alexametrics
27C
Malang
Sunday, 28 February 2021

Facebook Terciduk Bagikan Data Sensitif Pengguna di New York

RADAR MALANG – Setelah muncul artikel di Wall Street tahun 2019 yang melaporkan Facebook dapat mengakses data sensitif pengguna untuk dibagikan ke berbagai pengembang aplikasi lainnya, Regulator New York kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya, ternyata Facebook tidak memiliki langkah jelas untuk mencegah pengumpulan data sensitif tersebut bocor.

Dilansir dari ABCNews, Ahad (21/2), Departemen Layanan Keuangan (DFS) di New York mengatakan bahwa data yang dibagikan secara semborono itu termasuk informasi medis seperti diagnosis kesehatan, tekanan darah, bahkan data kesuburan. Data pribadi ini secara teratur akan dibagikan ke Facebook oleh pengembang aplikasi yang mengunduh pengembangan perangkat lunak Facebook, yang merupakan bagian dari layanan analitik data online gratis Facebook.

“Padahal seharusnya perusahaan internet besar memiliki kewajiban untuk melindungi privasi konsumen mereka,” tegas Gubernur Andrew Cuomo. Kurangnya standar universal dan peraturan online telah menyebabkan pengumpulan dan pembagian data tanpa izin ini menjadi membahayakan. Privasi warga New York yang tak terhitung banyaknya sehingga ia berniat meminta pertanggungjawaban agar tercipta perlindungan privasi terkuat.

Sedangkan Linda A. Lacewell, Pengawas Layanan Keuangan New York, mengatakan Facebook memang menginstruksikan pengembang aplikasi dan situs web untuk tidak membagikan data medis, keuangan, dan data konsumen pribadi sensitif lainnya. Namun mereka tidak mengambil langkah tegas untuk mengawasi aturan ini. “Dengan terus berbisnis dengan pengembang aplikasi yang melanggar aturan, Facebook justru seakan mengutamakan keuntungan dari data yang tidak semestinya diterima sejak awal,” lanjutnya.

Terakhir, laporan DFS mendesak Facebook untuk mengambil langkah tambahan untuk mempertegas aturannya sendiri. Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Facebook mengatakan pembagian data sensitif melalui pihak ketiga adalah masalah internal mereka. Namun mereka tetap menyambut baik keterlibatan New York dalam mengatasi permasalahan ini.

Menurut juru bicara tersebut, mereka telah meningkatkan upaya mendeteksi dan memblokir data yang berpotensi sensitif dan akan berusaha lebih keras untuk mengingatkan aplikasi-aplikasi tersebut tentang cara menyiapkan dan menggunakan platform mereka dengan baik

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Setelah muncul artikel di Wall Street tahun 2019 yang melaporkan Facebook dapat mengakses data sensitif pengguna untuk dibagikan ke berbagai pengembang aplikasi lainnya, Regulator New York kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya, ternyata Facebook tidak memiliki langkah jelas untuk mencegah pengumpulan data sensitif tersebut bocor.

Dilansir dari ABCNews, Ahad (21/2), Departemen Layanan Keuangan (DFS) di New York mengatakan bahwa data yang dibagikan secara semborono itu termasuk informasi medis seperti diagnosis kesehatan, tekanan darah, bahkan data kesuburan. Data pribadi ini secara teratur akan dibagikan ke Facebook oleh pengembang aplikasi yang mengunduh pengembangan perangkat lunak Facebook, yang merupakan bagian dari layanan analitik data online gratis Facebook.

“Padahal seharusnya perusahaan internet besar memiliki kewajiban untuk melindungi privasi konsumen mereka,” tegas Gubernur Andrew Cuomo. Kurangnya standar universal dan peraturan online telah menyebabkan pengumpulan dan pembagian data tanpa izin ini menjadi membahayakan. Privasi warga New York yang tak terhitung banyaknya sehingga ia berniat meminta pertanggungjawaban agar tercipta perlindungan privasi terkuat.

Sedangkan Linda A. Lacewell, Pengawas Layanan Keuangan New York, mengatakan Facebook memang menginstruksikan pengembang aplikasi dan situs web untuk tidak membagikan data medis, keuangan, dan data konsumen pribadi sensitif lainnya. Namun mereka tidak mengambil langkah tegas untuk mengawasi aturan ini. “Dengan terus berbisnis dengan pengembang aplikasi yang melanggar aturan, Facebook justru seakan mengutamakan keuntungan dari data yang tidak semestinya diterima sejak awal,” lanjutnya.

Terakhir, laporan DFS mendesak Facebook untuk mengambil langkah tambahan untuk mempertegas aturannya sendiri. Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Facebook mengatakan pembagian data sensitif melalui pihak ketiga adalah masalah internal mereka. Namun mereka tetap menyambut baik keterlibatan New York dalam mengatasi permasalahan ini.

Menurut juru bicara tersebut, mereka telah meningkatkan upaya mendeteksi dan memblokir data yang berpotensi sensitif dan akan berusaha lebih keras untuk mengingatkan aplikasi-aplikasi tersebut tentang cara menyiapkan dan menggunakan platform mereka dengan baik

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru