alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Ingin Dapat Bantuan Usaha Rp 1.2 Juta? Cek Caranya di Sini

KOTA BATU – Pendaftaran Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 untuk pelaku usaha kecil di Kota Batu kembali dibuka. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1.2 juta per pelaku usaha sebagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Saat ini, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumdag) tengah tengah mengusulkan kembali penerima BPUM yang baru sampai dengan tanggal 31 April mendatang untuk tahap selanjutnya. berkoordinasi dengan bank sebagai penyalur.

Kasi Pengembangan UMKM Diskumdag Kota Batu, Andry YunantoSelain menyebut, sampai kemarin Rabu (21/4) sekitar pukul 10.15 sudah ada 623 pendaftar BPUM.

Terdiri dari 64,6 persen warga Kecamatan Batu, lalu 12,5 persen warga Kecamatan Bumiaji dan 22,8 persen warga Kecamatan Junrejo. “Nah ini 92,8 persen pendaftar sebelumnya belum pernah mendapatkan BPUM dan lainnya sudah kembali mengajukan,” katanya.

Wakil Wali Kota Batu, H Ir Punjul Santoso mengatakan penyaluran BPUM dari pemerintah bagi pelaku usaha mikro untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Untuk mendapatkan BPUM, pelaku usaha dapat mendaftarkan diri ke Diskumdag.

Selanjutnya dinas akan melakukan verifikasi identitas kependudukan calon penerima BPUM dan melakukan pengecekan terkait kelengkapan dokumen persyaratan. Hal ini untuk meminimalisir adanya duplikasi data penerima serta nomor KTP yang tidak sesuai format administrasi kependudukan.

Data yang sudah terverifikasi itu akan diserahkan ke tingkat provinsi, kemudian dikirimkan ke Kementerian Koperasi dan UKM. Pelaku UMKM yang ingin mendaftar BPUM 2021 diwajibkan untuk mengumpulkan persyaratan seperti kartu keluarga (KK), KTP, nomor induk berusaha (NIB), Stock keeping unit (SKU) dan foto tempat usaha serta tak lupa mengisi google form yang telah disediakan.

Ia mengatakan, untuk mekanisme pendaftaran BPUM tahun 2021 ini sama dengan BPUM tahun 2020 lalu. Dimulai dari pelaku UMKM mengusulkan ke Dinas terkait, setelah itu dilanjutkan ke pihak provinsi, lalu pihak provinsi akan mengusulkan kepada kementerian.

Hanya saja pada tahun ini, pengusul satu pintu melalui dinas bersangkutan. “Jika tahun lalu pengusulannya bisa dari kecamatan, kelurahan, ataupun Himbara. Namun untuk tahun ini hanya satu pintu lewat dinas terkait saja,” tambahnya.

Sistem pengusulan satu pintu ini memiliki tujuan untuk meminimalisir apabila terjadi kesalahan data agar tak saling melempar tanggungjawab.

Pewarta: Nugraha

KOTA BATU – Pendaftaran Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 untuk pelaku usaha kecil di Kota Batu kembali dibuka. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1.2 juta per pelaku usaha sebagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Saat ini, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumdag) tengah tengah mengusulkan kembali penerima BPUM yang baru sampai dengan tanggal 31 April mendatang untuk tahap selanjutnya. berkoordinasi dengan bank sebagai penyalur.

Kasi Pengembangan UMKM Diskumdag Kota Batu, Andry YunantoSelain menyebut, sampai kemarin Rabu (21/4) sekitar pukul 10.15 sudah ada 623 pendaftar BPUM.

Terdiri dari 64,6 persen warga Kecamatan Batu, lalu 12,5 persen warga Kecamatan Bumiaji dan 22,8 persen warga Kecamatan Junrejo. “Nah ini 92,8 persen pendaftar sebelumnya belum pernah mendapatkan BPUM dan lainnya sudah kembali mengajukan,” katanya.

Wakil Wali Kota Batu, H Ir Punjul Santoso mengatakan penyaluran BPUM dari pemerintah bagi pelaku usaha mikro untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Untuk mendapatkan BPUM, pelaku usaha dapat mendaftarkan diri ke Diskumdag.

Selanjutnya dinas akan melakukan verifikasi identitas kependudukan calon penerima BPUM dan melakukan pengecekan terkait kelengkapan dokumen persyaratan. Hal ini untuk meminimalisir adanya duplikasi data penerima serta nomor KTP yang tidak sesuai format administrasi kependudukan.

Data yang sudah terverifikasi itu akan diserahkan ke tingkat provinsi, kemudian dikirimkan ke Kementerian Koperasi dan UKM. Pelaku UMKM yang ingin mendaftar BPUM 2021 diwajibkan untuk mengumpulkan persyaratan seperti kartu keluarga (KK), KTP, nomor induk berusaha (NIB), Stock keeping unit (SKU) dan foto tempat usaha serta tak lupa mengisi google form yang telah disediakan.

Ia mengatakan, untuk mekanisme pendaftaran BPUM tahun 2021 ini sama dengan BPUM tahun 2020 lalu. Dimulai dari pelaku UMKM mengusulkan ke Dinas terkait, setelah itu dilanjutkan ke pihak provinsi, lalu pihak provinsi akan mengusulkan kepada kementerian.

Hanya saja pada tahun ini, pengusul satu pintu melalui dinas bersangkutan. “Jika tahun lalu pengusulannya bisa dari kecamatan, kelurahan, ataupun Himbara. Namun untuk tahun ini hanya satu pintu lewat dinas terkait saja,” tambahnya.

Sistem pengusulan satu pintu ini memiliki tujuan untuk meminimalisir apabila terjadi kesalahan data agar tak saling melempar tanggungjawab.

Pewarta: Nugraha

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru