alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Dipicu Pandemi, UMKM Pengguna QRIS Melejit

MALANG KOTA – Pengguna transaksi non tunai di Kota Malang, khususnya melalui sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meningkat. Terbukti, jumlah merchant (pedagang) di wilayah ini per November mencapai 203.123 unit. Jumlah tersebut tumbuh 97 persen dibandingkan bulan Oktober yang masih mencapai sekitar 100 ribu merchant.

 

Deputi Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang Cicilia Melly Andita menyatakan, ada sejumlah faktor yang memengaruhi melejitnya merchant QRIS di Kota Malang. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap digitalisasi produk perbankan mulai meningkat. Faktor pandemi yang mendorong adanya transaksi non tunai juga menjadi penyebab.

“Para merchant memilih QRIS karena kemudahannya hanya scan barcode saja, apalagi kemajuan teknologi juga mendorong masyarakat mau menggunakan QRIS,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (17/11).

 

Mayoritas merchant QRIS di Kota Malang berasal dari para pelaku UMKM dan pedagang retail. Bahkan penggunaan QRIS di Kota Malang sudah merambah hingga ke pedagang pasar. Melly yakin, jika transaksi non tunai bakal menjadi kebiasaan dan dapat memulihkan ekonomi selama masa pandemi Covid-19.

 

Ke depan, BI KPw Malang juga bakal menerapkan QRIS pada sektor pariwisata. Hal itu lantaran roda ekonomi Kota Malang juga tergerak pada sektor pariwisata. Sehingga BI KPw Malang optimistis angka merchant QRIS bisa meningkat.

 

“Sedang kami usahakan, kami bakal sosialisasi ke pelaku pariwisata agar QRIS bisa berjalan maksimal,” tegas Melly.

Sementara itu, para pemilik kafe dan resto Kota Malang juga mulai menggunakan QRIS. Selain lebih praktis, hal itu juga untuk mempermudah pembeli dalam bertransaksi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Resto (Apkrindo) Malang Indra Setyati menyatakan, sudah mulai banyak resto dan kafe yang menggunakan metode pembayaran QRIS. Namunm diakui mayoritas masih menggunakan transaksi tunai. “Sesegera mungkin, akan kami lakukan sosialisasi penggunaan QRIS kepada seluruh pengelola kafe dan resto di Malang,” ujar Indra Rabu (17/11). (adn/nay)

 

Pewarta: Aditya Novrian

 

MALANG KOTA – Pengguna transaksi non tunai di Kota Malang, khususnya melalui sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meningkat. Terbukti, jumlah merchant (pedagang) di wilayah ini per November mencapai 203.123 unit. Jumlah tersebut tumbuh 97 persen dibandingkan bulan Oktober yang masih mencapai sekitar 100 ribu merchant.

 

Deputi Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang Cicilia Melly Andita menyatakan, ada sejumlah faktor yang memengaruhi melejitnya merchant QRIS di Kota Malang. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap digitalisasi produk perbankan mulai meningkat. Faktor pandemi yang mendorong adanya transaksi non tunai juga menjadi penyebab.

“Para merchant memilih QRIS karena kemudahannya hanya scan barcode saja, apalagi kemajuan teknologi juga mendorong masyarakat mau menggunakan QRIS,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (17/11).

 

Mayoritas merchant QRIS di Kota Malang berasal dari para pelaku UMKM dan pedagang retail. Bahkan penggunaan QRIS di Kota Malang sudah merambah hingga ke pedagang pasar. Melly yakin, jika transaksi non tunai bakal menjadi kebiasaan dan dapat memulihkan ekonomi selama masa pandemi Covid-19.

 

Ke depan, BI KPw Malang juga bakal menerapkan QRIS pada sektor pariwisata. Hal itu lantaran roda ekonomi Kota Malang juga tergerak pada sektor pariwisata. Sehingga BI KPw Malang optimistis angka merchant QRIS bisa meningkat.

 

“Sedang kami usahakan, kami bakal sosialisasi ke pelaku pariwisata agar QRIS bisa berjalan maksimal,” tegas Melly.

Sementara itu, para pemilik kafe dan resto Kota Malang juga mulai menggunakan QRIS. Selain lebih praktis, hal itu juga untuk mempermudah pembeli dalam bertransaksi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Resto (Apkrindo) Malang Indra Setyati menyatakan, sudah mulai banyak resto dan kafe yang menggunakan metode pembayaran QRIS. Namunm diakui mayoritas masih menggunakan transaksi tunai. “Sesegera mungkin, akan kami lakukan sosialisasi penggunaan QRIS kepada seluruh pengelola kafe dan resto di Malang,” ujar Indra Rabu (17/11). (adn/nay)

 

Pewarta: Aditya Novrian

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/