alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 19 September 2021

Pembiayaan Syariah di Malang Tumbuh 24,96 Persen

MALANG KOTA – Selama pandemi, perekonomian syariah di Kota Malang menunjukkan sentimen positif. Berdasarkan catatan Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Malang, selama 2021 pembiayaan syariah merangkak naik sebesar 24,96 persen. Sejumlah faktor menjadi penyebab kenaikan tersebut. Mulai kualitas produk halal hingga kecenderungan masyarakat saat memilih barang.

Kepala BI KPw Malang Azka Subhan mengatakan, akselerasi perekonomian di Bumi Arema terbilang stabil. Terutama saat pandemi Covid-19 menyerang hampir selama dua tahun ini. Pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah daerah juga menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

“Kami juga mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi di Kota Malang, khususnya melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariahnya,” katanya saat webinar yang bertemakan Jaminan Produk Halal dan Suistanable Halal Fashion, kemarin (14/9).

Peran UMKM saat ini sedang digandrungi oleh masyarakat. Sehingga UMKM dapat menampilkan dan mempromosikan berbagai produknya. Serta kegiatan terkait ekonomi syariah di wilayah kerja KPw BI Malang bisa terekspos. Azka berkomitmen menyelenggarakan acara tersebut sebagai akselerasi pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 yang terus merebak memukul seluruh sektor perekonomian. Dengan itu, pemulihan ekonomi secara syariah bisa menjadi kunci atau solusinya. Memang perlu waktu untuk memulihkan tetapi Azka yakin karena pelaku ekonomi di Kota Malang sangat kreatif mengelola produk.

“Pembiayaan ekonomi syariah tampak terus berkembang meskipun di tengah suasana pandemi, sehingga perlu ada support,” papar Azka.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI H Mukhamad Misbakhun dalam kesempatan tersebut memaparkan sejumlah balasan pembiayaan syariah di Kota Malang bisa naik. Yang pertama, penduduk di Indonesia bahkan Kota Malang saat ini mayoritas Islam. Total 85 persen umat Islam mendominasi saat ini.

“Untuk itu, produk halal sangat diinginkan oleh masyarakat. Tapi produk halal pun juga mengandung citra masyarakat bahwa fungsi barang telah bergeser menjadi nomor sekian,” paparnya.

Politikus Partai Golkar tersebut mencatat ada sebesar 57 persen produk yang dibeli oleh masyarakat saat ini cenderung ke arah kebutuhan rumah tangga. Sehingga faktor inilah yang menjadi penyebab selanjutnya mengapa pembiayaan syariah bisa naik. Jaminan produk halal saat ini sudah menjadi label tersendiri. Sehingga pihaknya bakal melindungi masyarakat dengan UU Jaminan Produk Halal.

Wakil rakyat asal Pasuruan itu berharap tren positif ini bisa berlanjut. Sebab, masa pandemi Covid-19 juga memukul UMKM yang berbasis syariah. Seiring berjalannya waktu, UMKM syariah bisa survive untuk tetap memasarkan produknya.

“Kami melihat pandemi ini juga sebagai tantangan UMKM, untuk itu perlu ada support entah dari segi pembinaan maupun inovasi penjualannya,” tandasnya

Dalam webinar tersebut, hadir sejumlah pembicara seperti Kepala BI KPw Jawa Timur Budi Hanoto. Selain itu, turut hadir pula CEO Karim Consulting Dr Adimarwan Azwar Karim, Muslim Fashion Desainer Zaskia Sungkar, dan Presenter Nycta Gina. (adn/mas/rmc)

MALANG KOTA – Selama pandemi, perekonomian syariah di Kota Malang menunjukkan sentimen positif. Berdasarkan catatan Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Malang, selama 2021 pembiayaan syariah merangkak naik sebesar 24,96 persen. Sejumlah faktor menjadi penyebab kenaikan tersebut. Mulai kualitas produk halal hingga kecenderungan masyarakat saat memilih barang.

Kepala BI KPw Malang Azka Subhan mengatakan, akselerasi perekonomian di Bumi Arema terbilang stabil. Terutama saat pandemi Covid-19 menyerang hampir selama dua tahun ini. Pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah daerah juga menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

“Kami juga mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi di Kota Malang, khususnya melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariahnya,” katanya saat webinar yang bertemakan Jaminan Produk Halal dan Suistanable Halal Fashion, kemarin (14/9).

Peran UMKM saat ini sedang digandrungi oleh masyarakat. Sehingga UMKM dapat menampilkan dan mempromosikan berbagai produknya. Serta kegiatan terkait ekonomi syariah di wilayah kerja KPw BI Malang bisa terekspos. Azka berkomitmen menyelenggarakan acara tersebut sebagai akselerasi pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 yang terus merebak memukul seluruh sektor perekonomian. Dengan itu, pemulihan ekonomi secara syariah bisa menjadi kunci atau solusinya. Memang perlu waktu untuk memulihkan tetapi Azka yakin karena pelaku ekonomi di Kota Malang sangat kreatif mengelola produk.

“Pembiayaan ekonomi syariah tampak terus berkembang meskipun di tengah suasana pandemi, sehingga perlu ada support,” papar Azka.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI H Mukhamad Misbakhun dalam kesempatan tersebut memaparkan sejumlah balasan pembiayaan syariah di Kota Malang bisa naik. Yang pertama, penduduk di Indonesia bahkan Kota Malang saat ini mayoritas Islam. Total 85 persen umat Islam mendominasi saat ini.

“Untuk itu, produk halal sangat diinginkan oleh masyarakat. Tapi produk halal pun juga mengandung citra masyarakat bahwa fungsi barang telah bergeser menjadi nomor sekian,” paparnya.

Politikus Partai Golkar tersebut mencatat ada sebesar 57 persen produk yang dibeli oleh masyarakat saat ini cenderung ke arah kebutuhan rumah tangga. Sehingga faktor inilah yang menjadi penyebab selanjutnya mengapa pembiayaan syariah bisa naik. Jaminan produk halal saat ini sudah menjadi label tersendiri. Sehingga pihaknya bakal melindungi masyarakat dengan UU Jaminan Produk Halal.

Wakil rakyat asal Pasuruan itu berharap tren positif ini bisa berlanjut. Sebab, masa pandemi Covid-19 juga memukul UMKM yang berbasis syariah. Seiring berjalannya waktu, UMKM syariah bisa survive untuk tetap memasarkan produknya.

“Kami melihat pandemi ini juga sebagai tantangan UMKM, untuk itu perlu ada support entah dari segi pembinaan maupun inovasi penjualannya,” tandasnya

Dalam webinar tersebut, hadir sejumlah pembicara seperti Kepala BI KPw Jawa Timur Budi Hanoto. Selain itu, turut hadir pula CEO Karim Consulting Dr Adimarwan Azwar Karim, Muslim Fashion Desainer Zaskia Sungkar, dan Presenter Nycta Gina. (adn/mas/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru