alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

PPKM Diperpanjang, Mal di Malang Terancam Dijual

MALANG KOTA – Akibat pandemi yang berkepanjangan dan diperparah oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat maupun Level. Membuat salah satu mal atau pusat perbelanjaan di Kota Malang, terancam dijual. Diketahui bersama, mal di kota pendidikan itu, tidak bisa beroperasi secara maksimal selama hampir dua bulan, sejak 3 Juli 2021.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya, Suwanto menyebut, ada salah satu mal di Kota Malang yang rencananya akan dijual. Tetapi, dia belum berani menyebutkan secara gamblang pusat perbelanjaan mana yang akan dilego.

“Sebenarnya ada, tapi saya tidak bisa ngomong. Karena khawatir akan menjadi masalah dan takutnya ditegur oleh pemilik. Tapi sudah ada yang ngomong (menjual mal),” ujar Suwanto, kepada Jawa Pos Radar Malang.

Menurut dia, sebelum pelaksanaan PPKM Darurat, mal tersebut sudah mengalami kondisi yang sulit. Hal itu, diperparah dengan tidak beroperasi secara maksimal selama hampir dua bulan belakangan ini.

“Bukan hanya karena PPKM, tapi memang sebelumnya sudah berat. Terus ditambah PPKM ini, menjadi pukulan ganda kepada para pemilik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Suwanto menerangkan, pada masa seperti ini, untuk menjual pusat perbelanjaan sebenarnya tidak begitu sulit. Para investor besar melirik mal yang akan dijual pada kondisi saat ini, dikarenakan bisa mendapatkan harga miring.

“Sebenarnya banyak juga pengembangan mal saat ini, seperti di Jogja, dijual terus dibeli oleh grup yang besar. Dengan kondisi seperti saat ini harganya hancur, jadi sangat memungkinkan sekali,” tutur dia.

Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, selain di Kota Malang, mal di Bandung juga terancam ikut dijual. Tercatat, sekitar lima pusat perbelanjaan atau mal yang terancam dijual. Disebabkan sepinya pengunjung pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Pewarta: Andika Satria Perdana (cj7)

MALANG KOTA – Akibat pandemi yang berkepanjangan dan diperparah oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat maupun Level. Membuat salah satu mal atau pusat perbelanjaan di Kota Malang, terancam dijual. Diketahui bersama, mal di kota pendidikan itu, tidak bisa beroperasi secara maksimal selama hampir dua bulan, sejak 3 Juli 2021.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya, Suwanto menyebut, ada salah satu mal di Kota Malang yang rencananya akan dijual. Tetapi, dia belum berani menyebutkan secara gamblang pusat perbelanjaan mana yang akan dilego.

“Sebenarnya ada, tapi saya tidak bisa ngomong. Karena khawatir akan menjadi masalah dan takutnya ditegur oleh pemilik. Tapi sudah ada yang ngomong (menjual mal),” ujar Suwanto, kepada Jawa Pos Radar Malang.

Menurut dia, sebelum pelaksanaan PPKM Darurat, mal tersebut sudah mengalami kondisi yang sulit. Hal itu, diperparah dengan tidak beroperasi secara maksimal selama hampir dua bulan belakangan ini.

“Bukan hanya karena PPKM, tapi memang sebelumnya sudah berat. Terus ditambah PPKM ini, menjadi pukulan ganda kepada para pemilik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Suwanto menerangkan, pada masa seperti ini, untuk menjual pusat perbelanjaan sebenarnya tidak begitu sulit. Para investor besar melirik mal yang akan dijual pada kondisi saat ini, dikarenakan bisa mendapatkan harga miring.

“Sebenarnya banyak juga pengembangan mal saat ini, seperti di Jogja, dijual terus dibeli oleh grup yang besar. Dengan kondisi seperti saat ini harganya hancur, jadi sangat memungkinkan sekali,” tutur dia.

Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, selain di Kota Malang, mal di Bandung juga terancam ikut dijual. Tercatat, sekitar lima pusat perbelanjaan atau mal yang terancam dijual. Disebabkan sepinya pengunjung pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Pewarta: Andika Satria Perdana (cj7)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/