antibodi yang terbentuk pada faseb akut dan menandakan infeksi sedang terjadi. Sementara igG merupakan antibodi yang terbentuk pada fase kronis yang menandakan infeksi sudah terjadi dalam waktu yang lama.

“IgM maupun IgG reaktif tidak selalu positif Covid, sedangkan IgM maupun IgG non reaktif tidak selalu negatif Covid,” jelas dia.

Ia menjelaskan, jika seseorang mendapatkan hasil rapid reaktif, maka yang harusnya dilakukan adalah segera melapor ke petugas kesehatan terdekat. Sementara jika nonreaktif, seseorang harus tetap waspada dan melaksanakan protokol kesehatan.

“Jika reaktif, jangan cemas. Karena hal tersebut bukan aib. Dan jangan memberikan stigma bagi orang dengan rapid reaktif,” tegas dia kepada peserta seminar.

Adapun langkah pertama yang harus dilakukan Ketika mendapati hasil rapid positif, Merlita menyarankan untuk langsung melakukan isolasi mandiri di rumah, mengajukan tes swab, dan melanjutkan protokol kesehatan, salah satunya menjaga jarak dan memakai masker.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/