alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Ziarah Kubur di Ramadan Dongkrak Omzet Pedagang Bunga Tabur

KOTA BATU – Menjelang dan saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, umat muslim di Jawa Timur biasanya melakukan ziarah kubur. Situasi ini juga terpantau kemarin di Tempat Pemakaman Umum Sisir. Terlihat warga memadati TPU untuk berziarah ke makam keluarga mereka masing-masing.

Salah satu pedagang bunga tabur, Musning mengatakan biasanya ketika di luar Ramadan, dirinya hanya berjualan ketika hari Jumat Legi. Namun saat menjelang bulan puasa, ia berdagang setiap hari. Dia mengaku saat ini jumlah pembeli bunga taburnya meningkat.

“Yang jualan juga tambah banyak ada 12 penjual,” kata penjual asal Kelurahan Temas itu.

Dia mengungkapkan orang-orang yang berziarah hanya wilayah Malang Raya saja. Ini berbeda ketika sebelum pandemi Covid-19 yang biasanya ada daerah lainnya seperti dari Mojokerto atau Surabaya.

“Nggak tahu yang dari luar kota kok jarang sekarang, ramainya ini jam 3 sore keatas,” kata wanita yang sudah berjualan bunga tabur selama lima tahun.

Dalam sehari, jumlah peziarah bisa mencapai ratusan orang. Satu paket bunga tabur dijualnya dengan harga Rp 5000. Dia setiap hari berjualan dari pukul 06.39 sampai maghrib selama dua minggu terakhir.

“Tapi kalau hujan, kan becek kramatnya ya yang datang jarang terus saya pulang,” katanya. Setiap harinya dia bisa mengantongi keuntungan minimal sekitar Rp 100 ribu, yang biasanya hanya setengahnya. Bunga tabur yang dijualnya terdiri dari jenis bunga mawar, kenanga, pacar banyu, sundel putih dan lainnya.

Pewarta; Nugraha

KOTA BATU – Menjelang dan saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, umat muslim di Jawa Timur biasanya melakukan ziarah kubur. Situasi ini juga terpantau kemarin di Tempat Pemakaman Umum Sisir. Terlihat warga memadati TPU untuk berziarah ke makam keluarga mereka masing-masing.

Salah satu pedagang bunga tabur, Musning mengatakan biasanya ketika di luar Ramadan, dirinya hanya berjualan ketika hari Jumat Legi. Namun saat menjelang bulan puasa, ia berdagang setiap hari. Dia mengaku saat ini jumlah pembeli bunga taburnya meningkat.

“Yang jualan juga tambah banyak ada 12 penjual,” kata penjual asal Kelurahan Temas itu.

Dia mengungkapkan orang-orang yang berziarah hanya wilayah Malang Raya saja. Ini berbeda ketika sebelum pandemi Covid-19 yang biasanya ada daerah lainnya seperti dari Mojokerto atau Surabaya.

“Nggak tahu yang dari luar kota kok jarang sekarang, ramainya ini jam 3 sore keatas,” kata wanita yang sudah berjualan bunga tabur selama lima tahun.

Dalam sehari, jumlah peziarah bisa mencapai ratusan orang. Satu paket bunga tabur dijualnya dengan harga Rp 5000. Dia setiap hari berjualan dari pukul 06.39 sampai maghrib selama dua minggu terakhir.

“Tapi kalau hujan, kan becek kramatnya ya yang datang jarang terus saya pulang,” katanya. Setiap harinya dia bisa mengantongi keuntungan minimal sekitar Rp 100 ribu, yang biasanya hanya setengahnya. Bunga tabur yang dijualnya terdiri dari jenis bunga mawar, kenanga, pacar banyu, sundel putih dan lainnya.

Pewarta; Nugraha

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru