KOTA BATU – Tidak semua sektor ekonomi merana terdampak pandemi Covid-19. Terbukti, perajin kayu khusus alat dapur di Kota Batu ini malah mendapatkan berkah produknya banyak dicari konsumen, terutama via online.

”Justru (penjualannya) lebih banyak dari biasanya, tapi via online,” ujar Perajin Kayu Cipta Karya Pratama Dusun Rejoso, Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Nur Sholikhah.

Menurut Nur, dirinya dan perajin lain memang sudah memasarkan produk secara online sebelum ada pandemi. Tetapi, permintaannya tidak sebanyak saat pandemi ini.

”Dulu yang awalnya reseller hanya order sekali dalam sebulan, sekarang bisa sampai 4 kali,” bebernya.

Nur menjelaskan, setiap reseller permintaannya juga beragam dan bisa mencapai 800 pieces (psc) alat-alat dapur. Seperti cobek, centong, spatula (sutil), sendok sayur, talenan, penggiling adonan, dan ulekan sambal.

Dia memperkirakan, peningkatan penjualan ini karena sebelumnya masih banyak yang takut keluar rumah. Sementara orang-orang tetap membutuhkan alat-alat dapur.

”Jadi mereka belinya via online,” imbuh Nur.

Karena permintaan naik, produksi juga masih tetap stabil. Dalam sebulan, Nur bisa memproduksi 22.500 pcs bermacam-macam alat dapur. ”Biasanya dalam sehari total produksi 900 biji, kami terus produksi untuk stok,” terang Nur.

Meski pasar online yang tengah ramai, namun dia juga tetap melayani orang yang membeli eceran dan grosir secara offline. ”Jadi, antara online dan offline juga tetap lancar,” kata dia.

Meski begitu, Nur berharap, ke depan penjualan tetap stabil. ”Karena ada 12 karyawan yang ikut kami dan menjadi tanggung jawab kami,” tutupnya.

Pewarta: Ulfa Afrian
Foto: Rubianto
Editor: Hendarmono Al S