alexametrics
23C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

Pemerintah RI Siap Kucurkan Dana Pen Rp 699T di 2021

RADAR MALANG – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menaikkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun 2021 menjadi Rp 699,43 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 21 persen dari realisasi sementara 2020 yang sebesar Rp 579,78 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana PEN diharapkan akan jadi pendorong pertumbuhan kuartal I di tahun ini terutama pada Januari hingga Maret 2021. “Diharapkan jadi daya dorong yang efektif untuk pemulihan,” ujarnya seperti dilansir dari Jawapos, Rabu (24/2).

Anggaran PEN tersebut juga naik dari anggaran yang telah direncanakan pada awal tahun ini. Hal itu disebabkan oleh perkembangan situasi dan kondisi saat ini yang membutuhkan anggaran lebih banyak.

Sri Mulyani menyebut dari sektor kesehatan, anggaran PEN tahun ini mencapai Rp 176,3 triliun. Angka ini naik signifikan dari realisasi tahun lalu yang hanya Rp 63,5 triliun. Kenaikan anggaran ini karena kebutuhan belanja di sektor kesehatan juga meningkat. “Kesehatan akan akselerasi Februari hingga Maret,” ucapnya.

Kemudian, anggaran untuk perlindungan sosial menjadi sebesar Rp 157,4 triliun. Angka ini turun dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 220,39 triliun. Anggaran perlindungan sosial tersebut, termasuk untuk program bantuan sosial tunai, Keluarga Harapan (PKH), Kartu Prakerja, BLT Dana Desa, diskon listrik, hingga iuran jaminan kehilangan pekerjaan.

Lalu, pemerintah juga menyiapkan sebesar Rp 186,8 triliun untuk mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pembiayaan korporasi. Angka itu naik dari tahun lalu yang terealisasi Rp 173,17 triliun.

Sedangkan anggaran program prioritas dianggarkan Rp 125,1 triliun atau naik dari realisasi tahun lalu yang Rp 66,5 triliun. Juga insentif usaha dalam PEN dianggarkan Rp 53,86 triliun, turun dari tahun lalu yang 56,12 triliun.

“Semua hanya berharap dari APBN sebagai motor penggerak ekonomi, terutama di kuartal I. Kita berharap di kuartal II, maka beban terhadap APBN bisa mulai dibagi kepada sektor yang mulai pulih,” pungkasnya.

Sumebr: Jawapos

RADAR MALANG – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menaikkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun 2021 menjadi Rp 699,43 triliun. Angka tersebut meningkat sebesar 21 persen dari realisasi sementara 2020 yang sebesar Rp 579,78 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana PEN diharapkan akan jadi pendorong pertumbuhan kuartal I di tahun ini terutama pada Januari hingga Maret 2021. “Diharapkan jadi daya dorong yang efektif untuk pemulihan,” ujarnya seperti dilansir dari Jawapos, Rabu (24/2).

Anggaran PEN tersebut juga naik dari anggaran yang telah direncanakan pada awal tahun ini. Hal itu disebabkan oleh perkembangan situasi dan kondisi saat ini yang membutuhkan anggaran lebih banyak.

Sri Mulyani menyebut dari sektor kesehatan, anggaran PEN tahun ini mencapai Rp 176,3 triliun. Angka ini naik signifikan dari realisasi tahun lalu yang hanya Rp 63,5 triliun. Kenaikan anggaran ini karena kebutuhan belanja di sektor kesehatan juga meningkat. “Kesehatan akan akselerasi Februari hingga Maret,” ucapnya.

Kemudian, anggaran untuk perlindungan sosial menjadi sebesar Rp 157,4 triliun. Angka ini turun dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 220,39 triliun. Anggaran perlindungan sosial tersebut, termasuk untuk program bantuan sosial tunai, Keluarga Harapan (PKH), Kartu Prakerja, BLT Dana Desa, diskon listrik, hingga iuran jaminan kehilangan pekerjaan.

Lalu, pemerintah juga menyiapkan sebesar Rp 186,8 triliun untuk mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pembiayaan korporasi. Angka itu naik dari tahun lalu yang terealisasi Rp 173,17 triliun.

Sedangkan anggaran program prioritas dianggarkan Rp 125,1 triliun atau naik dari realisasi tahun lalu yang Rp 66,5 triliun. Juga insentif usaha dalam PEN dianggarkan Rp 53,86 triliun, turun dari tahun lalu yang 56,12 triliun.

“Semua hanya berharap dari APBN sebagai motor penggerak ekonomi, terutama di kuartal I. Kita berharap di kuartal II, maka beban terhadap APBN bisa mulai dibagi kepada sektor yang mulai pulih,” pungkasnya.

Sumebr: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru