alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

PPKM Diperpanjang, Pengusaha Mal di Malang Raya Tekor Miliaran

MALANG KOTA – Perpanjangan PPKM membuat pengusaha mal dan pusat perbelanjaan semakin kelimpungan. Pasalnya, selama berlakunya aturan tersebut, mal tetap harus tutup dan hanya supermarket, gerai makanan dan apotek yang boleh beroperasi dengan syarat. Kondisi itu, mengakibatkan kerugian milliaran rupiah yang harus ditanggung pengusaha mal di Malang Raya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya Suwanto mengatakan, besarnya kerugian yang dirasakan pengusaha mal mengakibatkan mereka harus melakukan sejumlah langkah efisiensi, termasuk merumahkan karyawan.

“Kami tentunya terpaksa melakukan efisiensi untuk menekan kerugian yang lebih besar lagi, seperti pengurangan penggunaan listrik, AC, lampu. Terus (beban gaji) karyawan juga kami pangkas 50 persen, dengan cara dirumahkan, kita gilir, jadi masuknya bergantian,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika PPKM sampai diperpanjang lagi sampai bulan depan dan mal tetap tak boleh buka, pihaknya tidak tahu lagi harus berbuat apa. Karena, kerugian yang ditanggung oleh mal di Malang Raya berkisar ratusan juta rupiah tiap harinya.

“Kalau sampai diperpanjang kami sudah tidak tahu mau berbuat apa lagi. Kami selama PPKM ini, bertahan hanya mengandalkan tabungan yang ada. Tapi kalau lama-lama seperti ini ya tidak tau ke depannya akan seperti apa,” keluhnya.

Mengingat, juga tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah untuk pengusaha mal. Keringanan pajak pun tidak ada, pihaknya harus tetap membayar pajak yang ditentukan oleh pemerintah.

“Mulai dari PSBB dulu tidak ada bantuan, keringanan pajak juga tidak ada. Kami tetap bayar PBB, pajak reklame, pajak parkir juga sama, cuman bayarnya saja boleh mundur tapi kan tetap bayar juga, sementara kami tidak ada pemasukan,” tutur Suwanto.

Lebih lanjut, Suwanto berharap PPKM tidak perlu diperpanjang lagi, karena hal itu membuat pengusaha mal tekor miliaran rupiah. “Jangan lah, jangan sampe diperpanjang lagi. Kami kemarin sudah mulai bangkit, pengunjung sudah mendekati 70 persen. Kena PPKM ini jadi mulai nol lagi,” pungkas dia.

Pewarta: Andika Satria Perdana (cj7)

MALANG KOTA – Perpanjangan PPKM membuat pengusaha mal dan pusat perbelanjaan semakin kelimpungan. Pasalnya, selama berlakunya aturan tersebut, mal tetap harus tutup dan hanya supermarket, gerai makanan dan apotek yang boleh beroperasi dengan syarat. Kondisi itu, mengakibatkan kerugian milliaran rupiah yang harus ditanggung pengusaha mal di Malang Raya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya Suwanto mengatakan, besarnya kerugian yang dirasakan pengusaha mal mengakibatkan mereka harus melakukan sejumlah langkah efisiensi, termasuk merumahkan karyawan.

“Kami tentunya terpaksa melakukan efisiensi untuk menekan kerugian yang lebih besar lagi, seperti pengurangan penggunaan listrik, AC, lampu. Terus (beban gaji) karyawan juga kami pangkas 50 persen, dengan cara dirumahkan, kita gilir, jadi masuknya bergantian,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika PPKM sampai diperpanjang lagi sampai bulan depan dan mal tetap tak boleh buka, pihaknya tidak tahu lagi harus berbuat apa. Karena, kerugian yang ditanggung oleh mal di Malang Raya berkisar ratusan juta rupiah tiap harinya.

“Kalau sampai diperpanjang kami sudah tidak tahu mau berbuat apa lagi. Kami selama PPKM ini, bertahan hanya mengandalkan tabungan yang ada. Tapi kalau lama-lama seperti ini ya tidak tau ke depannya akan seperti apa,” keluhnya.

Mengingat, juga tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah untuk pengusaha mal. Keringanan pajak pun tidak ada, pihaknya harus tetap membayar pajak yang ditentukan oleh pemerintah.

“Mulai dari PSBB dulu tidak ada bantuan, keringanan pajak juga tidak ada. Kami tetap bayar PBB, pajak reklame, pajak parkir juga sama, cuman bayarnya saja boleh mundur tapi kan tetap bayar juga, sementara kami tidak ada pemasukan,” tutur Suwanto.

Lebih lanjut, Suwanto berharap PPKM tidak perlu diperpanjang lagi, karena hal itu membuat pengusaha mal tekor miliaran rupiah. “Jangan lah, jangan sampe diperpanjang lagi. Kami kemarin sudah mulai bangkit, pengunjung sudah mendekati 70 persen. Kena PPKM ini jadi mulai nol lagi,” pungkas dia.

Pewarta: Andika Satria Perdana (cj7)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru