alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pabrikan Kendaraan AS Baru Mulai Berlomba Luncurkan Mobil Listrik

RADAR MALANG – Sejak Presiden AS Joe Biden memulai kampanye penggunaan kendaraan listrik di awal pemerintahannya, berbagai perusahaan mobil di AS pun mulai berlomba-lomba memproduksi kendaraan listrik sebagai prioritas utama mereka.

General Motors mengumumkan tujuannya untuk mencapai nol emisi pada tahun 2035. Sedangkan Ford berencana untuk menggandakan investasi dalam kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya listrik. Tahun 2021 ini, 14 model baru truk listrik dan SUV dijadwalkan diluncurkan di pasar AS, yang menurut para perusahaan mobil diharapkan dapat menarik orang-orang Amerika yang belum tertarik dengan kendaraan listrik yang lebih kecil yang telah lebih dulu populer di negara lain.

Perusahaan tersebut juga mulai melemparkan candaan satir melalui iklan perusahannya yang dibintangi oleh Will Ferrel. Dalam iklan tersebut, perusahaan itu mengatakan bahwa AS telah tertinggal jauh dari negara-negara lain, terutama Norwegia, dalam hal perlombaan kendaraan listrik.

Sementara itu melansir dari ABCNews, Ahad (14/2), lebih dari 54 persen kendaraan baru yang terdaftar di Norwegia pada tahun 2020 adalah kendaraan listrik. Yang menurut Federasi Jalan Norwegia jauh lebih banyak dibanding dengan AS yang hanya 2 persen. “Kami ingin mempertahankan hubungan yang kuat dengan AS. Kami seharusnya tidak menjadi negara terkemuka di dunia dalam hal kendaraan listrik,” komentar Universitas Agder yang bertempat di Norwegia Selatan, ketika menanggapi candaan satir AS.

Christina Bu, sekretaris jenderal Asosiasi Kendaraan Listrik Norwegia mengatakan negara lain seperti Eropa dan China telah fokus untuk memproduksi transportasi yang berbahan bakar listrik. Namun AS sejauh ini hanya memproduksi Tesla tanpa ada inisiatif lain.

Selain Norwegia, Cina adalah negara yang banyak berinvestasi dalam kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya listrik. Menurut Badan Energi Internasional, sebanyak 47 persen kendaraan listrik di dunia berada di Cina. Mereka juga memperkirakan pembelian mobil listrik akan 15 kali lebih tinggi pada 2035 dibandingkan pada 2019.
“Transportasi sekarang adalah sumber polusi karbon terbesar di Amerika Serikat. Jadi, udara akan menjadi sekitar 33 persen lebih bersih jika menggunakan kendaraan listrik,” kata Constantine Samaras, profesor teknik sipil dan lingkungan di Universitas Carnegie Mellon.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Sejak Presiden AS Joe Biden memulai kampanye penggunaan kendaraan listrik di awal pemerintahannya, berbagai perusahaan mobil di AS pun mulai berlomba-lomba memproduksi kendaraan listrik sebagai prioritas utama mereka.

General Motors mengumumkan tujuannya untuk mencapai nol emisi pada tahun 2035. Sedangkan Ford berencana untuk menggandakan investasi dalam kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya listrik. Tahun 2021 ini, 14 model baru truk listrik dan SUV dijadwalkan diluncurkan di pasar AS, yang menurut para perusahaan mobil diharapkan dapat menarik orang-orang Amerika yang belum tertarik dengan kendaraan listrik yang lebih kecil yang telah lebih dulu populer di negara lain.

Perusahaan tersebut juga mulai melemparkan candaan satir melalui iklan perusahannya yang dibintangi oleh Will Ferrel. Dalam iklan tersebut, perusahaan itu mengatakan bahwa AS telah tertinggal jauh dari negara-negara lain, terutama Norwegia, dalam hal perlombaan kendaraan listrik.

Sementara itu melansir dari ABCNews, Ahad (14/2), lebih dari 54 persen kendaraan baru yang terdaftar di Norwegia pada tahun 2020 adalah kendaraan listrik. Yang menurut Federasi Jalan Norwegia jauh lebih banyak dibanding dengan AS yang hanya 2 persen. “Kami ingin mempertahankan hubungan yang kuat dengan AS. Kami seharusnya tidak menjadi negara terkemuka di dunia dalam hal kendaraan listrik,” komentar Universitas Agder yang bertempat di Norwegia Selatan, ketika menanggapi candaan satir AS.

Christina Bu, sekretaris jenderal Asosiasi Kendaraan Listrik Norwegia mengatakan negara lain seperti Eropa dan China telah fokus untuk memproduksi transportasi yang berbahan bakar listrik. Namun AS sejauh ini hanya memproduksi Tesla tanpa ada inisiatif lain.

Selain Norwegia, Cina adalah negara yang banyak berinvestasi dalam kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya listrik. Menurut Badan Energi Internasional, sebanyak 47 persen kendaraan listrik di dunia berada di Cina. Mereka juga memperkirakan pembelian mobil listrik akan 15 kali lebih tinggi pada 2035 dibandingkan pada 2019.
“Transportasi sekarang adalah sumber polusi karbon terbesar di Amerika Serikat. Jadi, udara akan menjadi sekitar 33 persen lebih bersih jika menggunakan kendaraan listrik,” kata Constantine Samaras, profesor teknik sipil dan lingkungan di Universitas Carnegie Mellon.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/