alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Kembangkan Ekonomi Syariah, BSI Gandeng Lembaga Riset dan Kampus

RADAR MALANG – Pengembangan ekonomi syariah hanya bisa berjalan optimal jika seluruh stakeholder mengambil peran. Hal itu dilakukan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk dengan menyatakan kesiapannya berkolaborasi serta bersinergi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi untuk percepatan ekonomi syariah.

Hal itu terungkap dalam acara seremonial Peresmian Center of Sharia Finance and Digital Economy (Shafiec) & Forum Nasional Keuangan Syariah Jumat (12/3). Hadir dalam acara ini, Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin; Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang juga dipercaya sebagai Chairman Board of Trustee, Shafiec Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNU). Hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati; Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo; Plt Ketua PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta Fahmi Akbar Idris; Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi dan Rektor UNU Yogyakarta Purwo Santoso.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi menyatakan, agar ekosistem ekonomi dan perbankan syariah bisa besar dan kuat, perlu adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. “Salah satunya adalah lembaga yang mengembangkan kreativitas, literasi finance dan ekonomi digital syariah seperti Shafiec,” kata Hery.

BSI, lanjut Hery, aktif melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi terkait implementasi kurikulum keuangan syariah, penelitian, dan pengembangan produk serta layanan bank syariah. Selain itu BSI juga bekerjasama dengan asosiasi seperti MES dan Asbisindo melalui forum diskusi dan seminar untuk pengembangan bank syariah.

Langkah ini dilakukan untuk mencapai visi BSI menjadi top 10 bank syariah global berdasarkan kapitalisasi pasar dalam jangka waktu lima tahun ke depan. BSI juga berkomitmen melayani lebih dari 20 juta nasabah dan menjadi top 5 bank berdasarkan aset dan nilai buku menjadi Rp 50 triliun di tahun 2025.

Sementara itu, Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin dalam sambutannya mengatakan, peresmian Shafiec & Forum Nasional Keuangan Syariah ini diharapkan bisa memainkan peran penting dalam pengembangan ekonomi syariah dan digital. “Peresmian Shafiec ini menjadi ikhtiar yang diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah serta pengembangan ekosistem digital,” ujar Ma’ruf Amin.

Untuk menjadi pusat ekonomi syariah di dunia, menurut Ma’ruf Amin, Indonesia harus meningkatkan pengembangan produk halal, ekonomi syariah, dana sosial syariah dan pengembangan perbankan syariah.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi UNU Yogyakarta dan peresmian UNU Center for Sharia Finance and Digital Economy (Shafiec). “Keberadaan Shafiec sejalan dengan tren peningkatan literasi dan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani berharap adanya Shafiec bisa berkontribusi dalam pengembangan SDM dan kebijakan di bidang ekonomi yang memahami dinamika global dan perubahan teknologi dengan tetap mengacu pada nilai Islami di antaranya adalah keadilan, kejujuran, integritas, profesionalisme, tata kelola keislaman yang akuntabel dan dapat dipercaya.

Dari data The State of The Global Islamic Economy Report (SGIE Report) 2020/2021, Indonesia berada di posisi ke empat, naik kelas dari peringkat ke lima tahun 2019 dan dari peringkat 10 tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh lima indikator diantaranya, islamic finance, halal food, muslim friendly travel, modest fashion, media and recreation, serta cosmetic and formation. (*)

RADAR MALANG – Pengembangan ekonomi syariah hanya bisa berjalan optimal jika seluruh stakeholder mengambil peran. Hal itu dilakukan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk dengan menyatakan kesiapannya berkolaborasi serta bersinergi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi untuk percepatan ekonomi syariah.

Hal itu terungkap dalam acara seremonial Peresmian Center of Sharia Finance and Digital Economy (Shafiec) & Forum Nasional Keuangan Syariah Jumat (12/3). Hadir dalam acara ini, Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin; Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang juga dipercaya sebagai Chairman Board of Trustee, Shafiec Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNU). Hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati; Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo; Plt Ketua PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta Fahmi Akbar Idris; Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi dan Rektor UNU Yogyakarta Purwo Santoso.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi menyatakan, agar ekosistem ekonomi dan perbankan syariah bisa besar dan kuat, perlu adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. “Salah satunya adalah lembaga yang mengembangkan kreativitas, literasi finance dan ekonomi digital syariah seperti Shafiec,” kata Hery.

BSI, lanjut Hery, aktif melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi terkait implementasi kurikulum keuangan syariah, penelitian, dan pengembangan produk serta layanan bank syariah. Selain itu BSI juga bekerjasama dengan asosiasi seperti MES dan Asbisindo melalui forum diskusi dan seminar untuk pengembangan bank syariah.

Langkah ini dilakukan untuk mencapai visi BSI menjadi top 10 bank syariah global berdasarkan kapitalisasi pasar dalam jangka waktu lima tahun ke depan. BSI juga berkomitmen melayani lebih dari 20 juta nasabah dan menjadi top 5 bank berdasarkan aset dan nilai buku menjadi Rp 50 triliun di tahun 2025.

Sementara itu, Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin dalam sambutannya mengatakan, peresmian Shafiec & Forum Nasional Keuangan Syariah ini diharapkan bisa memainkan peran penting dalam pengembangan ekonomi syariah dan digital. “Peresmian Shafiec ini menjadi ikhtiar yang diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah serta pengembangan ekosistem digital,” ujar Ma’ruf Amin.

Untuk menjadi pusat ekonomi syariah di dunia, menurut Ma’ruf Amin, Indonesia harus meningkatkan pengembangan produk halal, ekonomi syariah, dana sosial syariah dan pengembangan perbankan syariah.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi UNU Yogyakarta dan peresmian UNU Center for Sharia Finance and Digital Economy (Shafiec). “Keberadaan Shafiec sejalan dengan tren peningkatan literasi dan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani berharap adanya Shafiec bisa berkontribusi dalam pengembangan SDM dan kebijakan di bidang ekonomi yang memahami dinamika global dan perubahan teknologi dengan tetap mengacu pada nilai Islami di antaranya adalah keadilan, kejujuran, integritas, profesionalisme, tata kelola keislaman yang akuntabel dan dapat dipercaya.

Dari data The State of The Global Islamic Economy Report (SGIE Report) 2020/2021, Indonesia berada di posisi ke empat, naik kelas dari peringkat ke lima tahun 2019 dan dari peringkat 10 tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh lima indikator diantaranya, islamic finance, halal food, muslim friendly travel, modest fashion, media and recreation, serta cosmetic and formation. (*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru