alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Pemegang Obligasi Sepakat Percepatan Pelunasan Obligasi APLN

JawaPos.com – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berencana melakukan percepatan pembayaran obligasinya. Lewat Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang dilakukan, Rabu (25/9), emiten yang bergerak di bidang properti ini akan melakukan pembayaran obligasi berkelanjutan I tahap IV senilai Rp 99 miliar. Selanjutnya APLN akan meminta persetujuan RUPO untuk melakukan pelunasan terhadap obligasi senilai Rp 451 miliar.

“Total obligasi yang akan dilunasi senilai Rp 550 miliar. Sisanya akan kita mintakan persetujuan Rupo besok (26/9), semoga diberikan kelancaran,” jelas Justini Omas, Corporate Secretary APLN usai RUPO APLN di gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/9).

Menurutnya, percepatan pelunasan obligasi senilai Rp 550 miliar ini menunjukkan kemampuan finansial APLN yang semakin solid. Selain didukung oleh kinerja bisnis perseroan yang tumbuh positif sepanjang tahun ini, pemegang saham APLN memiliki komitmen yang tinggi terhadap kewajiban perusahaan.

Selain memiliki proyek di Jabodetabek, APL juga mengembangkan sejumlah proyek di luar Jawa dan mendapatkan respon positif dari konsumen. Contohnya, permintaan terhadap proyek Borneo Bay City di Balikpapan. Seiring dengan keputusan pemerintah memindahkan ibukota negara ke Penajam, Kalimantan Timur, unit apartemen di Borneo City laris terjual. Di kawasan Superblok ini ini terdapat total sebanyak 1200 unit apartemen yang dilengkapi dengan 3 mall dan hotel yang sudah beroperasi.

Sementara penjualan proyek Podomoro Park Bandung juga terus naik. Segera beroperasinya tol elevated Jakarta-Cikampek pada akhir tahun ini, diperkirakan akan ikut mendorong minat konsumen, khususnya dari Jakarta untuk berinvestasi di Bandung. Apalagi pembangunan jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung juga terus dikebut.

“Pertumbuhan ekonomi di daerah merupakan peluang yang terus kami optimalkan. Kami bersyukur proyek-proyek kami di daerah mendapat sambutan yang positif dari masyarakat,” ujar Justini.

Pada semester I ini APLN mencatatkan hasil dari marketing sales sebesar Rp 884,4 miliar yang berasal dari beberapa proyek properti antara lain Podomoro Golf View di Cimanggis, Depok dan Podomoro Park Bandung.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan marketing sales dari proyek-proyek existing. Dengan situasi ekonomi yang lebik baik, kami optimis sektor properti akan terus berkembang positif,” imbuh Justini.

Untuk memperkuat fundamental bisnisnya, APL juga menambah segmen bisnis yang memberikan recurring income, misalnya mengoperasikan Pullman Ciawi Vimala Hills di bulan Mei 2019 dan Indigo Bali Seminyak. Pada kuartal akhir tahun ini rencananya akan mengoperasikan Deli Park Mall di Podomoro City Deli Medan.

Saat ini beberapa pusat belanja dan kuliner milik APLN telah memberikan kontribusi terhadap reccuring income seperti Central Park Mall, Senayan City, Kuningan City, Emporium Pluit Mall, Baywalk Mall, Festival City Link Bandung dan Plaza Balikpapan.

Editor : Mohamad Nur Asikin

JawaPos.com – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berencana melakukan percepatan pembayaran obligasinya. Lewat Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang dilakukan, Rabu (25/9), emiten yang bergerak di bidang properti ini akan melakukan pembayaran obligasi berkelanjutan I tahap IV senilai Rp 99 miliar. Selanjutnya APLN akan meminta persetujuan RUPO untuk melakukan pelunasan terhadap obligasi senilai Rp 451 miliar.

“Total obligasi yang akan dilunasi senilai Rp 550 miliar. Sisanya akan kita mintakan persetujuan Rupo besok (26/9), semoga diberikan kelancaran,” jelas Justini Omas, Corporate Secretary APLN usai RUPO APLN di gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/9).

Menurutnya, percepatan pelunasan obligasi senilai Rp 550 miliar ini menunjukkan kemampuan finansial APLN yang semakin solid. Selain didukung oleh kinerja bisnis perseroan yang tumbuh positif sepanjang tahun ini, pemegang saham APLN memiliki komitmen yang tinggi terhadap kewajiban perusahaan.

Selain memiliki proyek di Jabodetabek, APL juga mengembangkan sejumlah proyek di luar Jawa dan mendapatkan respon positif dari konsumen. Contohnya, permintaan terhadap proyek Borneo Bay City di Balikpapan. Seiring dengan keputusan pemerintah memindahkan ibukota negara ke Penajam, Kalimantan Timur, unit apartemen di Borneo City laris terjual. Di kawasan Superblok ini ini terdapat total sebanyak 1200 unit apartemen yang dilengkapi dengan 3 mall dan hotel yang sudah beroperasi.

Sementara penjualan proyek Podomoro Park Bandung juga terus naik. Segera beroperasinya tol elevated Jakarta-Cikampek pada akhir tahun ini, diperkirakan akan ikut mendorong minat konsumen, khususnya dari Jakarta untuk berinvestasi di Bandung. Apalagi pembangunan jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung juga terus dikebut.

“Pertumbuhan ekonomi di daerah merupakan peluang yang terus kami optimalkan. Kami bersyukur proyek-proyek kami di daerah mendapat sambutan yang positif dari masyarakat,” ujar Justini.

Pada semester I ini APLN mencatatkan hasil dari marketing sales sebesar Rp 884,4 miliar yang berasal dari beberapa proyek properti antara lain Podomoro Golf View di Cimanggis, Depok dan Podomoro Park Bandung.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan marketing sales dari proyek-proyek existing. Dengan situasi ekonomi yang lebik baik, kami optimis sektor properti akan terus berkembang positif,” imbuh Justini.

Untuk memperkuat fundamental bisnisnya, APL juga menambah segmen bisnis yang memberikan recurring income, misalnya mengoperasikan Pullman Ciawi Vimala Hills di bulan Mei 2019 dan Indigo Bali Seminyak. Pada kuartal akhir tahun ini rencananya akan mengoperasikan Deli Park Mall di Podomoro City Deli Medan.

Saat ini beberapa pusat belanja dan kuliner milik APLN telah memberikan kontribusi terhadap reccuring income seperti Central Park Mall, Senayan City, Kuningan City, Emporium Pluit Mall, Baywalk Mall, Festival City Link Bandung dan Plaza Balikpapan.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/