alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Unisma Lepas 58 Siswa Outbound, dan Sambut 75 Mahasiswa Inbound

 

MALANG KOTA – Universitas Islam Malang resmi melepas 58 mahasiswa outbound, Kamis (11/8). Pelepasan ini dilakukan oleh rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi. Para mahasiswa itu akan melakukan proses Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMMDN) Kemendikbudristek Tahun 2022 di 27 perguruan tinggi di Indonesia.

 

58 mahasiswa itu berasal dari 7 Fakultas dan 12 Program Studi. Rinciannya, 12 mahasiswa Fakultas FAI, 3 mahasiswa Fakultas Hukum, 6 Fakultas Peternakan, 2 FMIPA, 10 FKIP, 21 FEB, dan 4 mahasiswa FIA.

 

Prof Maskuri memberikan wejangan untuk mahasiswa program PMMDN, bahwa mereka harus tetap menjaga almamater. Yakni dengan berbagai performa yang bagus. Dia juga menghimbau agar mahasiswa tetap show up (menunjukkan diri) terkait dengan berbagai sumbangsih pemikiran.

 

“Ini adalah satu kesempatan untuk menggali pengalaman baru dari perguruan tinggi lain baik negeri maupun swasta. Di sana (PMMDN tujuan). Saudara (mahasiswa) adalah duta Unisma. Harus menjaga nama baik almamater,”kata Maskuri.

 

Maskuri juga menyampaikan bahwa di program ini mahasiswa dapat meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas. Selain itu juga sebagai wadah pemersatu antar mahasiswa melalu pembelajaran antar budaya. Sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar di PT lain.

 

Disisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Prof Dr H Junaidi MPd PhD menjelaskan laporannya, bahwa Program Mahasiswa Merdeka (PMM) akan terbagi menjadi dua jalur. Program ini akan berjalan selama satu tahun. Yakni program outbound dan inbound.

 

“Program outbound, mahasiswa Unisma yang menempuh studi ke berbagai perguruan tinggi. Sedangkan inbound, mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang akan menempuh studi di Unisma,”jelas Junaidi.

 

Sementara itu, di Unisma sendiri juga akan hadir

mahasiswa inbound. Yakni sejumlah 75 mahasiswa berasal dari 36 perguruan tinggi di Indonesia.

 

Kedua program ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan mahasiswa. Agar nantinya mahasiswa dapat mengenal mahasiswa lain yang sebangsa. Selain itu, program ini akan direkognisi dengan bobot 20 SKS.

 

“Ada dua kategori bobot sks. 16 SKS pada perkuliahan standar isi kurikulum, sedangkan 4 SKS lainnya pada mata kuliah modul nusantara,”ujar dia.

 

Prof Junaidi berharap bahwa melalui program MBKM ini mahasiswa dapat memperoleh ilmu dan pengalaman dalam mempersiapkan diri menjadi lulusan yang unggul, bekompeten, berbudaya, dan berkarakter aswaja. Serta mampu menghadapi tantangan zaman.

 

Rofia

 

MALANG KOTA – Universitas Islam Malang resmi melepas 58 mahasiswa outbound, Kamis (11/8). Pelepasan ini dilakukan oleh rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi. Para mahasiswa itu akan melakukan proses Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMMDN) Kemendikbudristek Tahun 2022 di 27 perguruan tinggi di Indonesia.

 

58 mahasiswa itu berasal dari 7 Fakultas dan 12 Program Studi. Rinciannya, 12 mahasiswa Fakultas FAI, 3 mahasiswa Fakultas Hukum, 6 Fakultas Peternakan, 2 FMIPA, 10 FKIP, 21 FEB, dan 4 mahasiswa FIA.

 

Prof Maskuri memberikan wejangan untuk mahasiswa program PMMDN, bahwa mereka harus tetap menjaga almamater. Yakni dengan berbagai performa yang bagus. Dia juga menghimbau agar mahasiswa tetap show up (menunjukkan diri) terkait dengan berbagai sumbangsih pemikiran.

 

“Ini adalah satu kesempatan untuk menggali pengalaman baru dari perguruan tinggi lain baik negeri maupun swasta. Di sana (PMMDN tujuan). Saudara (mahasiswa) adalah duta Unisma. Harus menjaga nama baik almamater,”kata Maskuri.

 

Maskuri juga menyampaikan bahwa di program ini mahasiswa dapat meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas. Selain itu juga sebagai wadah pemersatu antar mahasiswa melalu pembelajaran antar budaya. Sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar di PT lain.

 

Disisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Prof Dr H Junaidi MPd PhD menjelaskan laporannya, bahwa Program Mahasiswa Merdeka (PMM) akan terbagi menjadi dua jalur. Program ini akan berjalan selama satu tahun. Yakni program outbound dan inbound.

 

“Program outbound, mahasiswa Unisma yang menempuh studi ke berbagai perguruan tinggi. Sedangkan inbound, mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang akan menempuh studi di Unisma,”jelas Junaidi.

 

Sementara itu, di Unisma sendiri juga akan hadir

mahasiswa inbound. Yakni sejumlah 75 mahasiswa berasal dari 36 perguruan tinggi di Indonesia.

 

Kedua program ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan mahasiswa. Agar nantinya mahasiswa dapat mengenal mahasiswa lain yang sebangsa. Selain itu, program ini akan direkognisi dengan bobot 20 SKS.

 

“Ada dua kategori bobot sks. 16 SKS pada perkuliahan standar isi kurikulum, sedangkan 4 SKS lainnya pada mata kuliah modul nusantara,”ujar dia.

 

Prof Junaidi berharap bahwa melalui program MBKM ini mahasiswa dapat memperoleh ilmu dan pengalaman dalam mempersiapkan diri menjadi lulusan yang unggul, bekompeten, berbudaya, dan berkarakter aswaja. Serta mampu menghadapi tantangan zaman.

 

Rofia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/