alexametrics
33C
Malang
Sunday, 18 April 2021

LPS Minta Masyarakat Tak Gampang Tergiur Tawaran Cashback Perbankan

MALANG – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta masyarakat agar tak takut menyimpan uang di bank. Pasalnya, LPS telah menjamin simpanan maksimal Rp 2 miliar per nasabah. Namun, nasabah juga harus cermat dengan iming-iming cashback atau pemberian uang tunai.

Sekretaris LPS, Muhamad Yusron dalam media workshop yang digelar secara daring, Kamis (26/2) menjelaskan, berdasarkan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan (PLPS) Nomor 2/PLPS/2010 Pasal 42 ayat (2) menyatakan bahwa pemberian uang dalam rangka penghimpunan dana juga termasuk komponen perhitungan bunga.

Berdasarkan data klaim penjaminan per Januari 2021, terdapat Rp 369,5 miliar (18,5 persen) milik 17.649 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T).

Persentase paling besar dari simpanan yang tidak layak bayar yakni sebesar 77 persen atau sebesar Rp 284,4 miliar disebabkan karena bunga simpanan yang diterima nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.

“Jika perhitungan cashback dan bunga yang diperoleh nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan maka simpanan tidak dijamin LPS,” kata dia.

Ia melanjutkan, simpanan nasabah dijamin oleh LPS jika memenuhi syarat 3T. Pertama, tercatat pada pembukuan bank. Kedua, tingkat bunga simpanan yang diperoleh nasabah bank tidak melebihi bunga penjaminan LPS. Ketiga, tidak menyebabkan bank menjadi bank gagal (misalnya memiliki kredit macet).

Berdasarkan data LPS, total simpanan atas bank yang dilikuidasi LPS per Januari 2021 ialah Rp 1,99 triliun. Dari total simpanan tersebut, terdapat Rp 1,62 triliun (81,5 persen) yang dinyatakan layak bayar dan telah dibayarkan LPS kepada 248.585 nasabah bank.

Yusron melanjutkan, LPS sebagai otoritas penjaminan dan resolusi bank melakukan berbagai kebijakan dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun 2020 sampai dengan saat ini, diantaranya ialah mendapatkan wewenang baru untuk menempatkan dana di bank serta kebijakan relaksasi berupa keringanan denda keterlambatan pembayaran premi penjaminan oleh bank kepada LPS.

Selain itu, dalam rangka menjalankan tugasnya, LPS pun terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat strategi resolusi bank, termasuk melalui koordinasi yang erat dengan lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Termasuk, beberapa penyempurnaan proses resolusi bank dalam bentuk percepatan pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah bank yang dilikuidasi, penyempurnaan integrasi pelaporan bank, dan beberapa kebijakan resolusi bank lainnya.

“Karena itu, maskarayat tidak perlu ragu untuk menabung di bank, karena sudah ada LPS yang menjamin simpanan nasabah,” tegas dia.

Pewarta: Inifia

MALANG – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta masyarakat agar tak takut menyimpan uang di bank. Pasalnya, LPS telah menjamin simpanan maksimal Rp 2 miliar per nasabah. Namun, nasabah juga harus cermat dengan iming-iming cashback atau pemberian uang tunai.

Sekretaris LPS, Muhamad Yusron dalam media workshop yang digelar secara daring, Kamis (26/2) menjelaskan, berdasarkan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan (PLPS) Nomor 2/PLPS/2010 Pasal 42 ayat (2) menyatakan bahwa pemberian uang dalam rangka penghimpunan dana juga termasuk komponen perhitungan bunga.

Berdasarkan data klaim penjaminan per Januari 2021, terdapat Rp 369,5 miliar (18,5 persen) milik 17.649 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T).

Persentase paling besar dari simpanan yang tidak layak bayar yakni sebesar 77 persen atau sebesar Rp 284,4 miliar disebabkan karena bunga simpanan yang diterima nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.

“Jika perhitungan cashback dan bunga yang diperoleh nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan maka simpanan tidak dijamin LPS,” kata dia.

Ia melanjutkan, simpanan nasabah dijamin oleh LPS jika memenuhi syarat 3T. Pertama, tercatat pada pembukuan bank. Kedua, tingkat bunga simpanan yang diperoleh nasabah bank tidak melebihi bunga penjaminan LPS. Ketiga, tidak menyebabkan bank menjadi bank gagal (misalnya memiliki kredit macet).

Berdasarkan data LPS, total simpanan atas bank yang dilikuidasi LPS per Januari 2021 ialah Rp 1,99 triliun. Dari total simpanan tersebut, terdapat Rp 1,62 triliun (81,5 persen) yang dinyatakan layak bayar dan telah dibayarkan LPS kepada 248.585 nasabah bank.

Yusron melanjutkan, LPS sebagai otoritas penjaminan dan resolusi bank melakukan berbagai kebijakan dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun 2020 sampai dengan saat ini, diantaranya ialah mendapatkan wewenang baru untuk menempatkan dana di bank serta kebijakan relaksasi berupa keringanan denda keterlambatan pembayaran premi penjaminan oleh bank kepada LPS.

Selain itu, dalam rangka menjalankan tugasnya, LPS pun terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat strategi resolusi bank, termasuk melalui koordinasi yang erat dengan lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Termasuk, beberapa penyempurnaan proses resolusi bank dalam bentuk percepatan pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah bank yang dilikuidasi, penyempurnaan integrasi pelaporan bank, dan beberapa kebijakan resolusi bank lainnya.

“Karena itu, maskarayat tidak perlu ragu untuk menabung di bank, karena sudah ada LPS yang menjamin simpanan nasabah,” tegas dia.

Pewarta: Inifia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru