alexametrics
20.1 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Sabar, Harga Cabai dan Migor Bisa Normal Baru Tahun Depan

MALANG KOTA – Ini menjadi kabar kurang baik bagi para ibu rumah tangga. Sebab harga komoditas bahan pangan yang kini meroket berpotensi terjadi dalam waktu yang cukup lama. Setidaknya hingga beberapa bulan ke depan. Misalnya saja cabai rawit, yang saat ini harganya sudah menyentuh Rp 90 ribu per kilogram. Juga minyak goreng, yang harga per liternya sudah mencapai Rp 18 ribu.

Arikyanto, salah satu pedagang di Pasar Oro-Oro Dowo mengakui bila kenaikan harga cabai rawit itu cukup signifikan. ”Sebab sebelumnya hanya berada di kisaran (harga) Rp 35 ribu per kilogram,” kata dia. Ayah dua anak itu juga menjelaskan bila kenaikan harga cabai rawit juga terjadi karena cuaca saat ini.

Di tempat lain, yakni di Pasar Bareng, juga dijumpai hal serupa. Di sana, harga satu liter minyak mencapai Rp 20 ribu. ”Sekarang pengecer itu sudah tidak ada lagi karena harga minyak yang mahal, sehingga tidak ada ongkos kirim untuk mereka,” ujar Rubaiyah, salah satu pedagang di sana. Dia juga menyebut bila saat ini stok minyak goreng cukup langka.

Biasanya, dikatakan dia, ada pengecer sembako yang mengantar minyak goreng dalam jumlah banyak ke Pasar Bareng, namun sekarang sudah tidak ada lagi. Malahan, pedagang itu sendiri harus mencari stok ke pasar induk Gadang. ”Stok minyak goreng saat ini sulit didapat, terus harga juga naik. Berbeda dengan cabai, yang harganya naik, tapi masih mudah didapatkan,” tambah dia.

Masih tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok itu membuat Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopindag) Kota Malang tak bisa berbuat banyak. Mereka melihat bila itu terjadi karena terhambatnya distribusi dari tengkulak. Kepala Diskopindag Kota Malang M. Sailendra memprediksi bila penurunan harga baru terjadi di tahun depan. Bisa di bulan Januari, maupun Februari.

Untuk stok cabai, dia juga memastikan aman hingga 1,5 bulan ke depan. Sementara untuk minyak, dia menyebut bila stoknya masih cukup aman di tingkat produsen. Kepastian stok aman itu diketahui setelah mereka menggelar operasi pasar, Senin lalu (13/12). (nj4/adn/by)

MALANG KOTA – Ini menjadi kabar kurang baik bagi para ibu rumah tangga. Sebab harga komoditas bahan pangan yang kini meroket berpotensi terjadi dalam waktu yang cukup lama. Setidaknya hingga beberapa bulan ke depan. Misalnya saja cabai rawit, yang saat ini harganya sudah menyentuh Rp 90 ribu per kilogram. Juga minyak goreng, yang harga per liternya sudah mencapai Rp 18 ribu.

Arikyanto, salah satu pedagang di Pasar Oro-Oro Dowo mengakui bila kenaikan harga cabai rawit itu cukup signifikan. ”Sebab sebelumnya hanya berada di kisaran (harga) Rp 35 ribu per kilogram,” kata dia. Ayah dua anak itu juga menjelaskan bila kenaikan harga cabai rawit juga terjadi karena cuaca saat ini.

Di tempat lain, yakni di Pasar Bareng, juga dijumpai hal serupa. Di sana, harga satu liter minyak mencapai Rp 20 ribu. ”Sekarang pengecer itu sudah tidak ada lagi karena harga minyak yang mahal, sehingga tidak ada ongkos kirim untuk mereka,” ujar Rubaiyah, salah satu pedagang di sana. Dia juga menyebut bila saat ini stok minyak goreng cukup langka.

Biasanya, dikatakan dia, ada pengecer sembako yang mengantar minyak goreng dalam jumlah banyak ke Pasar Bareng, namun sekarang sudah tidak ada lagi. Malahan, pedagang itu sendiri harus mencari stok ke pasar induk Gadang. ”Stok minyak goreng saat ini sulit didapat, terus harga juga naik. Berbeda dengan cabai, yang harganya naik, tapi masih mudah didapatkan,” tambah dia.

Masih tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok itu membuat Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopindag) Kota Malang tak bisa berbuat banyak. Mereka melihat bila itu terjadi karena terhambatnya distribusi dari tengkulak. Kepala Diskopindag Kota Malang M. Sailendra memprediksi bila penurunan harga baru terjadi di tahun depan. Bisa di bulan Januari, maupun Februari.

Untuk stok cabai, dia juga memastikan aman hingga 1,5 bulan ke depan. Sementara untuk minyak, dia menyebut bila stoknya masih cukup aman di tingkat produsen. Kepastian stok aman itu diketahui setelah mereka menggelar operasi pasar, Senin lalu (13/12). (nj4/adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/