alexametrics
24.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Imbas PPKM, Lima Mal di Bandung Terancam Dijual

RADAR MALANG – Sejumlah mal di Kota Bandung terancam dijual menyusul imbas pandemi yang berkepanjangan. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bandung Raya Handianto Lie menyebut, ada sekitar lima pusat perbelanjaan atau mal yang terancam dijual. Sebab, kondisinya sepi pengunjung pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Salah satunya, kata dia, Mal Ujung Berung Town Square (Ubertos) yang akhir-akhir ini ramai di media sosial akan dijual. Serupa dengan Ubertos, empat mal lain yang belum disebutkan secara rinci pun akan dijual.

”Kalau terdata sih ada beberapa, jadi hidup segan, mati nggak mau begitu. Kira-kira ada lima mal (yang mau dijual), ini yang mesti pemerintah mulai mikirin,” kata Handiyanto seperti dilansir dari Jawapos, Rabu (25/8).

Menurut dia, sejauh ini meski relaksasi telah diberikan bagi mal, pengunjung masih belum meningkat secara signifikan. Padahal mal di Kota Bandung oleh pemerintah kota telah diperbolehkan menerima pengunjung 50 persen dari total daya tampung.

”Ya rata-rata per hari sekitar 10–15 persen lah, di akhir pekan mungkin 15 persen ya, kalau di mal yang saya kelola BTC Pasteur kunjungannya di bawah 10 persen,” terang Handianto Lie.

Dia mengatakan, minimnya pengunjung yang datang ke mal itu karena belum dibukanya arena bermain atau tempat hiburan. Pasalnya, orang-orang yang mau berkunjung ke mal itu bukan hanya untuk berbelanja, namun juga untuk mendapatkan hiburan.

”Sebetulnya kita juga sudah berterima kasih telah memberi relaksasi sebesar 50 persen itu, tapi kita minta sekarang juga tidak banyak, kita minta yang tempat hiburan itu juga turut dibuka,” tutur Handianto Lie.

Jika tempat hiburan seperti arena bermain anak, arena bermain remaja, dan bioskop dibuka, tenaga kerja juga akan terserap kembali. ”Contohnya di bioskop itu biasanya punya 30 orang pegawai, kalau bioskop tutup itu 30 orang hilang, sekarang di Bandung ada berapa mal, mungkin sekarang ratusan pekerja bioskop itu jobless,” papar Handianto.

Dia memastikan, sejauh ini protokol kesehatan telah dilakukan secara ketat di seluruh mal di Bandung sesuai anjuran pemerintah. Selain itu, mayoritas pekerja di mal pun telah mengikuti vaksinasi Covid-19 meski baru sebatas dosis pertama.

”Mungkin pekan ini di Bandung Raya sih semua pekerja bakal sudah divaksin, kemarin masih ada sisa sekitar enam ribu pekerja (yang belum), tapi akhir-akhir ini mereka banyak yang mandiri, karena ada aturan dari pemerintah mal harus vaksinasi,” ucap Handianto Lie.

SUmber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Sejumlah mal di Kota Bandung terancam dijual menyusul imbas pandemi yang berkepanjangan. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bandung Raya Handianto Lie menyebut, ada sekitar lima pusat perbelanjaan atau mal yang terancam dijual. Sebab, kondisinya sepi pengunjung pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Salah satunya, kata dia, Mal Ujung Berung Town Square (Ubertos) yang akhir-akhir ini ramai di media sosial akan dijual. Serupa dengan Ubertos, empat mal lain yang belum disebutkan secara rinci pun akan dijual.

”Kalau terdata sih ada beberapa, jadi hidup segan, mati nggak mau begitu. Kira-kira ada lima mal (yang mau dijual), ini yang mesti pemerintah mulai mikirin,” kata Handiyanto seperti dilansir dari Jawapos, Rabu (25/8).

Menurut dia, sejauh ini meski relaksasi telah diberikan bagi mal, pengunjung masih belum meningkat secara signifikan. Padahal mal di Kota Bandung oleh pemerintah kota telah diperbolehkan menerima pengunjung 50 persen dari total daya tampung.

”Ya rata-rata per hari sekitar 10–15 persen lah, di akhir pekan mungkin 15 persen ya, kalau di mal yang saya kelola BTC Pasteur kunjungannya di bawah 10 persen,” terang Handianto Lie.

Dia mengatakan, minimnya pengunjung yang datang ke mal itu karena belum dibukanya arena bermain atau tempat hiburan. Pasalnya, orang-orang yang mau berkunjung ke mal itu bukan hanya untuk berbelanja, namun juga untuk mendapatkan hiburan.

”Sebetulnya kita juga sudah berterima kasih telah memberi relaksasi sebesar 50 persen itu, tapi kita minta sekarang juga tidak banyak, kita minta yang tempat hiburan itu juga turut dibuka,” tutur Handianto Lie.

Jika tempat hiburan seperti arena bermain anak, arena bermain remaja, dan bioskop dibuka, tenaga kerja juga akan terserap kembali. ”Contohnya di bioskop itu biasanya punya 30 orang pegawai, kalau bioskop tutup itu 30 orang hilang, sekarang di Bandung ada berapa mal, mungkin sekarang ratusan pekerja bioskop itu jobless,” papar Handianto.

Dia memastikan, sejauh ini protokol kesehatan telah dilakukan secara ketat di seluruh mal di Bandung sesuai anjuran pemerintah. Selain itu, mayoritas pekerja di mal pun telah mengikuti vaksinasi Covid-19 meski baru sebatas dosis pertama.

”Mungkin pekan ini di Bandung Raya sih semua pekerja bakal sudah divaksin, kemarin masih ada sisa sekitar enam ribu pekerja (yang belum), tapi akhir-akhir ini mereka banyak yang mandiri, karena ada aturan dari pemerintah mal harus vaksinasi,” ucap Handianto Lie.

SUmber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/