alexametrics
30.3 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Pabrikan Australia Luncurkan Baterai Hidrogen Seharga USD 30.000

RADAR MALANG – Beragam inovasi sumber energi terbarukan dan teknologi baterai terus bermunculan. Seperti perusahaan teknologi Australia Lavo ini misalnya, membuka pre-order untuk baterai rumah hidrogen seharga USD 30.000.

Melansir dari Nerdist Jumat (19/2) harga baterai ritel Lavo ini berkisar antara USD 29.450 hingga USD 34.750. Secara estetika, baterai ini kontras dengan baterai rumah Powerwall Tesla. Baterai ini bekerja dengan cara menarik air, dan menggunakan elektroliser untuk dipisahkan menjadi atom penyusunnya, hidrogen dan oksigen. Sistem kemudian menyimpan hidrogen dalam keadaan padat di tangki perak. Serbuk hidrida logam milik Lavo menangkap hidrogen di dalam tangki. Pengguna kemudian dapat menjalankan kembali hidrogen melalui sel bahan bakar untuk menghasilkan listrik.

Selain itu, baterai juga tidak memerlukan hidrogen untuk disimpan sebagai gas atau cairan. “Kami sangat bersemangat untuk membangun penyimpanan energi generasi berikutnya di Australia bersama para peneliti terkemuka di University of New South Wales dan mitra manufaktur kelas dunia kami,” ujar CEO Lavo, Alan Yu dalam siaran persnya. “Teknologi Lavo benar-benar merubah permainan pasar penyimpanan energi, dan kami yakin ini akan memiliki dampak yang nyata dan positif pada cara orang-orang memberdayakan kehidupan mereka,” tambahnya.

Sayangnya, calon pembeli tidak hanya harus menghabiskan USD 30.000 untuk salah satu baterai ini, tetapi juga menunggu hingga September 2022 untuk menerimanya. Selain itu, ada kemungkinan bahwa baterai hidrogen mungkin tidak berfungsi sebaik baterai lithium-ion, karena membutuhkan energi untuk menghasilkan hidrogen; yaitu memberi daya pada elektroliser tersebut. Secara umum, kendala mendasar ini mungkin menjadi alasan baterai hidrogen tidak mengalir seperti air.

Penulis: Talitha Azmi F.

RADAR MALANG – Beragam inovasi sumber energi terbarukan dan teknologi baterai terus bermunculan. Seperti perusahaan teknologi Australia Lavo ini misalnya, membuka pre-order untuk baterai rumah hidrogen seharga USD 30.000.

Melansir dari Nerdist Jumat (19/2) harga baterai ritel Lavo ini berkisar antara USD 29.450 hingga USD 34.750. Secara estetika, baterai ini kontras dengan baterai rumah Powerwall Tesla. Baterai ini bekerja dengan cara menarik air, dan menggunakan elektroliser untuk dipisahkan menjadi atom penyusunnya, hidrogen dan oksigen. Sistem kemudian menyimpan hidrogen dalam keadaan padat di tangki perak. Serbuk hidrida logam milik Lavo menangkap hidrogen di dalam tangki. Pengguna kemudian dapat menjalankan kembali hidrogen melalui sel bahan bakar untuk menghasilkan listrik.

Selain itu, baterai juga tidak memerlukan hidrogen untuk disimpan sebagai gas atau cairan. “Kami sangat bersemangat untuk membangun penyimpanan energi generasi berikutnya di Australia bersama para peneliti terkemuka di University of New South Wales dan mitra manufaktur kelas dunia kami,” ujar CEO Lavo, Alan Yu dalam siaran persnya. “Teknologi Lavo benar-benar merubah permainan pasar penyimpanan energi, dan kami yakin ini akan memiliki dampak yang nyata dan positif pada cara orang-orang memberdayakan kehidupan mereka,” tambahnya.

Sayangnya, calon pembeli tidak hanya harus menghabiskan USD 30.000 untuk salah satu baterai ini, tetapi juga menunggu hingga September 2022 untuk menerimanya. Selain itu, ada kemungkinan bahwa baterai hidrogen mungkin tidak berfungsi sebaik baterai lithium-ion, karena membutuhkan energi untuk menghasilkan hidrogen; yaitu memberi daya pada elektroliser tersebut. Secara umum, kendala mendasar ini mungkin menjadi alasan baterai hidrogen tidak mengalir seperti air.

Penulis: Talitha Azmi F.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/