alexametrics
25.8 C
Malang
Wednesday, 2 December 2020

Peluang Ekspor Terbuang, Perajin Kayu Kota Batu Butuh Pendampingan

KOTA BATU – Potensi pasar produksi perajin kriya kayu di Kota Batu cukup tinggi bahkan bisa tembus ekspor. Namun, sayangnya belum ada upaya pendampingan kepada perajin untuk pemasaran sehingga potensi tersebut tidak dioptimalkan.

Seperti yang diungkapkan perajin dari Desa Beji, tepatnya di RT 03/ RW 04 Dusun Jamberejo, Supriyanto, yang mengaku kesulitan memasarkan hasil produksinya.

Menurut pria 50 tahun tersebut, pengurusan izin yang ruwet menjadi kendala. Selain itu, biaya yang mahal untuk pengiriman barang dari jasa ekspedisi juga belum mampu dilakukannya.

“Saya memang tidak mau minjam ke bank, belum berani. Padahal, saya pernah dapat pesanan dari Amerika satu kontainer, tetapi nggak jadi saya penuhi karena kendala berbagai masalah di lapangan,” kata Supriyanto.

Dia mengungkapkan, sudah berkecimpung membuat kerajinan kayu sejak tahun 1997. Beragam bentuk hasil kerajinan dari kayu dibuatnya. Salah satunya pot tanaman yang setiap harinya dibuat olehnya. “Seminggu saya kirim 20 pot tanaman ke penjual, harga setiap pot Rp 75 ribu,” kata pria yang akrab disapa Supri ini.

Hasil karya Supri baru sebatas dipasarkan di dalam dan antar provinsi, yakni sampai Pacitan, Trenggalek, dan Bali. “Bulan Maret kemarin itu saya pernah kirim terbanyak sampai 180 pot ke Pacitan dan Trenggalek,” kata dia.

Sedangkan untuk wastafel, Supri mengatakan, setiap bulan rata-rata memproduksi dua unit atau sesuai dengan pesanan. Dengan harga setiap unit yakni Rp 800 ribu. Hasil produk wastafelnya juga sudah pernah dikirim ke Bali. “Waktu itu (Maret) pernah kirim 12 unit ke salah satu hotel di Tabanan, Bali,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kedua produk yang dihasilkan berbahan kayu jati. Bahan baku didapatkan dari Bojonegoro dan Tuban. Supri biasanya setiap tahun memesan kayu jati dari Bojonegoro atau Tuban sebanyak dua truk.

Untuk menghasilkan produk kerajinan yang baik, Supri mengatakan, kayu yang digunakan harus ditunggu selama sekitar satu tahun supaya terlihat menarik. “Jadi supaya terlihat juga kroposnya,” kata dia.

Menurutnya peminat dari produk kerajinannya disukai masyarakat karena tekstur kayu yang khas. Untuk proses pembuatannya, satu pot tanaman membutuhkan waktu sekitar dua jam. Dimulai dengan proses pembuatan cekungan dari bongkahan kayu hingga penghalusan menggunakan gerinda sampai dengan penghalusan.

“Kalau satu wastafel proses pembuatannya sampai dua jam, dan itu tidak akan bocor karena dilapisi fiberglass,” katanya. Dalam sebulan, dia dapat menghasilkan keuntungan bersih yakni Rp 2 juta dari usahanya.

Selain itu Supri juga membuat boneka jepang dari kayu. Biasanya ia menerima pesanan ketika momen-momen pernikahan atau event. Dengan harga satuannya yakni Rp 10 ribu. “Tetapi kayu yang digunakan dari pinus,” katanya.

Dia juga memiliki usaha jual-beli barang antik khas Jawa khususnya dari kayu. Seperti kandang kebo, cikar, gebyok dan lainnya. Biasanya peminatnya seperti hotel untuk ornamen. “Saya juga pernah diminta untuk mencarikan cikar yang sekarang ada di Museum Angkut sebanyak 8 unit,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sengketa Kepemilikan Sardo Semakin Meluas

MALANG KOTA - Kasus sengketa Swalayan Sardo terus berlanjut, bahkan dalam sengketa kepemilikan aset Sardo yang masih berjalan itu muncul gugatan baru yang mempermasalahkan Toko Adika yang berada di jalan Mayjen Wiyono Nomor 15 kelurahan Polehan Kecamatan Kedungkandang.

Target Berlipat, Dishub Batu Nekat Modali Jukir Ini dan Itu

”Jukir itu pelayanannya harus baik, sopan. Dan yang terpenting karcis itu diberikan kepada pemilik kendaraan yang parkir," ujar Kepala Dishub Kota Batu Imam Suryono

Cuan Petani Sawi Kota Batu Menguap, Ini Penyebabnya

”Di lahan seluas satu hektare, normalnya sekali panen bisa dapat 10 ton, tapi sekarang cuma setengahnya atau hanya dapat lima ton saja karena banyak yang busuk,” terang Suharim.

Rumah Ibunda Digeruduk Massa, Mahfud MD Murka

RADARMALANG - Ratusan orang berdemonstrasi di depan rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Pamekasan, Selasa (1/12). Rumah tersebut diketahui juga merupakan kediaman ibunda Mahfud MD, Siti Khadidjah.

Kenalan dengan Oeliva Iswandi, Srikandi Juri Kampung Bersinar

MALANG - Sebagian orang mungkin pernah mengalami gejolak hidup. Pergolakan batin yang kadang bisa membuat seseorang berubah sepenuhnya yang biasanya diawali dari perenungan yang mendalam tentang sekitarnya. Seperti yang dialami oleh Oeliva Iswandi, salah seorang pendiri LSM Lingkungan Development of Awareness (DOA).

Wajib Dibaca

Sengketa Kepemilikan Sardo Semakin Meluas

MALANG KOTA - Kasus sengketa Swalayan Sardo terus berlanjut, bahkan dalam sengketa kepemilikan aset Sardo yang masih berjalan itu muncul gugatan baru yang mempermasalahkan Toko Adika yang berada di jalan Mayjen Wiyono Nomor 15 kelurahan Polehan Kecamatan Kedungkandang.

Target Berlipat, Dishub Batu Nekat Modali Jukir Ini dan Itu

”Jukir itu pelayanannya harus baik, sopan. Dan yang terpenting karcis itu diberikan kepada pemilik kendaraan yang parkir," ujar Kepala Dishub Kota Batu Imam Suryono

Cuan Petani Sawi Kota Batu Menguap, Ini Penyebabnya

”Di lahan seluas satu hektare, normalnya sekali panen bisa dapat 10 ton, tapi sekarang cuma setengahnya atau hanya dapat lima ton saja karena banyak yang busuk,” terang Suharim.

Rumah Ibunda Digeruduk Massa, Mahfud MD Murka

RADARMALANG - Ratusan orang berdemonstrasi di depan rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Pamekasan, Selasa (1/12). Rumah tersebut diketahui juga merupakan kediaman ibunda Mahfud MD, Siti Khadidjah.