alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Cair, Bansos PKH Tahap II Digelontor Rp 6,53 Triliun

RADAR MALANG – Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap II senilai Rp 6,53 triliun dicairkan Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan dalam bentuk uang tunai itu sudah mulai didistribusikan sejak awal Ramadan 1442 Hijriah.

Jika ditambah nilai bansos sebelumnya, total pencairan PKH sudah mencapai Rp15,35 triliun. Lewat bantuan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga kebutuhan bahan pokok di bulan puasa.

“Pencairan bantuan ini untuk Tahap II, kebetulan bulan April. Jadi pas bersamaan dengan awal puasa,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini seperti dilansir Jawapos Minggu (18/4). Bansos PKH tersebut menyasar 9.074.584 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di seluruh pelosok Tanah Air.

Pencairan bansos PKH juga diharapkan membantu mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi. Mantan Wali Kota Surabaya ini berharap dengan pencairan bansos akan menaikkan daya beli masyarakat. “Kalau daya beli meningkat maka pedagang kecil juga akan terkena dampaknya, dagangan jadi laku dan bisa mendapatkan untung,” ujar Risma.

PKH merupakan bantuan bersyarat bagi keluarga yang memenuhi satu atau lebih komponen yaitu komponen kesehatan dengan kategori ibu hamil dan anak balita. Komponen pendidikan dengan kategori anak SD/MI atau sederajat, anak SMP/MTs atau sederajat dan anak SMA/MAN atau sederajat.

Komponen Kesejahteraan Sosial dengan kategori lanjut usia di atas 70 tahun dan kategori disabilitas berat. Kemensos bekerja sama dengan perbankan yang tergabung pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam pencairan bantuan. Seluruh KPM PKH mendapatkan bantuan langsung ke rekeningnya. “Mereka bisa mencairkan bantuan yang diterima di ATM bersama, E-Warung, dan agen – agen bank yang ditunjuk oleh bank penyalur,” kata Risma.

Sumber; Jawapos

RADAR MALANG – Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap II senilai Rp 6,53 triliun dicairkan Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan dalam bentuk uang tunai itu sudah mulai didistribusikan sejak awal Ramadan 1442 Hijriah.

Jika ditambah nilai bansos sebelumnya, total pencairan PKH sudah mencapai Rp15,35 triliun. Lewat bantuan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga kebutuhan bahan pokok di bulan puasa.

“Pencairan bantuan ini untuk Tahap II, kebetulan bulan April. Jadi pas bersamaan dengan awal puasa,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini seperti dilansir Jawapos Minggu (18/4). Bansos PKH tersebut menyasar 9.074.584 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di seluruh pelosok Tanah Air.

Pencairan bansos PKH juga diharapkan membantu mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi. Mantan Wali Kota Surabaya ini berharap dengan pencairan bansos akan menaikkan daya beli masyarakat. “Kalau daya beli meningkat maka pedagang kecil juga akan terkena dampaknya, dagangan jadi laku dan bisa mendapatkan untung,” ujar Risma.

PKH merupakan bantuan bersyarat bagi keluarga yang memenuhi satu atau lebih komponen yaitu komponen kesehatan dengan kategori ibu hamil dan anak balita. Komponen pendidikan dengan kategori anak SD/MI atau sederajat, anak SMP/MTs atau sederajat dan anak SMA/MAN atau sederajat.

Komponen Kesejahteraan Sosial dengan kategori lanjut usia di atas 70 tahun dan kategori disabilitas berat. Kemensos bekerja sama dengan perbankan yang tergabung pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam pencairan bantuan. Seluruh KPM PKH mendapatkan bantuan langsung ke rekeningnya. “Mereka bisa mencairkan bantuan yang diterima di ATM bersama, E-Warung, dan agen – agen bank yang ditunjuk oleh bank penyalur,” kata Risma.

Sumber; Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru