alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

BI Malang Ungkap Dua Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Malang Raya

MALANG KOTA – Pertumbuhan ekonomi di Kota Malang sejak 2021 kemarin hingga memasuki awal 2022 ini mengalami laju positif. Sehingga tren tersebut harus dijaga dengan baik.

Demikian dikatakan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang dalam acara forum Ekonomi Malang Raya 2022, di Hotel Atria Malang, Kamis (13/1/2022). Azka mengungkapkan, ada dua kunci dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Malang Raya ini, yakni bangkit dan optimistis. Kemudian melalui sejumlah kebijakan yang dilakukan pemerintah saat pandemi Covid-19 juga turut memberikan sumbangsih dalam pemulihan ekonomi. Salah satunya ialah percepatan vaksinasi dan pengendalian pandemi Covid-19.

“Pengendalian Covid-19 ini yang perlu diperhatikan. Seperti saat ini varian Omicron, itu harus diperhatikan betul agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi yang mulai tertata naik ini,” ungkapnya.

Ditambahkan, Kota Malang memiliki modal sumber daya manusia, infrastruktur dan komunitas yang mendukung ekosistem ekonomi kreatif. Sehingga, sikap optimis untuk memulihkan keadaan harus ditunjukkan agar mampu sebagai pijakan dalam transformasi ekonomi. “Menyikapi perkembangan inflasi, Bank Indonesia Malang tetap optimis realisasi inflasi Malang Raya akan terkendali di dalam sasaran 3,0+1 persen sesuai target inflasi tahun 2022,” pungkas Azka.

Hal senada juga disampaikan oleh Wali Kota Malang Sutiaji bahwa upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang. Salah satu fokus utamanya, kali ini melalui pengembangan marketplace domestik (UMKM).

 

Dia menjelaskan, kehadiran UMKM Kota Malang, menjadi potensi besar bagi pemulihan ekonomi.  Sehingga, penting untuk bersinergi, bersama mendorong serta memfasilitasi pelaku UMKM, utamanya dalam proses pemasaran melalui format e-commerce (daring).

Pasalnya, pada masa pandemi, menurut Sutiaji, UMKM Kota Malang yang berbasis produk siap saji mengalami peningkatan sebesar 123 persen. Di saat sektor lainnya mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi dapat bangkit dengan cepat melalui transaksi ekonomi di marketplace.

“Ada baiknya kita bangkitkan domestik marketplace di Kota Malang untuk menunjang transaksi ekonomi kita. Sehingga masyarakat Kota Malang dapat berbelanja secara online dengan ongkir yang murah dan membeli produk-produk lokal yang kita miliki,” jelas Sutiaji, dalam paparannya di acara Forum Ekonomi Malang Raya 2022, Kamis (13/1).

Selanjutnya lanjut dia, pemulihan ekonomi kuncinya inovasi dan kolaborasi antar seluruh elemen pembangunan. Bukan saja di wilayah Kota Malang, namun juga untuk wilayah Malang Raya secara keseluruhan. “Kami berharap agar kerja sama dan kolaborasi hexahelix yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan di masa yang akan datang,” tandasnya. (adk/lid)

 

MALANG KOTA – Pertumbuhan ekonomi di Kota Malang sejak 2021 kemarin hingga memasuki awal 2022 ini mengalami laju positif. Sehingga tren tersebut harus dijaga dengan baik.

Demikian dikatakan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang dalam acara forum Ekonomi Malang Raya 2022, di Hotel Atria Malang, Kamis (13/1/2022). Azka mengungkapkan, ada dua kunci dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Malang Raya ini, yakni bangkit dan optimistis. Kemudian melalui sejumlah kebijakan yang dilakukan pemerintah saat pandemi Covid-19 juga turut memberikan sumbangsih dalam pemulihan ekonomi. Salah satunya ialah percepatan vaksinasi dan pengendalian pandemi Covid-19.

“Pengendalian Covid-19 ini yang perlu diperhatikan. Seperti saat ini varian Omicron, itu harus diperhatikan betul agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi yang mulai tertata naik ini,” ungkapnya.

Ditambahkan, Kota Malang memiliki modal sumber daya manusia, infrastruktur dan komunitas yang mendukung ekosistem ekonomi kreatif. Sehingga, sikap optimis untuk memulihkan keadaan harus ditunjukkan agar mampu sebagai pijakan dalam transformasi ekonomi. “Menyikapi perkembangan inflasi, Bank Indonesia Malang tetap optimis realisasi inflasi Malang Raya akan terkendali di dalam sasaran 3,0+1 persen sesuai target inflasi tahun 2022,” pungkas Azka.

Hal senada juga disampaikan oleh Wali Kota Malang Sutiaji bahwa upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang. Salah satu fokus utamanya, kali ini melalui pengembangan marketplace domestik (UMKM).

 

Dia menjelaskan, kehadiran UMKM Kota Malang, menjadi potensi besar bagi pemulihan ekonomi.  Sehingga, penting untuk bersinergi, bersama mendorong serta memfasilitasi pelaku UMKM, utamanya dalam proses pemasaran melalui format e-commerce (daring).

Pasalnya, pada masa pandemi, menurut Sutiaji, UMKM Kota Malang yang berbasis produk siap saji mengalami peningkatan sebesar 123 persen. Di saat sektor lainnya mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi dapat bangkit dengan cepat melalui transaksi ekonomi di marketplace.

“Ada baiknya kita bangkitkan domestik marketplace di Kota Malang untuk menunjang transaksi ekonomi kita. Sehingga masyarakat Kota Malang dapat berbelanja secara online dengan ongkir yang murah dan membeli produk-produk lokal yang kita miliki,” jelas Sutiaji, dalam paparannya di acara Forum Ekonomi Malang Raya 2022, Kamis (13/1).

Selanjutnya lanjut dia, pemulihan ekonomi kuncinya inovasi dan kolaborasi antar seluruh elemen pembangunan. Bukan saja di wilayah Kota Malang, namun juga untuk wilayah Malang Raya secara keseluruhan. “Kami berharap agar kerja sama dan kolaborasi hexahelix yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan di masa yang akan datang,” tandasnya. (adk/lid)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru