alexametrics
26.1 C
Malang
Wednesday, 1 December 2021

Dekatkan Produk dan Layanan, OJK Malang Gelar Bulan Inklusi Keuangan

MALANG KOTA –  Inklusi keuangan memegang peran strategis dalam percepatan dan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hal inilah yang menjadi fokus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Event Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar selama bulan Oktober ini.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi OJK dengan kementerian/lembaga terkait beserta Lembaga Jasa Keuangan (LJK) secara serentak di seluruh Indonesia.

Di Malang Raya, BIK digelar OJK Malang  bekerja sama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang. Mengusung tema “Inklusi Keuangan Untuk Semua, Bangkitkan Ekonomi Bangsa”, acara digeber sejak 16 Oktober hingga 2 November 2021 mendatang.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menjelaskan, inklusi keuangan punya peran penting dan strategis. Sehingga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. “Bulan Inklusi Keuangan digelar sebagai salah satu upaya mendekatkan masyarakat dengan produk dan layanan keuangan. Dengan semakin terbukanya akses keuangan masyarakat, penggunaan produk dan layanan keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan akan meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sugiarto.

Pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan ini, lanjut Sugiarto juga diharapkan ikut mendorong pembukaan rekening, pemberian kredit atau pembiayaan serta penggunaan produk atau layanan jasa keuangan. Termasuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap budaya menabung.

Selama 2021 hingga saat ini, OJK Malang gencar melakukan kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan edukasi dan literasi keuangan masyarakat secara virtual kepada masyarakat. Selain itu, sosialisasi inklusi keuangan juga dilakukan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui kegiatan seperti KUR Klaster dan business matching untuk UMKM di Singosari Kabupaten Malang.

Ketua Panitia BIK Malang 2021 Bebi Lolita Indriani menambahkan, BIK digelar untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Termasuk meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat, serta mengakselerasi penambahan rekening dan penggunaan produk dan layanan keuangan.

“Tujuan BIK yaitu menjadi sarana atau platform bagi masyarakat untuk dapat meningkatkan pengetahuan terhadap produk dan layanan keuangan. Selain itu, juga memanfaatkan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya,” tandas Head of Region BNI Wilayah Malang tersebut. (did/nay/rmc)

MALANG KOTA –  Inklusi keuangan memegang peran strategis dalam percepatan dan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hal inilah yang menjadi fokus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Event Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar selama bulan Oktober ini.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi OJK dengan kementerian/lembaga terkait beserta Lembaga Jasa Keuangan (LJK) secara serentak di seluruh Indonesia.

Di Malang Raya, BIK digelar OJK Malang  bekerja sama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang. Mengusung tema “Inklusi Keuangan Untuk Semua, Bangkitkan Ekonomi Bangsa”, acara digeber sejak 16 Oktober hingga 2 November 2021 mendatang.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menjelaskan, inklusi keuangan punya peran penting dan strategis. Sehingga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. “Bulan Inklusi Keuangan digelar sebagai salah satu upaya mendekatkan masyarakat dengan produk dan layanan keuangan. Dengan semakin terbukanya akses keuangan masyarakat, penggunaan produk dan layanan keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan akan meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sugiarto.

Pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan ini, lanjut Sugiarto juga diharapkan ikut mendorong pembukaan rekening, pemberian kredit atau pembiayaan serta penggunaan produk atau layanan jasa keuangan. Termasuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap budaya menabung.

Selama 2021 hingga saat ini, OJK Malang gencar melakukan kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan edukasi dan literasi keuangan masyarakat secara virtual kepada masyarakat. Selain itu, sosialisasi inklusi keuangan juga dilakukan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui kegiatan seperti KUR Klaster dan business matching untuk UMKM di Singosari Kabupaten Malang.

Ketua Panitia BIK Malang 2021 Bebi Lolita Indriani menambahkan, BIK digelar untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Termasuk meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat, serta mengakselerasi penambahan rekening dan penggunaan produk dan layanan keuangan.

“Tujuan BIK yaitu menjadi sarana atau platform bagi masyarakat untuk dapat meningkatkan pengetahuan terhadap produk dan layanan keuangan. Selain itu, juga memanfaatkan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya,” tandas Head of Region BNI Wilayah Malang tersebut. (did/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru