21.6 C
Malang
Friday, 3 February 2023

Sabar, Pasar Induk Batu Dibuka setelah Lebaran

BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah merancang jadwal operasional Pasar Induk Among Tani. Mega proyek yang dibiayai APBN sepenuhnya itu, direncanakan mulai bisa ditempati oleh pedagang usai Lebaran. Itu artinya akhir bulan April atau awal bulan Mei 2023.

Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Diskumdag Kota Batu Eko Suhartono, Senin kemarin (23/1). Dia menyampaikan, verifikasi pedagang Pasar Induk Among Tani telah rampung dilaksanakan. Total ada sekitar 3 ribu pedagang yang terdaftar, termasuk pedagang Pasar Pagi.

“Kemungkinan dikehendaki pedagang masuk setelah hari raya (Idul Fitri). Sehingga kami harap ada percepatan, jadi saat ini sedang kami persiapkan sejak awal,” tutur Eko, ketika mendampingi Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai meninjau Pasar Induk untuk pertama kalinya, Senin kemarin.

Eko menerangkan, meski verifikasi sudah selesai, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pembagian bedak ke pedagang. Pihaknya menunggu pengerjaan Pasar Induk mencapai 100 persen. “Setelah pembangunan dinyatakan rampung oleh kontraktor, baru kami pasang nomor kios. Intinya verifikasi dan pendataan sudah,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Pasar Induk Among Tani Kota Batu dibangun setinggi tiga lantai di atas lahan seluas 44.525 meter persegi dengan luas bangunan lantai satu seluas 14.900,62 meter persegi, lantai dua seluas 14.143.63 meter persegi dan lantai 3 seluas 6.032,86 meter persegi.

Untuk pembagian bangunan, lantai satu sebagai zona basah, lantai dua sebagai zona kering, dan lantai tiga sebagai zona makanan dan kuliner. Jumlah kios Pasar Induk Kota Batu sebanyak 1.696 unit dan total los 934 unit.Sementara untuk biaya pembangunan ini menggunakan APBN dengan total mencapai Rp 151 miliar.

Sementara itu, di tempat yang sama, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan, kunjungan pertamanya ke pembangunan Pasar Induk ini merupakan instruksi Gubernur Jatim, karena pasar itu merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dia menerangkan, progres pembangunan Pasar Induk telah mencapai 85 persen. Sehingga pihaknya optimistis akan rampung sesuai target yakni bulan Mei. “Dari hasil peninjauan semua sudah dilengkapi oleh pelaksana proyek. Seperti hydrant, fasilitas kesehatan berupa apotek, hingga ramah bagi disabilitas,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Aries telah memastikan infrastruktur pendukung untuk transportasi bagi pedagang dan konsumen juga dipersiapkan secara maksimal. Dengan begitu proses keluar masuk barang bagi pedagang dan konsumen bisa berjalan dengan lancar. “Kami juga telah menyiapkan tim khusus untuk memburu tikus. Selain itu kami pastikan pasar ini juga ramah bagi penyandang disabilitas. Agar semua golongan bisa terfasilitasi,” pungkasnya. (adk/lid)

BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah merancang jadwal operasional Pasar Induk Among Tani. Mega proyek yang dibiayai APBN sepenuhnya itu, direncanakan mulai bisa ditempati oleh pedagang usai Lebaran. Itu artinya akhir bulan April atau awal bulan Mei 2023.

Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Diskumdag Kota Batu Eko Suhartono, Senin kemarin (23/1). Dia menyampaikan, verifikasi pedagang Pasar Induk Among Tani telah rampung dilaksanakan. Total ada sekitar 3 ribu pedagang yang terdaftar, termasuk pedagang Pasar Pagi.

“Kemungkinan dikehendaki pedagang masuk setelah hari raya (Idul Fitri). Sehingga kami harap ada percepatan, jadi saat ini sedang kami persiapkan sejak awal,” tutur Eko, ketika mendampingi Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai meninjau Pasar Induk untuk pertama kalinya, Senin kemarin.

Eko menerangkan, meski verifikasi sudah selesai, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pembagian bedak ke pedagang. Pihaknya menunggu pengerjaan Pasar Induk mencapai 100 persen. “Setelah pembangunan dinyatakan rampung oleh kontraktor, baru kami pasang nomor kios. Intinya verifikasi dan pendataan sudah,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Pasar Induk Among Tani Kota Batu dibangun setinggi tiga lantai di atas lahan seluas 44.525 meter persegi dengan luas bangunan lantai satu seluas 14.900,62 meter persegi, lantai dua seluas 14.143.63 meter persegi dan lantai 3 seluas 6.032,86 meter persegi.

Untuk pembagian bangunan, lantai satu sebagai zona basah, lantai dua sebagai zona kering, dan lantai tiga sebagai zona makanan dan kuliner. Jumlah kios Pasar Induk Kota Batu sebanyak 1.696 unit dan total los 934 unit.Sementara untuk biaya pembangunan ini menggunakan APBN dengan total mencapai Rp 151 miliar.

Sementara itu, di tempat yang sama, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan, kunjungan pertamanya ke pembangunan Pasar Induk ini merupakan instruksi Gubernur Jatim, karena pasar itu merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dia menerangkan, progres pembangunan Pasar Induk telah mencapai 85 persen. Sehingga pihaknya optimistis akan rampung sesuai target yakni bulan Mei. “Dari hasil peninjauan semua sudah dilengkapi oleh pelaksana proyek. Seperti hydrant, fasilitas kesehatan berupa apotek, hingga ramah bagi disabilitas,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Aries telah memastikan infrastruktur pendukung untuk transportasi bagi pedagang dan konsumen juga dipersiapkan secara maksimal. Dengan begitu proses keluar masuk barang bagi pedagang dan konsumen bisa berjalan dengan lancar. “Kami juga telah menyiapkan tim khusus untuk memburu tikus. Selain itu kami pastikan pasar ini juga ramah bagi penyandang disabilitas. Agar semua golongan bisa terfasilitasi,” pungkasnya. (adk/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru