alexametrics
22.8 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Ada Insentif Pajak, Penjualan Mobil di Malang Menanjak

Diterapkan sejak awal Maret lalu, kebijakan pemerintah berupa intentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) nol persen terbukti mampu menggairahkan sektor otomotif. Dalam dua bulan terakhir, angka penjualan mobil meningkat hingga 200 persen.

———————–

MALANG KOTA – Dua setengah bulan pasca pemerintah pusat menerapkan kebijakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) nol persen, sejumlah dealer mobil di Kota Malang mulai merasakan imbasnya. Penjualan mereka meningkat drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Salah satu contohnya tersaji di dealer Wuling. Direktur Wuling Perdana Jawa timur, Yudi Irawan Wijaya, merinci jika dibandingkan dengan bulan Februari, sebelum adanya PPnBM, perbandingan hasil penjualan memang mencolok.

”Paling terlihat (peningkatan) itu di Bulan April. Kalau Mei ini masih ada libur, jadi terpotong libur,” kata dia. Ia menyebut bila peningkatannya bisa menembus angka 100 persen. Setiap bulannya, Yudi menyebut bila penjualan mobil Wuling di Kota Malang bisa menyentuh angka 30 sampai 40 Unit. Jenis mobil Confero lah yang menurutnya paling diminati masyarakat Kota Malang. Untuk diketahui, di tempat mereka saat ini ada 3 jenis mobil yang diperjualbelikan. Yakni Cortez, Confero dan Almaz.

Untuk penyebab kenaikannya, ia mengakui bila semua didominasi karena penerapan PPnBM. Dengan pajak yang mendapat subsidi dari pemerintah, ia menyebut ada perbedaan harga yang memang tersaji. Dalam kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 20/PMK.010/2021 itu, harga mobil baru memang bisa turun hingga jutaan rupiah.
Khususnya di momen jelang lebaran, beberapa waktu lalu. Jika di persentasekan pihaknya, penjualan mobil di masa pandemi saat ini sudah berada pada angka 70 sampai 80 persen. ”Kemungkinan karena sudah mulai gencar program vaksinasi juga,” imbuh Yudi.

Hal senada diungkapkan Sales Manager Honda Mandalasena, Daniel Devis. Dia menyebut bila penjualan mobil saat ini sudah membaik. Bahkan pascalebaran menurutnya masih tetap ramai. Ia lantas membeberkan tipe mobil Honda yang saat ini paling banyak diminati masyarakat. Yakni tipe-tipe yang mendapat potongan PPnBM. Seperti HRV, CRV, Brio RS, City Hatcback, Mobilio dan BRV.
”Brio Satya juga banyak diminati. karena stok Brio Satya di kami lengkap, segala warna ada,” kata Daniel. Da menyebut bila trend kenaikan penjualan mobil di Honda Mandalasena sudah terasa mulai sejak Maret lalu, ketika PPnBM mulai diterapkan.

”Kalau dirata-rata, pembelian surat pemesanan kendaraan (SPK) per harinya kurang lebih mencapai 3 sampai 4 unit,” imbuhnya. Artinya, jika dikalkulasikan, setiap bulannya pihaknya bisa mencatatkan angka penjualan 100 sampai 120 unit. Jumlah itu meningkat lebih dari 100 persen. Sebab sebelumnya, pihaknya hanya bisa mencatatkan angka penjualan sekitar 40 unit per bulan. ”Bahkan pernah paling jelek itu cuma 25 unit,” beber Daniel. (rmc/ulf/by)

Diterapkan sejak awal Maret lalu, kebijakan pemerintah berupa intentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) nol persen terbukti mampu menggairahkan sektor otomotif. Dalam dua bulan terakhir, angka penjualan mobil meningkat hingga 200 persen.

———————–

MALANG KOTA – Dua setengah bulan pasca pemerintah pusat menerapkan kebijakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) nol persen, sejumlah dealer mobil di Kota Malang mulai merasakan imbasnya. Penjualan mereka meningkat drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Salah satu contohnya tersaji di dealer Wuling. Direktur Wuling Perdana Jawa timur, Yudi Irawan Wijaya, merinci jika dibandingkan dengan bulan Februari, sebelum adanya PPnBM, perbandingan hasil penjualan memang mencolok.

”Paling terlihat (peningkatan) itu di Bulan April. Kalau Mei ini masih ada libur, jadi terpotong libur,” kata dia. Ia menyebut bila peningkatannya bisa menembus angka 100 persen. Setiap bulannya, Yudi menyebut bila penjualan mobil Wuling di Kota Malang bisa menyentuh angka 30 sampai 40 Unit. Jenis mobil Confero lah yang menurutnya paling diminati masyarakat Kota Malang. Untuk diketahui, di tempat mereka saat ini ada 3 jenis mobil yang diperjualbelikan. Yakni Cortez, Confero dan Almaz.

Untuk penyebab kenaikannya, ia mengakui bila semua didominasi karena penerapan PPnBM. Dengan pajak yang mendapat subsidi dari pemerintah, ia menyebut ada perbedaan harga yang memang tersaji. Dalam kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 20/PMK.010/2021 itu, harga mobil baru memang bisa turun hingga jutaan rupiah.
Khususnya di momen jelang lebaran, beberapa waktu lalu. Jika di persentasekan pihaknya, penjualan mobil di masa pandemi saat ini sudah berada pada angka 70 sampai 80 persen. ”Kemungkinan karena sudah mulai gencar program vaksinasi juga,” imbuh Yudi.

Hal senada diungkapkan Sales Manager Honda Mandalasena, Daniel Devis. Dia menyebut bila penjualan mobil saat ini sudah membaik. Bahkan pascalebaran menurutnya masih tetap ramai. Ia lantas membeberkan tipe mobil Honda yang saat ini paling banyak diminati masyarakat. Yakni tipe-tipe yang mendapat potongan PPnBM. Seperti HRV, CRV, Brio RS, City Hatcback, Mobilio dan BRV.
”Brio Satya juga banyak diminati. karena stok Brio Satya di kami lengkap, segala warna ada,” kata Daniel. Da menyebut bila trend kenaikan penjualan mobil di Honda Mandalasena sudah terasa mulai sejak Maret lalu, ketika PPnBM mulai diterapkan.

”Kalau dirata-rata, pembelian surat pemesanan kendaraan (SPK) per harinya kurang lebih mencapai 3 sampai 4 unit,” imbuhnya. Artinya, jika dikalkulasikan, setiap bulannya pihaknya bisa mencatatkan angka penjualan 100 sampai 120 unit. Jumlah itu meningkat lebih dari 100 persen. Sebab sebelumnya, pihaknya hanya bisa mencatatkan angka penjualan sekitar 40 unit per bulan. ”Bahkan pernah paling jelek itu cuma 25 unit,” beber Daniel. (rmc/ulf/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/