alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Pandemi, Pengusaha Kafe di Kota Malang Dapat Keringanan Pajak

KOTA MALANG – Sebagian kafe yang tutup selama PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) memang sudah beroperasi kembali. Meski begitu, mereka menghadapi situasi yang berbeda dibanding sebelum pandemi.

Banyak kafe yang masih sepi pengunjung. Dampaknya, omzet mereka pun turun bila dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.

Untuk Kafe-kafe yang masih sepi itu, Pemkot Malang memberikan keringanan atau relaksasi pajak.

“Kafe-kafe yang buka, tapi belum rame akan kami kasih keringanan (pajak) di masa pandemi ini,” kata Kepala Bapenda Kota Malang Ade Herawanto,Rabu (26/8).

Menurutnya, ada ratusan kafe di Kota Malang. Namun, yang buka masih puluhan kafe. “Tapi yang rame masih titik-titik tertentu. Seperti koridor Suhat (soekarno-hatta),” terang mantan Plt Direktur RPH Kota Malang ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga memberikan motivasi pada kafe yang sudah buka. Caranya dengan menyambangi kafe tersebut. “Ya kami akan sambangi sambil diskusi cari solusi bareng dengan kondisi saat ini,” ungkap dia.

Dia juga mengimbau kepada pengelola usaha dan pengunjung agar taat protap covid 19. Sehingga, angka covid di Kota Malang bisa ditekan. “Minimal pakai masker dan cuci tangan,” tandasnya.

Pewarta: Imam Nasrodin

KOTA MALANG – Sebagian kafe yang tutup selama PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) memang sudah beroperasi kembali. Meski begitu, mereka menghadapi situasi yang berbeda dibanding sebelum pandemi.

Banyak kafe yang masih sepi pengunjung. Dampaknya, omzet mereka pun turun bila dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.

Untuk Kafe-kafe yang masih sepi itu, Pemkot Malang memberikan keringanan atau relaksasi pajak.

“Kafe-kafe yang buka, tapi belum rame akan kami kasih keringanan (pajak) di masa pandemi ini,” kata Kepala Bapenda Kota Malang Ade Herawanto,Rabu (26/8).

Menurutnya, ada ratusan kafe di Kota Malang. Namun, yang buka masih puluhan kafe. “Tapi yang rame masih titik-titik tertentu. Seperti koridor Suhat (soekarno-hatta),” terang mantan Plt Direktur RPH Kota Malang ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga memberikan motivasi pada kafe yang sudah buka. Caranya dengan menyambangi kafe tersebut. “Ya kami akan sambangi sambil diskusi cari solusi bareng dengan kondisi saat ini,” ungkap dia.

Dia juga mengimbau kepada pengelola usaha dan pengunjung agar taat protap covid 19. Sehingga, angka covid di Kota Malang bisa ditekan. “Minimal pakai masker dan cuci tangan,” tandasnya.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/