alexametrics
25C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

Begini Strategi Mal di Malang Dongkrak Pengunjung saat PPKM

MALANG KOTA – Aturan dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang banyak dikeluhkan adalah pembatasan jam operasional usaha. Tak hanya di Kota Malang, banyak pelaku usaha di Kota Batu dan Kabupaten Malang yang merugi karena harus tutup lebih awal.

Hal itu juga berimbas kepada pengelola mal. Gara-gara kebijakan tersebut, jumlah kunjungan di mal tambah menurun hingga 70 persen. Untuk menjaga agar tren kunjungan tidak semakin turun, sejumlah siasat dan program dihadirkan pengelola mal di Malang.

Seperti yang disajikan Malang Town Square (Matos). ”Kami mengadakan program-program, seperti tebus murah sembako,” ujar Marketing and Communication Manager Matos Listyo Sasmita Rahayu. Dalam program itu dia menyebut bila pengunjung dibebaskan untuk berbelanja di tenant mana pun sampai nominal transaksi tertentu.

Di samping menyajikan sejumlah promo, pihaknya juga mendandani tampilan Matos dengan spot-spot foto. Sasmita menyebutkan, langkah itu terbukti mampu menarik atensi masyarakat. Dia mencontohkan kebun anggur yang dihadirkan ke area mal cukup ramai dikunjungi warga. ”Saya rencananya mau membuat lomba foto di situ dan di-tag Instagram-nya Matos. Nanti ada hadiahnya, ini sedang saya susun (teknisnya),” imbuh Sasmita.

Kemudahan juga diberikan Matos kepada para pengguna tenant. Pihaknya tetap intens memberikan pilihan promosi kepada mereka. Promosi itu bisa dalam bentuk banner, promosi di Instagram, atau bazar. Jika sebelumnya promosi itu berbayar, pihaknya kini menyajikan sejumlah varian keringanan, seperti memberikan diskon 30 persen sampai ada yang digratiskan.

Berbagai promo yang disajikan pengguna tenant juga disajikan Mal Olympic Garden (MOG). ”Sebab, untuk menggaet pengunjung secara spesifik itu tergantung strategi masing-masing tenant karena mereka pasti punya strategi tersendiri,” kata Leasing SPV MOG Peptina Makdalina. Pepti–sapaan akrabnya– mengakui bila PPKM turut berdampak pada jumlah pengunjung maupun operasional mal.

Meski begitu, dia meyakinkan bila pihaknya bakal tetap memberikan pelayanan penuh. Dia juga memastikan bila pihaknya tidak melakukan pengurangan karyawan. ”Khusus diskon untuk tenant sampai saat ini belum ada karena selama masa PPKM ini semua fasilitas yang diberikan tetap berjalan penuh,” kata dia.

Imbas pembatasan jam operasional saat PPKM itu turut dirasakan Putri, salah satu penjaga tenant minuman di Transmart MX Mall. ”Saat ini, pembelian lebih banyak di online menggunakan jasa ojek online. Dampaknya hanya pola pembelian,” kata dia. (rmc/ref/adn/arl/c1/by)

MALANG KOTA – Aturan dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang banyak dikeluhkan adalah pembatasan jam operasional usaha. Tak hanya di Kota Malang, banyak pelaku usaha di Kota Batu dan Kabupaten Malang yang merugi karena harus tutup lebih awal.

Hal itu juga berimbas kepada pengelola mal. Gara-gara kebijakan tersebut, jumlah kunjungan di mal tambah menurun hingga 70 persen. Untuk menjaga agar tren kunjungan tidak semakin turun, sejumlah siasat dan program dihadirkan pengelola mal di Malang.

Seperti yang disajikan Malang Town Square (Matos). ”Kami mengadakan program-program, seperti tebus murah sembako,” ujar Marketing and Communication Manager Matos Listyo Sasmita Rahayu. Dalam program itu dia menyebut bila pengunjung dibebaskan untuk berbelanja di tenant mana pun sampai nominal transaksi tertentu.

Di samping menyajikan sejumlah promo, pihaknya juga mendandani tampilan Matos dengan spot-spot foto. Sasmita menyebutkan, langkah itu terbukti mampu menarik atensi masyarakat. Dia mencontohkan kebun anggur yang dihadirkan ke area mal cukup ramai dikunjungi warga. ”Saya rencananya mau membuat lomba foto di situ dan di-tag Instagram-nya Matos. Nanti ada hadiahnya, ini sedang saya susun (teknisnya),” imbuh Sasmita.

Kemudahan juga diberikan Matos kepada para pengguna tenant. Pihaknya tetap intens memberikan pilihan promosi kepada mereka. Promosi itu bisa dalam bentuk banner, promosi di Instagram, atau bazar. Jika sebelumnya promosi itu berbayar, pihaknya kini menyajikan sejumlah varian keringanan, seperti memberikan diskon 30 persen sampai ada yang digratiskan.

Berbagai promo yang disajikan pengguna tenant juga disajikan Mal Olympic Garden (MOG). ”Sebab, untuk menggaet pengunjung secara spesifik itu tergantung strategi masing-masing tenant karena mereka pasti punya strategi tersendiri,” kata Leasing SPV MOG Peptina Makdalina. Pepti–sapaan akrabnya– mengakui bila PPKM turut berdampak pada jumlah pengunjung maupun operasional mal.

Meski begitu, dia meyakinkan bila pihaknya bakal tetap memberikan pelayanan penuh. Dia juga memastikan bila pihaknya tidak melakukan pengurangan karyawan. ”Khusus diskon untuk tenant sampai saat ini belum ada karena selama masa PPKM ini semua fasilitas yang diberikan tetap berjalan penuh,” kata dia.

Imbas pembatasan jam operasional saat PPKM itu turut dirasakan Putri, salah satu penjaga tenant minuman di Transmart MX Mall. ”Saat ini, pembelian lebih banyak di online menggunakan jasa ojek online. Dampaknya hanya pola pembelian,” kata dia. (rmc/ref/adn/arl/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru