alexametrics
23C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

Bangga! Koperasi Wanita di Malang Raih Penghargaan Kemenkop dan UKM

KEPANJEN – Sistem tanggung renteng atau tanggung jawab bersama antara anggota yang diterapkan Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang mendapat penghargaan dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI.

Bertempat di Gedung Smesco Jakarta, Ketua Umum Koperasi SBW Malang Dr Sri Untari Bisowarno secara langsung menerima penghargaan 100 besar Koperasi Indonesia dari Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki.

Untari mengatakan, capaian ini merupakan yang ketiga kalinya diraih oleh Koperasi SBW Malang. ”Yang pertama pada tahun 2007, kemudian tahun 2017, dan yang terbaru tahun 2021 ini,” terangnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kanjuruhan hari ini(23/2).

Sebagai catatan, penghargaan ini merupakan kegiatan yang rutin digelar setiap 3 tahun sekali. Tujuannya yakni untuk mencari koperasi yang memiliki sepak terjang apik dalam membangun kesejahteraan anggotanya.

Politikus Partai PDI Perjuangan itu menerangkan, capaian ini bisa mereka terima karena satu fokus yang mereka lakukan. ”Fokus kami adalah pelayanan kepada anggota SBW, jadi dari berbagai kebutuhannya kami layani dengan sebaik-baiknya,” kata Untari.

Dalam perjalanan karirnya mengelola koperasi, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim itu menuturkan bahwa sistem tanggung renteng memegang kendali penting guna memastikan kondisi koperasi yang dikelola dalam keadaan sehat dan stabil.

Untari menjelaskan, sistem tanggung renteng adalah tanggung jawab bersama di antara anggota di satu kelompok atas segala kewajiban terhadap koperasi dengan dasar keterbukaan dan saling mempercayai.

”Dalam masa pandemi seperti (sekarang) ini terbukti sistem tanggung renteng ini kokoh karena aset SBW justru meningkat, termasuk SHU (sisa hasil usaha) juga menyusul tabungan anggota yang juga bertambah walaupun omzet kami mengalami penurunan di masa pandemi ini,” imbuh ibu tiga anak itu.

Dia optimistis, koperasi menjadi salah satu unsur dalam yang akan sangat berperan dalam program pemulihan ekonomi nasional. Koperasi diharapkan dapat menjadi trigger untuk perkembangan ekonomi yang ada di Indonesia dan khususnya di Malang Raya.

”Loyalitas, transparansi manajemen pengelolaan, dan leadership untuk melayani (anggota) itu menjadikan kami semua bisa mendapatkan apresiasi ini. Maka, kami tetap berkomitmen untuk menjaga jati diri koperasi dan melaksanakan koperasi dengan nilai dan prinsipnya,” tutup Untari.

Pewarta: Ahmad Fikiyansah

KEPANJEN – Sistem tanggung renteng atau tanggung jawab bersama antara anggota yang diterapkan Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang mendapat penghargaan dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI.

Bertempat di Gedung Smesco Jakarta, Ketua Umum Koperasi SBW Malang Dr Sri Untari Bisowarno secara langsung menerima penghargaan 100 besar Koperasi Indonesia dari Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki.

Untari mengatakan, capaian ini merupakan yang ketiga kalinya diraih oleh Koperasi SBW Malang. ”Yang pertama pada tahun 2007, kemudian tahun 2017, dan yang terbaru tahun 2021 ini,” terangnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kanjuruhan hari ini(23/2).

Sebagai catatan, penghargaan ini merupakan kegiatan yang rutin digelar setiap 3 tahun sekali. Tujuannya yakni untuk mencari koperasi yang memiliki sepak terjang apik dalam membangun kesejahteraan anggotanya.

Politikus Partai PDI Perjuangan itu menerangkan, capaian ini bisa mereka terima karena satu fokus yang mereka lakukan. ”Fokus kami adalah pelayanan kepada anggota SBW, jadi dari berbagai kebutuhannya kami layani dengan sebaik-baiknya,” kata Untari.

Dalam perjalanan karirnya mengelola koperasi, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim itu menuturkan bahwa sistem tanggung renteng memegang kendali penting guna memastikan kondisi koperasi yang dikelola dalam keadaan sehat dan stabil.

Untari menjelaskan, sistem tanggung renteng adalah tanggung jawab bersama di antara anggota di satu kelompok atas segala kewajiban terhadap koperasi dengan dasar keterbukaan dan saling mempercayai.

”Dalam masa pandemi seperti (sekarang) ini terbukti sistem tanggung renteng ini kokoh karena aset SBW justru meningkat, termasuk SHU (sisa hasil usaha) juga menyusul tabungan anggota yang juga bertambah walaupun omzet kami mengalami penurunan di masa pandemi ini,” imbuh ibu tiga anak itu.

Dia optimistis, koperasi menjadi salah satu unsur dalam yang akan sangat berperan dalam program pemulihan ekonomi nasional. Koperasi diharapkan dapat menjadi trigger untuk perkembangan ekonomi yang ada di Indonesia dan khususnya di Malang Raya.

”Loyalitas, transparansi manajemen pengelolaan, dan leadership untuk melayani (anggota) itu menjadikan kami semua bisa mendapatkan apresiasi ini. Maka, kami tetap berkomitmen untuk menjaga jati diri koperasi dan melaksanakan koperasi dengan nilai dan prinsipnya,” tutup Untari.

Pewarta: Ahmad Fikiyansah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru