alexametrics
30C
Malang
Sunday, 7 March 2021

Prioritaskan UKM, Relaksasi Kredit Malang Raya Capai Rp 12 Triliun

MALANG KOTA – UKM (Usaha Kecil dan Menengah) menjadi sektor penting penopang laju perekonomian daerah, termasuk di Malang raya. Karena itu, mereka menjadi prioritas utama program relaksasi kredit akibat terdampak Covid-19. Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, besaran keringanan kredit bagi para nasabah perbankan dan lembaga pembiayaan melalui relaksasi kredit di Malang Raya mencapai Rp 12 triliun.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menyatakan program relaksasi kredit tersebut telah menjangkau 180 debitur hingga akhir 2020 lalu. Rinciannya untuk kredit perbankan sebanyak 86 ribu debitor dengan nilai total kredit sebesar sekitar Rp 9 triliun. Sedangkan untuk relaksasi kredit pada lembaga pembiayaan mencapai Rp 3 triliun yang dinikmati oleh 94 ribu debitor. ”Relaksasi kredit ini diberikan untuk memberikan ruang napas bagi debitor yang mayoritas UKM (usaha kecil menengah),” terang Sugiarto.

Upaya membantu sektor UKM juga dilakukan OJK Malang lewat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah. Pihaknya berupaya agar sektor keuangan tidak rontok, tapi di sisi lain juga tetap bisa melindungi masyarakat. Dengan begitu, OJK seperti berjalan di atas dua kaki, satu sisi menjaga lembaga keuangan, di sisi lain UKM tetap bisa eksis selama pandemi.

”Secara menyeluruh kinerja lembaga jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang tetap tumbuh,” sambungnya. Dana pihak ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh 11,4 persen secara year on year (YoY) atau senilai Rp 78 triliun sampai akhir tahun 2020. Begitu pula dengan kredit perbankan juga terlihat tetap tumbuh sebesar 1,2 persen untuk Kota Malang, sementara di Kabupaten Malang pertumbuhan kredit sebesar 3,41 persen atau setara dengan Rp 19,4 triliun.

Sayangnya, di Kota Batu pertumbuhan kredit malah minus 10 persen menjadi Rp 1,8 triliun. ”Hal itu bisa terjadi karena sektor perekonomian di Batu kebanyakan di pariwisata, yang paling terdampak,” kata dia. Sugiarto mengatakan, secara umum pertumbuhan kredit di Malang Raya masih tumbuh, hanya di Kota Batu penyalurannya lebih kecil. (rmc/ref/c1/mas)

MALANG KOTA – UKM (Usaha Kecil dan Menengah) menjadi sektor penting penopang laju perekonomian daerah, termasuk di Malang raya. Karena itu, mereka menjadi prioritas utama program relaksasi kredit akibat terdampak Covid-19. Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, besaran keringanan kredit bagi para nasabah perbankan dan lembaga pembiayaan melalui relaksasi kredit di Malang Raya mencapai Rp 12 triliun.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menyatakan program relaksasi kredit tersebut telah menjangkau 180 debitur hingga akhir 2020 lalu. Rinciannya untuk kredit perbankan sebanyak 86 ribu debitor dengan nilai total kredit sebesar sekitar Rp 9 triliun. Sedangkan untuk relaksasi kredit pada lembaga pembiayaan mencapai Rp 3 triliun yang dinikmati oleh 94 ribu debitor. ”Relaksasi kredit ini diberikan untuk memberikan ruang napas bagi debitor yang mayoritas UKM (usaha kecil menengah),” terang Sugiarto.

Upaya membantu sektor UKM juga dilakukan OJK Malang lewat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah. Pihaknya berupaya agar sektor keuangan tidak rontok, tapi di sisi lain juga tetap bisa melindungi masyarakat. Dengan begitu, OJK seperti berjalan di atas dua kaki, satu sisi menjaga lembaga keuangan, di sisi lain UKM tetap bisa eksis selama pandemi.

”Secara menyeluruh kinerja lembaga jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang tetap tumbuh,” sambungnya. Dana pihak ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh 11,4 persen secara year on year (YoY) atau senilai Rp 78 triliun sampai akhir tahun 2020. Begitu pula dengan kredit perbankan juga terlihat tetap tumbuh sebesar 1,2 persen untuk Kota Malang, sementara di Kabupaten Malang pertumbuhan kredit sebesar 3,41 persen atau setara dengan Rp 19,4 triliun.

Sayangnya, di Kota Batu pertumbuhan kredit malah minus 10 persen menjadi Rp 1,8 triliun. ”Hal itu bisa terjadi karena sektor perekonomian di Batu kebanyakan di pariwisata, yang paling terdampak,” kata dia. Sugiarto mengatakan, secara umum pertumbuhan kredit di Malang Raya masih tumbuh, hanya di Kota Batu penyalurannya lebih kecil. (rmc/ref/c1/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru