alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Waduh, Pembalut Wanita Ikut Dongkrak Inflasi Kota Malang

RADAR MALANG – Angka Inflasi Kota Malang berada di urutan ke-3 tertinggi di Jatim. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, April 2021 di Kota Malang terjadi inflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,26. Salah satu komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di antaranya adalah pembalut wanita.

Dari 8 kota di Jawa Timur, tercatat IHK seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,53 persen, diikuti Kota Kediri sebesar 0,31 persen, dan disusul Kota Malang sebesar 0,10 persen. Sedangkan Kota Probolinggo dan Kota Surabaya masing-masing sebesar 0,09 persen, Jember 0,08 persen, Kota Madiun 0,06 persen, dan Banyuwangi sebesar 0,02 persen.

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,10 persen pada April 2021. Inflasi tersebut didorong oleh peningkatan pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen. Kelompok tersebut memberikan andil terhadap inflasi Kota Malang sebesar 0,02 persen. ”Misalnya, komoditas yang menjadi penyumbang inflasi itu seperti pembelian pembalut wanita, sampo, dan perhiasan emas,” bebernya.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok pengeluaran untuk rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,30 persen, yakni dengan komoditas sepeda anak. Selain itu, kenaikan terjadi pada kelompok pengeluaran penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,29 persen, seperti bubur dan bakso siap santap.

Sedangkan untuk kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen. ”Komoditasnya pengharum cucian atau pelembut,” imbuhnya.

Tak hanya itu, kenaikan juga terjadi pada jenis pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen, yakni dengan komoditas celana pendek anak dan celana panjang jins pria.

Sementara untuk makanan, minuman, dan tembakau meningkat 0,07 persen dengan komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan pisang. Begitu pula dengan kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga meningkat sebesar 0,07 persen dengan komoditas batu bata. Sementara pengeluaran kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen dengan komoditas obat gosok.

Sementara untuk sektor transportasi mengalami penurunan sebesar -0,04 persen. ”Tapi (yang alami penurunan, Red) untuk yang komoditasnya angkutan udara dan tarif kereta api,” imbuhnya.

Di sisi lain, Erny Fatma Setyoharini menambahkan, tingkat inflasi tahun kalender April 2021 sebesar 0,22 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,48 persen. Sepuluh komoditas teratas yang memberikan andil terbesar inflasi pada April 2021 adalah daging ayam ras, telur ayam ras, pisang, anggur, daging sapi, cabai merah, bubur, bakso siap santap, semangka, dan sepeda anak.

”Kenaikan pada beberapa komoditas itu di antaranya daging ayam ras naik sebesar 9,96 persen, telur ayam ras 4,21 persen, daging sapi 1,57 persen, dan cabai merah sebesar 14,96 persen,” tambahnya.(rmc/ulf/c1/abm)

RADAR MALANG – Angka Inflasi Kota Malang berada di urutan ke-3 tertinggi di Jatim. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, April 2021 di Kota Malang terjadi inflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,26. Salah satu komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di antaranya adalah pembalut wanita.

Dari 8 kota di Jawa Timur, tercatat IHK seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,53 persen, diikuti Kota Kediri sebesar 0,31 persen, dan disusul Kota Malang sebesar 0,10 persen. Sedangkan Kota Probolinggo dan Kota Surabaya masing-masing sebesar 0,09 persen, Jember 0,08 persen, Kota Madiun 0,06 persen, dan Banyuwangi sebesar 0,02 persen.

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,10 persen pada April 2021. Inflasi tersebut didorong oleh peningkatan pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen. Kelompok tersebut memberikan andil terhadap inflasi Kota Malang sebesar 0,02 persen. ”Misalnya, komoditas yang menjadi penyumbang inflasi itu seperti pembelian pembalut wanita, sampo, dan perhiasan emas,” bebernya.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok pengeluaran untuk rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,30 persen, yakni dengan komoditas sepeda anak. Selain itu, kenaikan terjadi pada kelompok pengeluaran penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,29 persen, seperti bubur dan bakso siap santap.

Sedangkan untuk kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen. ”Komoditasnya pengharum cucian atau pelembut,” imbuhnya.

Tak hanya itu, kenaikan juga terjadi pada jenis pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen, yakni dengan komoditas celana pendek anak dan celana panjang jins pria.

Sementara untuk makanan, minuman, dan tembakau meningkat 0,07 persen dengan komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan pisang. Begitu pula dengan kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga meningkat sebesar 0,07 persen dengan komoditas batu bata. Sementara pengeluaran kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen dengan komoditas obat gosok.

Sementara untuk sektor transportasi mengalami penurunan sebesar -0,04 persen. ”Tapi (yang alami penurunan, Red) untuk yang komoditasnya angkutan udara dan tarif kereta api,” imbuhnya.

Di sisi lain, Erny Fatma Setyoharini menambahkan, tingkat inflasi tahun kalender April 2021 sebesar 0,22 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,48 persen. Sepuluh komoditas teratas yang memberikan andil terbesar inflasi pada April 2021 adalah daging ayam ras, telur ayam ras, pisang, anggur, daging sapi, cabai merah, bubur, bakso siap santap, semangka, dan sepeda anak.

”Kenaikan pada beberapa komoditas itu di antaranya daging ayam ras naik sebesar 9,96 persen, telur ayam ras 4,21 persen, daging sapi 1,57 persen, dan cabai merah sebesar 14,96 persen,” tambahnya.(rmc/ulf/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/